Memontum.Com

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS

Unikama ‘Perang Terbuka’, Christea Copot Segel Ruang PPLP PT PGRI

  • Senin, 30 April 2018 | 19:14
  • / 14 Sya'ban 1439
Unikama ‘Perang Terbuka’, Christea Copot Segel Ruang PPLP PT PGRI
Unikama di jaga ketat pihak kepolisian. (gie)

Dosen dan Mahasiswa 2 Kubu Bentrok Fisik

 
Memontum Kota Malang — Pihak Dr Christea Frisdiantara AK MM CA yang mengkalim dirinya sebagai ketua PPLP PT PGRI (Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia) Malang, yang baru berdasarkan KamenkumHam SK AHU 000.0001. AH.01. 08 Tahun 2018, pada Senin (30/4/2018) sekitar pukul 05.00, membuka paksa segel ruang PPLP PT PGRI. Sebelumnya, ruang PPLP PT PGRI yang ditempati oleh Christea tersebut disegel oleh pihak dosen, karyawan dan mahasiswa Unikama loyalis Ketua PPLP PT PGRI Malang Drs H Soejai.

Ruang tersebut disegel sejak Senin (26/2/2018) dan baru Senin (30/4/2018) pagi dibuka paksa oleh pihak Christea. Sekitar pukul 07.30, suasana Kampus Unikama memanas. Keributan terjadi karena masih-masing kubu siap bentrok. Joice Soraya, WR 3 Unikama dan pihak rektor Pieter Sahertian, tidak terima dengan pembongkaran segel gedung PPLP PT PGRI. Mahasiswa marah, mereka menjebol pagar kampus depan gedung PPLP PT PGRI.

Kericuhan berhenti setelah petugas Polsekta Sukun, Polres Malang Kota dan TNI melakukan pengamanan. Saat dikonfirmasi wartawan, Slamet Riyadi, selaku wakil PPLP PT PGRI bagian pengelolaan aset kubu Christea mengatakan bahwa pemicu dibukanya segel kantor PPLP PT PGRI karena ada kabar pihak Pieter ingin mewisuda mahasiswanya.

Mahasiswa diamankan petugas karena memecah kaca ruang PPLP PGRI. (gie)

Mahasiswa diamankan petugas karena memecah kaca ruang PPLP PGRI. (gie)

“Ini kan masih ada sanksi dari Dikti. Pembukaan segel adalah inisiatif dari kami karena kami tidak ingin ijin Unikama dicabut oleh Dikti. Kami tidak merusak karena kami PPLP yang sah,” ujar Slamet. Dia bahkan mengatakan bahwa pihaknya akan melaporkan pihak Pieter.

“Tadi pihak keamanan kami mengamankan roti kalung. Kami akan melaporkan Bu Joice, Bu Mia Safitri, ketua jurusan hukum karena membawa palu dan juga Pak Pieter yang tadi sempat mencekik Imanuel Indra Praja, keamanan kami di tangga lantai 3 menuju ke lantai 4. Juga kami akan melaporkan Dedi, bagian perlengkapan yang sempat memukul pihak kami dengan kursi,” ujar Slamet.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional