Memontum.Com

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang

Debat Publik Cawali Kediri Ricuh, Tayangan TV Didominasi gambar Incumben

  • Selasa, 24 April 2018 | 17:25
  • / 8 Sya'ban 1439
Debat Publik Cawali Kediri Ricuh, Tayangan TV Didominasi gambar Incumben

Memontum Kediri—-Karena ketidaknetralan kameramen, agenda debat publik pasangan calon (paslon) Walikota dan Wakil Walikota Kediri ricuh. Kericuhan dipicu atas ketidak netralan lembaga televisi swasta yang dikontrak KPU dalam proses debat publik yang digelar di gedung Insumo Kediri Convention Center (IKCC), Senin (23/4/2018)

Kubu paslon Samsul Ashar – Teguh Juniadi meradang, mereka memprotes, karena pada perjalanan debat publik itu berlangsung, kameramen selalu memfokuskan pada pasangan No.2 Abdullah Abu Bakar – Lilik Muhibbah. Sedangkan kedua paslon lainnya nomor urut 1 dan 3 sering diabaikan.

Sontak, tim sukses (timses) nomor urut 3 tersulut emosinya dan merespon keras atas kecurangan kameramen  dalam penayangan debat publik.

“Matikan saja siaran live ini atau acara kita mulai dari awal,” teriak Ahmad Qodiron salah satu timses Samsul

Hal senada juga disampaikan dari  Roy Kurnia Irawan. Dia mengatakan seluruh pendukung paslon nomor urut 3 sangat menyayangkan kejadian semalam. Mereka kecewa sekali kepada  penyelenggara yang tidak bisa mengkondusifkan dan mengawasi media yang menyiarkan secara live.

“Masak, dalam siaran langsung lebih sering diambil gambarnya hanya paslon nomor urut 2, sementara 1 dan 3 diabaikan, ” katanya. Bahkan yang lebih parah lagi, ketika tim sukses  paslon nomor 3 melakukan yel-yel, malahan yang dishuting tim sukses paslon nomor urut 2.

Selain itu, laki – laki yang akrab disapa Roy itu menegaskan, perlakuan itu sangat merugikan tim pemenangan paslon nomor 3.”Penyelenggaara sangat  tidak profesional, kami melakukan  protes resmi ke KPU Kota Kediri, soal mutu siaran langsung. Kalau   perlu ganti TV dan cari yang lebih bagus, dan profesional, ” imbuh Roy

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Kediri Drs Agus Rofiq menjelaskan,  kejadian ini human eror dari kameramen yang tidak cermat melihat situasi. “Ada kesalahan teknis pada bagian penyorotan. Mereka kurang cermat dalam melihat situasi hingga tidak menyadari hasil shotingannya  melebihkan antara yang satu dengan yang lain,  kita ingatkan  mereka agar bisa membenahi kesalahan tersebut, ” katanya.

Ketua KPU menolak anggapan,  insiden tersebut merupakan pesanan dari paslon incumben.(aji/mid/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional