Memontum.Com

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS

Ngaku Kyai Bisa Gandakan Uang Berujung Bui

  • Sabtu, 5 Mei 2018 | 09:01
  • / 19 Sya'ban 1439
Ngaku Kyai Bisa Gandakan Uang Berujung Bui
Niman alias Pak Wasil (sam)

Memontum Bondowoso — Niman alias Pak Wasil (50) warga Dusun Sumber Jati Desa Pakuniran Kecamatan Maesan dibekuk oleh Tim Buser Satreskrim Polres Bondowoso, karena telah melakukan penipuan. Penangkapan tersebut langsung dipimpin oleh KaTim Buser yang juga sebagai Kanit Pidum, Ipda I Made Hadi, S.Tr.K di alun –alun Kecamatan Tamanan. Karena sejak dijadikan target, Nimam selalu menghilang dari rumahnya.

Kasat Reskrim AKP Julian Kamdo Waroka, SH membenarkan penangkapan Niman yang mengaku sebagai Kyai. “Saya perintahkan langsung pada KaTim Buser untuk menangkapnya”, kata Ade panggilan Kasat Reskrim di ruang kerjanya.

Kasat Reskrim, AKP Julian Kamdo Waroka (sam)

Kasat Reskrim, AKP Julian Kamdo Waroka (sam)

Diceriatakan, kasus ini bermula dari keinginan korban Haryono (31) Warga Dusun Koarah yang masih sedesa dengan pelaku, berkeinginan untuk melipatgandakan uang miliknya. Singkat cerita, Niman menyanggupinya. Untuk meyakinkan korbannya, pelaku melakukan uji coba. Dalam uji coba tersebut korban diminta menyediakan uang Rp 300 ribu. Uang tersebut akan berlipat menjadi 1 kardus.

Percobaan tersebut berhasil walaupun hasilnya tidak sampai sekardus uang sepertia yang ia janjikan. Itupun kardusnya dibawa kedalam kamarnya oleh pelaku, tetapi korban tetap percaya. Karena korban sudah percaya, ahirnya Niman melancarkan jurusnya. Haryono harus menyediakan uang Rp 18 juta dan mahar seekor kambing. Kemudian uang tersebut dimasukkan dalam kardus dililit dengan kain putih.

Kanit Pidum, Ipda I Made Hadi, S.Tr.K (sam)

Kanit Pidum, Ipda I Made Hadi, S.Tr.K (sam)

Perintahnya, kardus tersebut tidak boleh dibuka selama 15 hari. Setelah sampai waktunya, Haryono sangat terkejut. Karena kardus tersebut hanya berisi dedaunan dan uangnya Rp 18 juta juga raib. “Kami mencari pelaku dua minggu baru bisa tertangkap. Pasal yang dikenakan 378 dan 372, penipuan dan penggelapan. Ancaman hukumannya maksimal 4 tahun penjara”, kata Ade. (sam/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional