Connect with us

Lumajang

Anggaran Rabat Beton Jugosari Diduga Tumpang Tindih

Diterbitkan

||

Anggaran Rabat Beton Jugosari Diduga Tumpang Tindih

Memontum Lumajang — Diduga ada tumpang tindih anggaran untuk pembangunan jalan rabat beton sepanjang 530 Meter di Dusun Kampung Baru, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang. Hal ini disampaikan, Ketua LSM Solidaritas Masyarakat Transparansi Lumajang Ery Pelupessy SH, pada Media ini, Selasa (2/5/2018)

Menurut Ketua LSM Solidaritas Masyarakat Transparansi Lumajang, Erry Pelupessy, dugaan tumpang tindih anggaran tersebut, adanya dugaan penganggaran yang sama dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah -APBD dilokasi pembuatan jalan rabat beton di Dusun Kampung Baru, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro Lumajang dan ironisnya Jalan tersebut belum lama ini telah diresmikan oleh sejumlah pejabat Pemkab Lumajang.

“Dari investigasi yang kami lakukan untuk pembangunan jalan rabat beton di dusun Kampung baru tersebut dugaannya sudah dianggarkan dari APBD tahun 2017”, terangnya.

Untuk menguatkan dugaannya, Ery Pelupessy menegaskan bahwa anggaran pembangunan jalan rabat beton tersebut diduga sudah tertuang dalam Rencana Keuangan dan Anggaran (RKA) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebagai dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi program dan kegiatan SKPD.

“Jika nantinya dugaan kami benar demikian, maka bisa dipastikan harus ada proses hukum untuk penguapan anggaran daerah tersebut”, tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan tata ruang -DPUTR Lumajang Ir. Hadi Prayitno ketika dikonfirmasi Awak Media terkait persoalan tersebut melalui telephon selulernya enggan berkomentar. (adi/yan)

Lumajang

Wabup Lumajang Perkenalkan Potensi Ubi Madu Pasrujambe

Diterbitkan

||

Wabub Lumajang, Indah Amperawati saat pelaksanaan panen raya ubi madu di Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe.
Wabub Lumajang, Indah Amperawati saat pelaksanaan panen raya ubi madu di Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe.

Identik Buahnya Yang Kesat dan Manis

Memontum Lumajang – Wakil Bupati Lumajang, Ir Indah Amperawati M.Si, mengenalkan potensi ubi madu Pasrujambe. Hal itu dilakukannya usai pelaksanaan temu lapang dan panen raya Ubi Jalar di Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe, Kamis (15/10) tadi.

Wabup dalam kesempatan itu berharap, para petani terus berinovasi dalam melakukan budidaya ubi jalar dan kegiatan usaha taninya. Sehingga, hasil panen dari budidaya ubi jalar bisa terus meningkat.

“Rasa dari ubi ini manisnya luar biasa. Ubi ini adalah ubi madu Pasrujambe atau jenisnya sama dengan ubi Cilembu dan rasanya persis sama. Jadi, bapak ibu cukup ke Pasrujambe saja, untuk menikmati ubi madu yang luar biasa nikmat,” kata Wakil Bupati.

Ubi madu Pasrujambe memiliki jenis dan rasa yang sama dengan ubi Cilembu.

Ubi madu Pasrujambe memiliki jenis dan rasa yang sama dengan ubi Cilembu.

Wabup menambahkan, bahwa ubi madu di Pasrujambe, berpotensi bagus dengan luas tanam sekitar 600-700 hektar. Melihat potensi yang tinggi tersebut, Bunda Indah-sapaan Wakil Bupati, berharap Dinas Pertanian dan Dinas Perdagangan berkolaborasi memastikan produksi pertanian dan akses pasarnya.

“Tinggal nantinya, peran petani jaga kontinuitasnya dan jaga kualitasnya. Ini yang penting,” ungkapnya.

Sementara itu, Hari salah satu petani Ubi Madu Pasrujambe, menjelaskan bahwa potensi Ubi Madu Pasrujambe, cukup menjanjikan. Pihaknya kini berhasil memasok PT. Indowoo yang salah satu industri olahan di Cirebon, dengan kisaran harga untuk ubi Grade A sekitar Rp 5 ribu per kilogram.

“Dengan luasan sekitar 600-700 hektar di Pasrujambe, petani ubi di sini bisa menjadi penyuplai terbesar di Jawa Timur,” jelasnya. (adi/sit)

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Lumajang

Pemkab Lumajang Tandatangani Nota Kesepakatan dengan BPN

Diterbitkan

||

Penandatanganan nota kerjasama bidang pertanahan melalui Pola Tri Juang di Kabupaten Lumajang.
Penandatanganan nota kerjasama bidang pertanahan melalui Pola Tri Juang di Kabupaten Lumajang.

Memontum Lumajang – Pemerintah Kabupaten Lumajang melakukan penandatanganan nota kesepakatan tentang kerjasama bidang pertanahan melalui Pola Tri Juang di Kabupaten Lumajang dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Kerjasama tersebut, dilakukan guna menata administrasi di bidang pertahanan lebih cepat dan terintegrasi.

Sekertaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, mengapresiasi sinergitas yang terjalin baik antara Pemkab Lumajang dengan BPN, serta kinerja pihak BPN Lumajang yang di setiap tahunnya mengalami progres yang bagus.

“Saya ucapkan terimakasih atas bantuan dan kerjasama dari BPN yang luar biasa pada kami, dan kinerja BPN setiap tahunnya terus membaik, ini terbukti sekitar 2 tahun ini perolehan pajak di Lumajang mengalami peningkatan lebih dari yang kita targetkan,” terang Sekda di Ruang Nararya Kirana, Kantor Bupati Lumajang, kemarin (14/10) sore.

Agus berharap, BPN Kabupaten Lumajang terus intens melakukan komunikasi serta saling mendukung terkait penanganan pertanahan dengan Pemkab Lumajang, serta pihak-pihak terkait, agar segala persolan bisa cepat terselesaikan secara tuntas.

Menurutnya, terkait dengan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), bahwa program tersebut merupakan inovasi yang luar biasa, di mana program tersebut bisa menuntaskan persoalan pertanahan di tingkat desa kemudian tuntas di tingkat kecamatan.

Namun dirinya juga mengungkapkan bahwa semua program pasti tidak akan berjalan lancar, pasti ada beberapa problematika yang terjadi di masyarakat terkait hal tersebut, khususnya di tingkat desa.

“Karena ini merupakan program keuangan dari pemerintah pusat yang tidak memungkinkan tuntas di satu desa, akan tetapi secara bertahap akan segera tuntas,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pertanahan Nasional Lumajang, Nur Sofa menjelaskan bahwa Program Tri Juang merupakan program untuk mensinergikan pemetaan bidang tanah dari tingkat desa hingga provinsi secara lebih akurat, yang melibatkan kepala daerah, kepala kanwil BPN, kepala kantor pertanahan, dan kepala desa.

Dengan adanya Program Tri Juang, ia berharap agar program tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk menata administrasi bidang pertahanan secara benar

“Program Tri Juang Pertanahan dilakukan untuk mendorong dan mensukseskan program strategis nasional di Bidang Pertanahan Nasional,” pungkasnya. (adi/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler