Connect with us

Banyuwangi

Dian Firstianto: Tidak Ada Penyekapan, Berita di Medsos Tidak Benar

Diterbitkan

||

Lamijan bersama keluarganya yang digembok oleh PT Pertani Sempu, Jumat pagi (3/11/2017)

*Polemik Sewa Ruko PT Pertani

Momentum Banyuwangi—-Pimpinan PT Pertani Unit Sempu, Dian Firstianto, membantah jika pihaknya melakukan penyekapan terhadap penyewa Rumah Toko (Ruko) di depan Stasiun Kereta Api Stail, Sempu Lamijan Sekeluarga pada Jum’at (3/11/2017) lalu. Menurutnya, persoalan ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan dan difasilitasi oleh Babinsa Desa Sempu, Ahmadi. Bahkan terkait sewa menyewa Ruko, Lamijan siap melunasi sesuai kesepakatan yang ditandatangani di hadapan Babinsa.

 

“Semua masalah sudah clear Pak, dengan mediasi Pak Ahmadi selaku Babinsa Desa Sempu. Dan berita itu sangat tidak benar, wartawan tersebut tidak mengkonfirmasi ke kedua belah pihak,” jelasnya saat dikonfirmasi Memo X melalui telephon selulernya, Minggu (5/11/2017) siang.

 

Saat dikonfirmasi terkait dugaan penyekapan yang dilakukan PT Pertani Unit Sempu, terhadap salah satu penyewa Ruko apakah dibenarkan dan apa memang aturannya begitu bagi penyewa yang menunggak. Dian Firstianto berkilah jika persoalan ini sudah diselaikan antara pihak penyewa dengan pihaknya yang difasilitasi oleh Babinsa Desa Sempu, Ahmadi.

 

“Langsung datang ke kantor Koramil saja Pak, karena semua masalahnya sudah clear dimediasi Pak Ahmadi Babinsa Desa Sempu Pak,” jelasnya lagi.

 

Sebelumnya diberitakan, pada Jumat pagi (3/11/17), warga Desa/Kecamatan Sempu heboh karena PT Pertani Unit Sempu yang berada dibawah naungan BUMN diduga melakukan penyekapan terhadap seorang penyewa Ruko bernama Lamijan (55) beserta istri dan cucunya yang masih duduk dibangku SD. Hal itu terjadi karena warga Dusun Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari tersebut belum bisa melunasi uang sewa Rukonya sebesar Rp 10 juta, kendati sudah memberikan DP sejumlah Rp 2 juta.

 

Akibatnya satu keluarga tersebut kelabakan karena tidak bisa keluar dari Ruko. Diapun menelpon salah satu tetangganya, untuk meminta pertolongan agar pintu Ruko tempatnya berjualan bakso dibukakan.

 

Untuk bisa menyelamatkan satu keluarga yang ada didalam ruko, warga berinisiatif meminta bantuan aparat Polsek Sempu. Dan sangat kebetulan, tidak jauh dari Ruko yang ditempati Lamijan, ada anggota Polsek setempat bernama Aiptu Mustari.

 

Lantas Lamijan menelpon Aiptu Mustari meminta tolong agar dibukakan pintu Ruko yang dikunci dari luar oleh PT Pertani.
Aiptu Mustari yang segera datang di TKP langsung melaporkan kondisi tersebut kepada Kapolsek Sempu selaku atasannya.

 

Akhirnya diputuskan untuk membuka secara paksa Ruko yang terkunci dari luar.
Warga setempat mengaku sangat geram dengan tindakan pimpinan PT Pertani Unit Sempu, Banyuwangi ini. Seharusnya, persoalan tersebut bisa dibicarakan dengan baik-baik, tidak asal sekap saja. Agar persoalan ini tidak menjadi preseden buruk, warga setempat akan melaporkan kejadian ini kepihak yang berwajib.

 

“Ini menyangkut nyawa orang, apalagi Ruko itu milik Negara, aturannya tidak semena-mena seperti itulah,” sergah salah satu warga di tempat kejadian. (tut/yan)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Pantau Penyaluran Banpres

Diterbitkan

||

Penyerahan Banpres tahap I kepada perwakilan usaha mikro di Banyuwangi.
Penyerahan Banpres tahap I kepada perwakilan usaha mikro di Banyuwangi.

Memontum Banyuwangi – Sekitar 8 ribu lebih pelaku usaha mikro di Kabupaten Banyuwangi, menerima bantuan tahap I dari program bantuan Presiden untuk Produktif Usaha Mikro (BPUM). Pengucuran bantuan sendiri, dimaksudkan untuk penguatan usaha di masyarakat.

BPUM sendiri, adalah bantuan modal yang sifatnya hibah, bukan pinjaman. Dana bantuan modal tersebut, akan ditransfer langsung ke rekening penerima dari bank yang telah ditunjuk pemerintah.

“Saat ini, sudah ada 8 ribu lebih pelaku usaha mikro di Banyuwangi, yang telah menerima Banpres (bantuan presiden) dari BRI,” jelas Kepala BRI Cabang Banyuwangi, Riamid Busroh.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, menjelaskan bahwa saat ini ada 70.177 usaha mikro dari Banyuwangi, yang telah diverifikasi oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop-UKM).

Para usaha mikro yang telah diverifikasi, dalam waktu dekat akan segera mendapat bantuan untuk penguatan modal usaha ini. Setiap pelaku usaha mikro, akan mendapatkan bantuan sampai Rp 2,4 juta.

“Program bantuan dari Presiden Jokowi, ini tentunya sangat berguna bagi usaha mikro. Terutama, sebagai bantalan di tengah pandemi Covid-19. Ini program yang sangat bermanfaat bagi rakyat,” ujar Anas saat meninjau sejumlah pelaku usaha yang mendapatkan bantuan.

Seiring telah turunnya bantuan, Bupati Anas pun berharap, agar para UMKM bisa memanfaatkan program ini.

“Silakan datang ke kantor kecamatan masing-masing atau di Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, untuk cara mendaftarnya. Selama kuota masih ada, pendaftaran terus dibuka hingga akhir November 2020. Kami berharap, Banpres usha mikro ini dimanfaatkan dengan baik untuk pengembangan usaha,” terang Bupati Anas. (hms/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca

Banyuwangi

Wamen Agama Kunjungi Bupati Banyuwangi

Diterbitkan

||

Wakil Menteri Agama RI, Zainut Tauhid Saadi bersama Bupati Anas.
Wakil Menteri Agama RI, Zainut Tauhid Saadi bersama Bupati Anas.

Cerita Singkat Saat Kali Pertama ke Banyuwangi

Memontum Banyuwangi – Wakil Menteri (Wamen) Agama RI, Zainut Tauhid Sa’adi, melakukan kunjungan ke Kabupaten Banyuwangi. Dalam kunjungan yang rencananya berlangsung selama dua hari atau sampai Sabtu ini, Wamen Agama diterima langsung Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

Yang menarik, ada momen langka saat ke dua tokoh itu bertemu. Yakni, Zainut bercerita ketika mereka berdua melakukan perjalanan ke Banyuwangi di sekitaran Tahun 1990 an.

“Dahulu, saat awal pergi ke Banyuwangi, itu susah sekali. Saya diajak Pak Anas ke sini, itu untuk sebuah acara. Kami berdua naik bus dari Surabaya, lalu harus turun di Jember. Setelah itu, naik lagi bus ke Banyuwangi. Pokoknya, susah,” ujar Wamen Agama, saat memberikan sambutan dirangkaikan kunjungannya.

Antara Zainut dan Bupati Anas, sebenarnya bukan sekali ini bertemu. Sebaliknya, mereka berdua sebenarnya sudah menjadi kolega. Keduanya, adalah sama-sama mantan ketua umum Pengurus Pusat (PP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).

Wamen Agama sendiri, melakukan kunjung ke Banyuwangi, untuk melakukan pertemuan dengan sejumlah jajaran Kantor Kementerian Agama Banyuwangi. Zainut tiba pada Jumat (16/10) kemarin. Seiring berjalannya waktu, dalam kunjungannya sekarang, dirinya cukup kaget dengan perubahan yang ada. Termasuk, prestasi mencolok dan perkembangan daerah yang terus berkembang.

“Sekarang di sini sudah ada bandara pesawat. Aksesnya pun menjadi mudah, sehingga membawa dampak pada ekonomi masyarakat. Wilayahnya pun, juga bersih dan pariwisatanya maju, UMKM juga ikut berkembang,” papar Zainut.

Sejumlah perubahan itu, tambahnya, tidak terlepas dari semangat dan inovasi Bupati Anas. Orang yang sudah dikenalnya sejak masih menjadi mahasiswa.

“Anas yang saya kenal sejak dahulu, ya seperti itu semangatnya. Dan kemajuan Banyuwangi seperti ini, patut disyukuri oleh semua rakyat Banyuwangi. Terlebih, dengan segudang prestasi telah diperoleh Banyuwangi selama 10 tahun terakhir. Tolong, kepada rakyat Banyuwangi, dijaga prestasi ini,” tambah Zainut.

Bupati Anas sendiri dalam sambutannya, mengatakan bahwa prestasi yang diraih Banyuwang, tidak lepas dari kekompakan warga Banyuwangi. Serta, kerukunan antarumat yang selalu terjaga.

Pemkab Banyuwangi, telah melakukan langkah-langkah untuk menjaga kekompakan antar umat beragama di daerah. Salah satunya, dengan cara melakukan pertemuan setiap tiga bulan sekali, untuk berkoordinasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) guna memantapkan harmoni sosial.

“Bagi kami, pembangunan tidak hanya bentuk fisik. Namun, kerukunan masyarakat harus kita jaga sebagai modal sosial membangun daerah,” kata Bupati Anas. (hms/sit)

 

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler