Connect with us

Lamongan

Demi Merawat Ibunya yang Lumpuh, Bocah 10 Tahun Rela Berhenti Sekolah

Diterbitkan

||

Demi Merawat Ibunya yang Lumpuh, Bocah 10 Tahun Rela Berhenti Sekolah

Memontum Lamongan — Ardiansyah, seorang bocah berumur 10 tahun di Dusun Kedung, Desa Kandangrejo Kecamatan Kedungpring Kabupaten Lamongan merelakan dirinya tidak bersekolah hanya untuk merawat ibu kandungnya, Fitri Maya Wulandari (34) yang tergolek lemah di atas kasur tipis yang beralaskan tikar lebih dari lima tahun.

“Saya gak tega ninggalkan ibu di rumah sendirian, gak ada yang suapin maem,” kata Ardiansyah lirih dengan mata berkaca-kaca, Rabu (2/5/2018). Menurut Ardiansyah, bocah yang masih duduk dibangku sekolah dasar (SD) kelas V ( lima) ini mengaku, memilih tidak sekolah demi untuk bisa menunggui, merawat dan menyuapi ibunya saat pagi, siang dan sore hari.

Ardiansyah (10) menunggui ibunya, Fitri Wulandari (34) yang lumpuh saat dikunjungi sejumlah awak media

“Ibu gak bisa ambil makan dan minum sendiri. Ibu lumpuh,” ungkapnya dengan sesekali menyeka air matanya yang menetes. Dikatakan Ardiansyah, sebenarnya Ia sempat bersekolah dan setiap jam istirahat sekolah, selalu pulang untuk menyuapi ibunya.

“Tapi pas saya sekolah ibu jadi tambah kurus, karena gak tega jadi saya gak sekolah saja,” ucapnya. Sang Bapak, Puryanto (38) pun menceritakan awal mula Ardiansyah memilih untuk menunggui ibunya, dan meninggalkan bangku sekolah.

“Saya ngomong ke anak saya, apakah tidak bisa sekolah sambil menunggu ibu,” ucapnya. Namun, Ardiansyah memilih menjaga ibunya karena tidak tega dengan kondisi ibunya semakin kurus karena tidak ada yang menyuapi dan menjaga.

“Ya mau gimana lagi, maunya begitu,” kata Puryanto. Sebagai suami, Puryanto mengaku sudah berupaya untuk membawa istrinya berobat dengan membawa istrinya ke Puskesmas dan juga ke rumah sakit di Ngimbang, Kabupaten Lamongan.

Use your ← → (arrow) keys to browse

Lanjutkan Membaca
Advertisement
2 Komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version