Connect with us

Situbondo

Tidak Pakai Helm, 2 Pelajar Rayakan Kelulusan Diberi Hadiah Tilang

Diterbitkan

||

Tidak Pakai Helm, 2 Pelajar Rayakan Kelulusan Diberi Hadiah Tilang

Memontum Situbondo – Personil Satlantas Polres Situbondo melaksanakan pengaturan, penjagaan dan patroli (turjawali) dalam rangka mengantisipasi konvoi pelajar SMA/SMK yang merayakan kelulusan, Kamis (3/5/2018)

Kanit Dikyasa Ipda Jembadi mengatakan Polisi melakukan tindakan antisipasi agar para pelajar yang merayakan pengumuman kelulusan tidak melakukan aksi konvoi yang bisa mengganggu ketertiban umum.

“Kita sudah himbau agar membubarkan diri dan tidak berkonvoi karena banyak yang tidak pakai helm juga. Serta ugal-ugalan naik sepeda motor,” ungkap Ipda Jembadi.

(baca juga : Rayakan Kelulusan, Murid SMA Konvoi Sepeda Pancal Lalu Corat-coret Seragam )

Pantauan Memontum.com, selain memberikan himbauan, petugas juga melakukan tindakan tegas kepada pelajar yang melanggar peraturan lalu lintas dengan memberikan Tilang karena berkendara tanpa menggunakan helm. (im/yan)

SEKITAR KITA

ASN Pemkab Situbondo Kenakan Sarung dan Peci

Diterbitkan

||

Sekdakab Situbondo Drs H Syaifullah MM. (her)
Sekdakab Situbondo Drs H Syaifullah MM. (her)

Memontum Situbondo – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Situbondo mengenakan sarung dan peci hitam saat memberikan pelayanan kepada masyarakat. Aksi ini untuk menyambut peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober.

“Semua petugas ASN memakai sarung dan peci hitam,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Situbondo Drs H Syaifullah MM kepada wartawan Memo X di ruang kerjanya, Kamis (22/10/2020).

Penggunaan sarung dan peci hitam itu tidak menjadikan hambatan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bahkan, pemakaian sarung dan peci hitam menunjukkan kereligiusan sebagai santri yang belajar pada pendidikan pondok pesantren. “Kami menilai sarung dan peci hitam lebih mendekatkan hubungan dekat antara petugas ASN dan masyarakat,” ujarnya.

Pelayanan masyarakat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Situbondo antara lain Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Puskesmas, Kantor Badan Pendapatan Daerah dan DPMPTSP, BUMN serta BUMD Sekretariat Pemerintah Daerah.

Penggunaan sarung dan peci hitam di Kabupaten Situbondo sudah hal biasa karena sebagai daerah santri dengan puluhan pondok pesantren besar yang tersebar di 136 desa dan kelurahan di 17 Kecamatan. “Kami menyambut positif Hari Santri Nasional dengan menggunakan sarung dan peci hitam,” pungkasnya.

Jumadi, seorang ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Situbondo mengaku bahwa mereka sangat senang pada hari santri menggunakan sarung dan peci hitam. Sebab, dirinya setelah pulang bekerja sehari-hari di rumah sering memakai sarung dan peci hitam untuk melaksanakan ibadah shalat. “Kami tidak merasa kaku dan kikuk memakai sarung dan peci hitam,” katanya. (her/mzm)

 

 

Lanjutkan Membaca

SEKITAR KITA

Personel Samsat Berpakaian Seragam Kombinasi Baju Muslim

Diterbitkan

||

Personel Kepolisian yang berada di kantor Samsat Situbondo berseragam lengkap Polisi dengan menggunakan kopyah dan bawahan sarung. (her)
Personel Kepolisian yang berada di kantor Samsat Situbondo berseragam lengkap Polisi dengan menggunakan kopyah dan bawahan sarung. (her)

Memontum Situbondo – Memperingati Hari Santri ke-75 tahun 2020, Kantor Samsat Situbondo memberikan pelayanan ke masyarakat menggunakan pakaian seragam Polisi dengan kombinasi baju muslim menggunakan kopyah dan bawahan sarung, Kamis (22/10/2020).

“Bentuk pelayanan yang kita tonjolkan hari ini bernuansa santri agar memberikan kepuasan tersendiri bagi masyarakat yang melakukan permohonan perpanjangan pajak kendaraan,” kata Kanit Regident (KRI), Ipda Aries Susetyo.

Lebih lanjut, Ipda Susetyo mengatakan, dalam rangka peringatan Hari Santri seluruh personel Samsat menggunakan peci dan sarung. “Pada momentum peringatan Hari Santri kita memberikan pelayanan ala santri. Semoga, santri yang ada di Kabupaten Situbondo semakin tangguh dan menjadi salah satu garda bangsa demi kemajuan Indonesia. Santri Sehat Indonesia Kuat diharapkan mampu merajut kebersamaan dalam membangun Indonesia yang lebih maju,“ pungkas Ipda Aries Susetyo.

Sementara itu, Sofia (22), salah satu pemohon perpanjangan surat kendaraan bermotor saat berada di Samsat Situbondo mengatakan, dengan adanya petugas yang menggunakan pakaian bernuansa santri ini, masyarakat lebih senang melihatnya.

“Pelayanan Samsat yang menggunakan pakaian ala santri membuat nuansa pelayanan lebih humanis,” ujar Sofia. (her/mzm)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement

Terpopuler