Memontum.Com

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang

Puluhan Warga Perkebunan Satak Datangi Polres Kediri

  • Senin, 7 Mei 2018 | 21:32
  • / 21 Sya'ban 1439
Puluhan Warga Perkebunan Satak Datangi Polres Kediri

Memontum Kediri — Sekitar 50 Orang orang perwakilam warga Desa Satak Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri datangi Polres Kediri, untuk mempertanyakan perkembangan kasus dugaan penyimpangan diinternal Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sabtu (7/5/2018)

Agustianto salah satu Perwakilan Warga mengatakan, dirinya datang ke Polres Kediri hanya ingin menanyakan sejauh mana perkembangan penyelidikan yang dilakukan oleh Tipikor Polres Kediri terkait Permasalahan di tubuh LMDH.”Masalah ini telah kita adukan ke Polres Kediri sudah ada 6 bulan lalu, dan saat ini kita tanyakan sejaih mana kasus ini di tangani Oleh Unit Tipikor,” Ujar Agus pada wartawan Senin (7/5/2018)

Lebih lanjut Agus menjelaskan, kasus yang diadukan ke Polres itu kasus penyimpangan yang dilakulan Ketua LMDH Desa Satak Eko Cahyono yang diduga melakukan menyewakan lahan Garapan kepada Orang luar. “Lahan itu harusnya dibagikan kepada Warga tetapi kenyataanya justru di sewakan kepada orang luar, sedangkan warga yang dapat dapat pun hanya kelompoknya dia saja,”terang Agus

Terpisah, Ketua LMDH Satak Eko Cahyono mengarakam, terkait aksi yang dilakukan warga, ia menanggapinya dengan pasif saja, karena mereka yang datang ke Polres itu bukan dari Anggota LMDH. “Jumlah Anggota LMDH 850 KK semuanya tidak ada masalah dan kondusif, damai. Jadi kami tidak begitu menanggapi permasalahan tersebut,” kata Eko saat ditemui di Rumahnya.

Lebih lanjut Eko menegaskan, apabila mereka yang datang ke Polres tadi merasa bukan Anggota LMDH dan menginginkan menjadi Anggota, pihak lembaga terbuka, ” Mereka bisa menjadi anghota asalkan syarat terpenuhi sesuai dengan aturan yang tertuang dalam AD ART,” imbuhnya.

Berdasarkan peraturan pengelolaan sumberdaya hutan bersama masyarakat (PHBM), tidak diperbolehkan melakukan penyewaan lahan. Namun apabila memang ada kegiatan kerjasama itu bisa dilakukan bagi hasil. Yang dimaksud bagi hasil itu masyarakat memanfaatkan kawasan hutan, ada perjanjian kerjasama, bagi hasil berdasarkan hasil yang didapatkan. (aji/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional