Memontum.Com

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang

Keterangan 2 Saksi Kasus Pemalsuan Surat Disangkal Pengacara Terdakwa

  • Selasa, 8 Mei 2018 | 19:32
  • / 22 Sya'ban 1439
Keterangan 2 Saksi Kasus Pemalsuan Surat Disangkal Pengacara Terdakwa
Saksi Ferry

Sementara itu, saksi Suherman mengaku jika Ia tidak pernah menjual tanah di Jl. HA Salim No.58 Madiun Madiun dengan SHM No.2064 Kel. Nambangan Lor kepada terdakwa. Ia menambahkan jika dirinya tidak tahu menahu soal bukti kuitansi tersebut.

Mendengar keterangan saksi Suherman, kuasa hukum terdakwa Petter Talaway SH bersama partner meminta JPU untuk memperlihatkan bukti documentary evidence berupa kuintansi yang diperlihatkan kepada majlis hakim.

Setelah itu hakim meminta kepada saksi Suherman untuk memberikan tanda tangan pada kertas kosong yang sudah dipersiapkan untuk mengetahui keaslian tanda tangan tersebut. Setelah majelis hakim melihat tanda tangan yang dibuat oleh saksi Suherman, Hakim Pujo terkejut dikarenakan lima tanda tangan yang ditulis saksi Suherman antara tanda tangan pertama sampain tanda tangan kelima berbeda.

“Lima tanda tangan kok berbeda,” tanya hakim Pujo kepada saksi Suherman yang pada persidangan saksi ini tidak menanggapi pertanyaan hakim. Di sisi lain, Kuasa Hukum terdakwa Petter Talaway SH mengatakan jika perkara ini sebelumnya masuk ke perkara perdata sebanyak 6 kali di Madiun dan dimenangkan oleh terdakwa. Ia menambahkan jika keterangan yang telah diberikan oleh saksi tersebut tidak benar.

“Keterangan saksi, dia menang pada persidangan perdata, padahal pada sidang perdata sebelumnya semuanya dimenangkan kita,” ujar Petter saat dikonfirmasi setelah persidangan. Dalam perkara ini seharusnya tidak sampai ke pengadilan di karenakan keceroboan penyidik dan jaksa.karena pada tahun 1999 perkara ini sudah di lanjutkan di kepolisian.dàn di lakukan Leb dan hasilnya bahwa tanda tangan itu asli setelah itu perkara di SP3 .

Setelah itu tahun 2005 dilaporkan lagi hasilnya di SP 3. Sedangkan obyek sudah dijual ke orang lain dengan dasar dan alat bukti yang sama yaitu bukti kuitansi palsu. Padahal tanda tangan tersebut hasil lab asli. Padahal putusan perdata sudah 3 kali sampai ke PK ( Peninjauan Kembali ) dan putusannya pun dimenangkan oleh terdakwa.

Dari perkara ini terdakwa Djie Kian Sioe harus bebas murni hakim sebagai wakil Tuhan harus jeli dan amanah serta adil dalam menyikapi perkara ini. (sri/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional