Memontum.Com

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS

RS Permata Bunda Kecewakan Pasien

  • Selasa, 8 Mei 2018 | 19:30
  • / 22 Sya'ban 1439
RS Permata Bunda Kecewakan Pasien
RS. Permata Bunda (Sur)

Diduga Lambat Tangani Operasi, Cucu Kades Sidorejo Jabung Meninggal Dunia

 
Memontum Malang — Kekecewaan pasien terhadap pelayanan Rumah Sakit(RS) kembali terjadi.Seperti dialami Nanik(42)isteri Fauzi Kepala Desa (Kades) Sidorejo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Dikatakan, diduga karena terlambat dalam penanganan operasi proses kelahiran Shinta Amalia Putri (20) menantunya, si jabang bayi yang dikandungnya normal selama 9 bulan itu harus meninggal dunia. Minggu (6/5/2018) pukul 00.00 kemarin.

Dikatakan,pada hari Jum’at (4/5/201) sekitar pukul 16.00 WIB, Shinta,periksakan kandungannya ke bidan Ida di jl Raya Tumpang Kecamatan Tumpang. Itu dilakukan,karena seharusnya tgl 27/4/2018 seminggu lalu,mereka sudah melahirkan.

Berduka: Nanik Isteri Kades Sidorejo Jabung dalam Kondisi Berduka

Berduka: Nanik Isteri Kades Sidorejo Jabung dalam Kondisi Berduka

Karena lambatnya kelahiran cucu pertamanya itu,oleh bidan Ida dibuatkan surat rujukan ke RS.Permata Bunda di kota Malang.Tambah dia,sebelumnya bidan Ida sempat telpon salah seorang dokter bernama Agus,tetapi nama dokter ya ia telpon sedang berada di luar negeri.Telpon berikutnya ke dr.Nirnala.

“Selanjutnya kami bawa menantu saya ke RS.Permata Bunda di Jl.Soekarno Hatta kota Malang.Sesampai disana,Shinta tidak langsung dioperasi,tetapi harus ditunda keesokan hari,yaitu Sabtu(5/5/2018) pukul 07.00 WIB. Selanjutnya harus tunda lagi pukul 15.00 WIB,itupun tanpa ada kordinasi terhadap keluarga pasien,termasuk arahan pindah ke RS lain.Setelah pukul 15.00,harus tunda lagi pukul 19.00.Selanjutnya pukul 20.00WIB menantu saya dioperasi”,beber Nanik dengan nada sedih.

Juga dijelaskan,proses operasi berlangsung sekitar 20 menit.Dia juga mengaku sempat terkejut,begitu menyaksikan tim operasi di RS setempat membawa seorang bayi yang baru lahir.

“Begitu saya tanya,ternyata bayi itu cucu saya.Salah seorang petugas menjelaskan, katanya bayi itu tidak bisa menangis seperti layaknya bayi yang baru lahir.Dalam kondisi seperti itu,saya pasrah,terpenting cucu saya harus tertolong.”ulas Nanik dengan nada sedih.

Selanjutnya,seorang petugas menjelaskan,jika peralatan disitu tidak ada.Dalam kondisi itu,sang bayi harus dirujuk ke RSU Syaiful Anwar kota Malang. Guna mengetahui kondisi bayi berjenis kelamin laki-laki dari hasil perkawinan Shinta Amalia Putri dengan Garlik ini,sontak Nanik temui dr.Nirmala.

“Begitu saya nanya keberadaan dr.Nirmala,katanya sudah pulang. Dalam kondisi panik,saya sempat emosi.Akhirnya kami dipertemukan dengan dr.Nirmala.Apapun yang dia arahkan kami pasrah,terpenting bayi itu tertolong”,ujarnya dengan suara parau.

Dan terkejutnya,tepat pukul 00,Damam ayahanda Shinta,memberi telpon dari RSU Syaiful Anwar,bayi tersebut ternyata meninggal dunia.

“Saya tidak akan menuntut atas meninggalnya bayi itu,tetapi sangat kecewa dengan pelayanan RS Permata Bunda.Semuga hal itu tidak terjadi pada pasien yang lain”,Nanik mengakhiri. Hari Minggu (6/5/2018)bayi laki-laki itu dikebumikan di Dusun Glongsor Desa Sidorejo Kecamatan Jabung. Sementara,kondisi Shinta bunda sang bayi masih dalam proses perawatan RS setempat. (Sur/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional