Memontum.Com

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS

Mimpi Gaib, 17 Kuburan Keramat di Saronggi–Sumenep Dibongkar

  • Senin, 14 Mei 2018 | 10:30
  • / 28 Sya'ban 1439
Mimpi Gaib, 17 Kuburan Keramat di Saronggi–Sumenep Dibongkar
Wabup Mochammad Nur Arifin melantik 131 Kepala Desa di pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek

Memontum Sumenep—– Sebanyak 17 kuburan berusia puluhan tahun di Desa Aeng Tongtong, Kecamatan Saronggi, Sumenep dibongkar. Puluhan makam itu dipindah ke lahan lain oleh ahli waris. Proses pemindahan makam tua dengan usia sekitar 75 tahun dilakukan sejak Sabtu malam (12/5/2018) sekitar pukul 20.30.
“Proses pemindahannya mulai tadi malam sekitar pukul 20.30 sampai jam 06.30 pagi tadi. Sebanyak ada 17 makam yang kita bongkar sudah kita pindahkan,” terang Dodik salah seorang kerabat ahli waris, kepada media ditemui di lokasi pemindahan.

Sementara, latar belakang dipindahnya kuburan yang dipercaya keramat itu, diceritakan oleh Dodik. Dodik mengungkapkan pihak ahli waris didatangi mimpi ghaib. Seolah beberapa penghuni makam meminta untuk dipindah lahan karena tidak kerasan dikuburkan di lahan pemakaman tersebut.

“Sebanyak 17 makam itu masih satu famili. Ada orang tua, anak, cucu, saudara dan lainnya. Nah, ada salah satu dari Asta Duwa’ itu yang datang ke ahli waris lewat mimpi minta dipindah. Karena meraka ingin lebih dekat dan pindah ke lahan sendiri,” imbuhnya.

Mimpi itu sudah datang sejak 3 tahun sebelumnya. Karena takut untuk menyampaikan pada ahli waris lainnya, maka mimpi itu dirahasiakan. Namun ternyata lambat laun ada kesamaan mimpi yang datang pada keluarga lainnya.

“Lantaran mimpi itu datang berulang-ulang kali, bahkan yang terakhir ada tiga orang yang meninggal datang dalam mimpi mengendarai kereta kencana, meminta untuk pindah, tepat di sebelah utara masjid. Dari itulah para ahli waris bermusyawarah untuk menunaikan isi dari mimpi,” tandasnya.

Namun, kata Dodik, menceritakan pemindahan Asta Duwa’ diyakini berawal pada bulan April 2018 lalu saat warga sekitar melakukan renovasi kecil-kecilan. Namun pihak ahli waris tampaknya tidak terima.

“Saya meyakini, awal dari pemindahan makam itu karena tidak terima ada warga melakukan renovasi beberapa bagian di Buju’. Namun anehnya sebelum diperbaiki, kami sudah meminta izin bahkan salah seorang ahli waris ikut membantu. Siangnya tiba-tiba datang beberapa ahli waris merusak dan mencaci maki warga yang bekerja,” bebernya.

Apa motif pemindahannya, pihaknya mengaku masih belum mengetahui secara pasti. “Apa alasannya, kami belum bisa menyimpulkan. Karena yang membongkar ahli warisnya sendiri, ya kita biarkan saja. Kita tidak ikut-ikutan karena warga disini meyakini makam itu keramat, kami takut,” ujarnya. (edo/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional