Connect with us

Bangkalan

Geger, 131 Jamaah Pengajian Pamekasan Keracunan Massal, Usai Santap Makanan dari Panitia

Diterbitkan

||

ilustrasi

Memontum Pamekasan—– Warga Pantura (Pantai Utara) Pamekasan digegerkan dengan adanya ratusan warga yang mengalami keracunan massal. Peristiwa naas tersebut terjadi saat warga menghadiri acara pengajian yang digelar oleh Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Nurul Jadid, Desa Ponjanan Timur, Kecamatan Batumar-mar, Kabupaten Pamekasan pada Minggu (13/5/2018).

Informasi yang dihimpun Memontum.com, pengajian tersebut digelar pada Sabtu malam (12/5/2018). Namun naas, usai menyantap makanan yang diberikan oleh panitian, sebanyak 131 jamaah pengajian menjadi korban keracunan. Tak ayal, korban langsung dilarikan ke RS Waru untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan medis.

Menurut Romli (30) warga setempat, salah satu orang tua korban yang mengalami keracunan menuturkan bahwa anaknya Aini (4), awalnya mengeluh pusing, mual dan muntah. Itu terjadi setelah mengkonsumsi makanan yang diberikan oleh panitia pengajian.

“Bersama keluarga menyantap makanan yang diberikan oleh panitia pengajian. Namun selang beberapa waktu kemudian, anak dan keluarga saya mengeluh pusing dan mengalami mual, muntah. Akibatnya saya langsung bergegas membawa ke RSUD Waru untuk mendapatkan penanganan medis,” kata Romli.

Sementara itu, Dokter RSUD Waru, Akhmad Khusairi membenarkan ada sekitar 131 pasien datang ke RSUD Waru dengan keluhan pusing, mual dan muntah. Mereka berdatangan sejak mulai pukul 01.00 dini hari.

“Mereka datang dengan keluhan pusing dan mual muntah setelah selesai mengkonsunsi makanan dari acara pengajian. Sempat ada yang kejang kejang tapi kami sudah menanganinya,” terangnya.

Informasinya, sejumlah Puskesmas dan Rumah Sakit (RS) yang dipadati dengan pasien yang keracunan tersebut. Meliputi Puskesmas Batu Marmar over load (full), Puskesmas Waru over load (full). Juga Puskesmas Pasean sekitar 8 orang pasien, serta pasien paling banyak di RSUD Waru. (go/edo/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bangkalan

Tak Ada Transparansi, Warga Banyuning Laok Minta Pendaftaran BPD Diulang

Diterbitkan

||

Perwakilan masyarakat Desa Banyuning Laok Kecamatan Geger melakukan hearing ke komisi A DPRD Bangkalan,(1/10/2019).

Memontum Bangkalan – Pembentukan panitia untuk pemilihan Badan Musyawarah Desa (BPD) di Desa Banyuning Laok Kecamatan Geger,Bangkalan dinilai tak transparan. Sebab, sebagian masyarakat menganggap tak mengetahui pembentukan tersebut, maka mereka mendatangi DPRD Bangkalan dan meminta pendaftaran diulang,(1/10/2019).

Selain tak dilibatkan dalam pembentukan, masyarakat menilai pengumuman pendaftaran pun tak sepenuhnya dilakukan secara terbuka. Bahkan ada dua dusun dari desa tersebut yang tidak memiliki perwakilan.

“Desa kami itu luas dan masyarakatnya banyak. Seharusnya dari tiap dusun ada yang mewakili, tapi ini tidak. Dua dusun di Dusun Beralagibugan, platok budur tidak memiliki perwakilan. Bahkan, pengumuman pendaftaran juga tak jelas,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi A DPRD Bangkalan Mujiburrohman menyampaikan pembentukan dilakukan dengan dua cara. Yakni langsung dan tak langsung. Selain itu, ia mengaku juga akan melakukan komunikasi dua arah ke pihak terkait.

“Kami akan sikapi ini secara prosedural dan tidak bisa langsung menentukan. Yang pasti, kami akan panggil pihak terkait,” paparnya.

Diketahui, tak hanya sekali ini saja pembentukan panitia BPD dilakukan secara tertutup. Sebelumnya, masyarakat juga telah melakukan aksi demonstrasi di DPMD mengenai tak adanya transparansi mengenai hal tersebut. (isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Bangkalan

Tanpa Identitas, Mayat Pria Paruh Baya Ditemukan Dipinggir Laut

Diterbitkan

||

Terbujur kaku : mayat tanpa identitas ditemukan di sekitar dermaga Lanal Batu Poron, Kecamatan Kamal, Kamis (26/9/2019)
Terbujur kaku : mayat tanpa identitas ditemukan di sekitar dermaga Lanal Batu Poron, Kecamatan Kamal, Kamis (26/9/2019)

Bangkalan, Memontum – Petugas Angla Arsenal dikagetkan oleh penemuan mayat pria paruh baya disekitar dermaga Lanal Batu Poron, Kecamatan Kamal pada siang tadi, Kamis (26/9/2019). Mayat pria yang tidak dikenali identitasnya itu kemudian diamankan oleh anggota Polsek Kamal.

Mayat pria ini ditemukan dengan mata membelalak dan mulut terbuka. Pada tubuh mayat tersebut juga terdapat tato yang terletak di sisi kiri dadanya.

Dari saku pria paruh baya ini, ditemukan sebuah ponsel, uang tunai Rp 201 ribu serta beberapa obat ampisilin dan dextim plus. Mayat kemudian dibawa ke RSUD Syamrabu untuk diotopsi.

Kasubbag Humas Polres Bangkalan, Iptu Suyitno membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Dikatakan, perkiraan usia mayat pria tersebut sekitar 50 tahun.

“Kami bawa ke RSUD Syamrabu untuk diotopsi. Masih dikembangkan untuk identitas dan penyebab meninggalnya korban tenggelam ini,” ucapnya. (isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Bangkalan

Lihat Pengerukan Tanah, Dibabat Clurit dan Parang 8 Orang

Diterbitkan

||

Terkapar, Abdul Aziz mengalami luka bacok sedang dirawat di RSUD Syamrabu

Memontum Bangkalan – Nasib naas menimpa Abdul Aziz (50) Desa Jung Anyar Kecamatan Socah,Bangkalan hari ini (25/9/2019). Ia dibacok oleh 8 orang saat mengawasi pengerukan tanah di Dusun Jung Anyar Pesisir Desa Jung Anyar Kecamatan Socah,Bangkalan.

Mulanya pada pukul 10.00, Aziz beserta Ali anaknya dan ARS kerabatnya melakukan pemantauan pengerukan tanah. Kemudian datang dan menanyakan tanah yang dikeruk apakah milik H Rawi. Namun ketiganya tak menjawab.

Selisih beberapa menit, ARW beserta 7 rekannya datang kembali dengan membawa clurit dan parang. Mereka langsung menyerang Abdul Aziz, hingga mengalami luka parah di bagian kepala.

Setelah melihat korban terluka, sekelompok orang itu kabur meninggalkan Aziz yang telah terkapar. Kemudian Ali dan ARS membawa Aziz ke Puskesmas setempat kemudian dirujuk ke RSUD Syamrabu bersama kepala desa Jung Anyar, Nazir.

“Iya, korban dikeroyok oleh ARW cs dengan parang dan clurit. Saya berharap pelaku segera ditangkap,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Socah AKP Hartanta menyampaikan kasus ini telah ditangani oleh polres Bangkalan. Diakuinya, seluruh pelaku saat ini masih dalam pengejaran.

“Pelaku masih dalam pengejaran. Untuk korban saat ini sudah dirawat di RSUD Syamrabu dan mengalami luka dibagian kepala, punggung serta wajah,” ucapnya. (Isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler