Connect with us

Situbondo

Tabrak Becak, Jatuh, Tewas Dihantam Pikap

Diterbitkan

||

MENINGGAL: Farid dilarikan ke RSUD Abdoer Rahem setelah dihantam oleh pikap tanpa identitas.(im)

Memontum Situbondo Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran, Senin (7/5/2018) malam. Korban adalah Farid Madji, warga stempat. Pria 29 itu meninggal akibat pendarahan di kepalanya setelah disambat oleh mobil pikap dari arah belakang.

Menurut informasi yang dihimpun Memontum.com, peristiwa itu bermula saat Farid mengendarai sepeda motor nopol P 6781 FB dari arah utara menuju selatan. Sesampainya di TKP, karena kondisi jalan yang sangat gelap, tanpa sengaja Farid menabrak becak di depannya yang dikemudian oleh Misdar.

Setelah menghantam kendaraan roda tiga itu, Farid terpental ke arah kanan. Nahasnya, dari arah berlawanan melaju sebuah pikap yang tidak diketahui identitasnya. Pikap tersebut langsung menhantam Farid hingga mengalami luka robek di bagian kepala.

Kanit Laka Polres Situbondo, Ipda Teguh Santoso,SH saat dikonfirmasi Memontum.com mengatakan, setelah mendengar informasi adalanya laka, petugas turun ke lokasi. Sementara Farid oleh petugas dievakuasi ke RSUD Abdoer Rahem Situbondo.

“Korban pengendara motor sempat mendapat perawatan di RSUD Abdoer Rahem. Namun hanya sebentar. Kemudian meninggal dunia akibat pendarahan di kepalanya,” terangnya.

Selain mengevakuasi korban, kata Teguh, petugas juga melakukan olah TKP dan membuat sket TKP. “Selain itu kami juga melakukan upaya pencarian saksi-saksi di lapangan, untuk barang bukti, dibawa ke unit laka Polres SItubondo,” ungkapnya.

Selain korban meninggal, kata Teguh, pengendara becak mengalami luka ringan. Yakni luka robek pada tangan kanan.

“Pengayuh becaknya hanya mengalami luka ringan. Sedangkan becaknya juga mengalami kerusakan di roda depan samping kanan. Tafsiran kerugiannya sebesar Rp. 75 ribu,” jelasnya.
Sementara untuk kerugian materi pada kendaraan sepeda motor, mencapai ratusan ribu. “Kendaraan sepeda motor mengalami kerusakan pada setir, lampu dan shock depan. Tafsiran kerugiannya sebesar Rp. 750 ribu,” jelasnya.

Mengenai faktor penyebab laka, menurut Teguh disebabkan karena kurang hati-hatinya pengendara sepeda motor. “Memang keadaan jalan cukup gelap. Tapi yang jelas penyebab utamanya karena kurang hati-hatinya pengendara motor. Sementara untuk kurangnya penerangan jalan di lokasi, kami akan melakukan kordinasi dengan Dinas terkait atau petugas penerangan lampu jalan,” terangnya. (im/yan)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *