Connect with us

Jember

Ponpes Miliki Peran Besar Untuk Peningkatan SDM

Diterbitkan

||

Memontum Jember Bupati Jember dr. Faida MMR. mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lahirnya generasi terbaik di Kabupaten Jember. Hal tersebut di sampaikan Bupati Faida dalam sambutanya saat menghadiri acara Haflatul Imtihan Ke-4 di Pondok Pesantren As-Sa’adah Desa Selodakon, Kecamatan Tanggul, Minggu (13/5/18).

Selain berbicara generasi terbaik Qur’ani dalam acara tersebut, acara ini juga untuk penutupan Majelis Dzikir Rotibul Haddad dan Istigosah As-Sa’adah sebelum memasuki Bulan Suci Ramadhan.

Dalam acara tersebut Bupati Faida juga menyinggung peran serta sentral Pondok Pesantren dan Masjid, sebagai sentral solusi bagi masalah masyarakat.
“Mari kita bersama-sama menjaga lahirnya generasi terbaik, generasi Qur’ani di Kabupaten Jember ini,” kata Bupati Jember dr. Faida MMR.

Di Jember, masih kata perempuan pertama Bupati Jember ini, ada sekitar 2.831 masjid. Masjid-masjid ini diurus oleh takmir, marbot, muadzin, dan khotib.
“Jika ulama dan umara sudah bersatu, maka negeri ini sudah damai tentram. Pembangunan lancar dan maju,” tutur bupati.

Diterangkannya, Pemerintah Kabupaten Jember memperhatikan fasilitas jalan menuju pesantren dan lembaga pendidikan lainnya.”Jangan sampai ada jalan yang ke pesantren gelap dan jalannya rusak, karena termasuk yang menjadi prioritas,” ujarnya.

Terkait pembangunan, bupati menegaskan membangun sumberdaya manusia paling penting. Karena itu Jember bertekad, tidak boleh ada anak-anak Jember yang putus sekolah sebelum lulus SMA/SMK/MA. (ren/min)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jember

Faida Beri Perhatian Ruang Belajar Ponpes

Diterbitkan

||

Calon Bupati Jember nomor urut 1, dr Hj Faida, MMR.
Calon Bupati Jember nomor urut 1, dr Hj Faida, MMR.

Memontum Jember – Kondisi kurang optimal pada beberapa ruang belajar di Pondok Pesantren (Ponpes) dan asrama putri di wilayah Kabupaten Jember, mendapat perhatian serius calon Bupati Jember nomor urut 1, dr Hj Faida, MMR.

Merespon kondisi yang banyak ditemuinya selama menyampaikan visi dan misi ke masyarakat, Bupati petahana tersebut berencana melakukan revitalisasi. Dengan begitu, keberadaan pesantren yang memiliki peran strategis dalam pembangunan karakter generasi muda di Jember, bisa kian optimal.

“Mengapa harus revitalisasi ruang belajar Ponpes dan asrama santri, karena saya ingin Jember sebagai Kota Tahfidz. Yang artinya, pondok pesantrennya memiliki ruang belajar dan asrama yang ideal. Sehingga, santri dapat ngaji dan belajar lebih nyaman,” kata dr Hj Faida, MMR, kemarin (20/10).

Faida menambahkan, ketika nantinya mendapatkan kepercayaan rakyat untuk kembali memimpin perubahan Jember, langkah revitalisasi ruang belajar pesantren dan asrama santri, akan menjadi salah satu prioritas. Sehingga, rencana revitalisasi segera terwujud.

Dalam kunjungannya ke Ponpes Fatihul Ulum Putra di Manggisan Tanggul dan bertemu langsung Kyai Muhson – pengasuh Ponpes, banyak hal yang disampaikan oleh dr Faida. Termasuk, mengenai janji kerja dan skema kebijakan pembangunan Pemerintah Daerah Kabupaten Jember. (fai/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca

Jember

Jenazah Korban Covid-19 Disalatkan di Depan TPU

Diterbitkan

||

Jenazah pasien covid-19 disalatkan di depan pintu masuk Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Padomasan.
Jenazah pasien covid-19 disalatkan di depan pintu masuk Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Padomasan.

Sempat Terjadi Salah Paham dan Debat

Memontum Jember – Proses pemakaman seorang wanita warga Dusun Krajan, Desa Padomasan, Kecamatan Jombang dilakukan dengan Protokol Covid-19, Minggu (18/10/2020) sore, berlangsung cukup panjang. Penyebabnya, terjadi salah paham antara pihak keluarga dengan tim pemakaman, sehingga mengakibatkan debat terlebih dahulu.

Namun, setelah dimediasi, prosesi pemakaman pun berjalan dengan standart protokol Covid-19. Sementara jenazah, disalatkan di depan pintu masuk Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Kapolsek Jombang, Iptu Kusmianto, menjelaskan bahwa adanya perdebatan itu, karena pihak keluarga kurang mendapat informasi perihal kondisi jenazah. Yakni, hasil swab test korban, terkonfirmasi positif covid-19.

“Sempat terjadi perdebatan antara keluarga dengan petugas saat akan pemakaman. Pemicunya miss komunikasi (salah paham, red) soal kondisi almarhumah yang terkonfirmasi positif Covid-19,” kata Kusmianto saat dikonfirmasi wartawan seusai pemakaman.

Kusmianto menjelaskan, pihak keluarga ingin pemakaman dilakukan secara umum dan dilakukan prosesi dengan kaidah agama Islam. Bahkan, disalatkan di musala atau masjid setempat.

“Kami akhirnya menengahi terhadap kesalah-pahaman itu. Alhamdulillah, pihak keluarga dan warga sekitar dapat menerima,” sambungnya.

Sehingga, prosesi pemakaman tetap menggunakan protokol Covid-19. Tapi saat disalatkan, posisi jenazah di dalam peti dan berada di dalam mobil ambulans. Sementara untuk warga dan pihak keluarga yang mensalatkan jenazah, posisinya di tengah jalan atau depan pintu masuk TPU.

Sekdes Padomasan, Abdul Khafid mengatakan bahwa terjadinya perdebatan karena kurangnya informasi yang disampaikan pihak rumah sakit dengan pihak keluarga.

“Almarhumah seorang janda dan memang terjadi miss komunikasi. Penyebabnya karena kurangnya informasi dari pihak rumah sakit kepada keluarga. Jadi, ada salah satu keluarga sempat emosi. Bahkan sampai mau mengangkat sendiri (memakamkan dengan cara normal) jenazah itu,” ujar Khafid. (ark/tog/sit)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement

Terpopuler