Connect with us

Kabupaten Malang

Ribuan Nelayan SendangBiru Ancam Unjuk Rasa, Tolak Pembangunan Rusun

Diterbitkan

||

Aktifitas di TPI SendangBiru. (sur)

Memontum Malang—–Tidak kurang dari 2000 orang kelompok nelayan pantai SendangBiru Desa Tambakrejo Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe)Kabupaten Malang bakal menggelar aksi unjuk rasa.Hal itu dilakukan terkait rasa keberatan dengan dibangunnya Rumah susun(Rusun)oleh Dinas Perikanan Propinsi Jatim sebulan lalu.

H.UmarHasan,Ketua kelompok nelayan Rukun Jaya mengatakan,dengan dibangunnya Rusun ini telah mempersempit sarana pekerjaan nelayan setempat. “Nelayan sangat membutuhkan kawasan ini untuk ayom-ayom perbaikan jaring,termasuk kegiatan saat petik laut.Dan yang sangat penting juga untuk tempat parkir kendaraan dan olahraga para nelayan”,papar H.Umar Senen (14/5/2018)kemaren.

H.UmarHasan Ketua Nelayan Rukun Jaya Sendan Biru

H.UmarHasan Ketua Nelayan Rukun Jaya Sendan Biru

Dikatakan, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi bersama para nelayan setempat,dan hasilnya juga disampaikan ke pihak Dinas Perikanan propinsi Jatim.Namun tidak ada tanggapan.Mereka justru melanjutkan pembangunan Rusun tersebut hingga mencapai sekian porsen.”Kami sepakat,agar pembangunan ini dihentikan.Karena Rusunawa yang ada saat ini belum berfungsi”,terang Umar.Kendati demikian,pihaknya tetap memberi himbauan kepada seluruh nelayan agar tidak berulah.”Hasil penolakan nanti saya sampaikan kepada Dinas Perikanan propinsi Jawa timur,termasuk dinas terkait di Kabupaten Malang.”Kita juga belum tahu,siapa pelaksana termasuk rekanan proyek ini.Selama ini kami tidak pernah diajak koordinasi”,ujarnya.

Ditempat yang sama,Budi ketua kelompok nelayan sekoci mengatakan,pihaknya juga mengaku sangat keberatan dengan pembangunan Rusun itu.Tambah Budi,apalagi lokasi tersebut saat ini masih dalam proses pengajuan masyarakat nelayan ke pemerintah pusat.”Lahan itu bagian dari jumlah 17,3 hektar yang saat ini dalam proses pengajuan ke pemerintah pusat.Pembangunan itu juga tanpa melalui jalan musyawarah dan koordinasi dengan para nelayan.Karenanya,kami sangat dan sangat keberatan”,sesal Budi.

Terpisah,Sudarsono salah seorang pedagang ikan mengatakan,seharusnya kawasan itu untuk tempat perbaikan perahu.Dijelaskan,pihaknya bukannya tidak setuju dengan pembangunan Rusun tersebut.Hanya saja,tambah mantan Kades Tambakrejo periode lalu ini,pembangunan itu harusnya ada kesepakatan dengan para nelayan.”Ditempat lain masih ada lahan,kenapa harus disini.Mestinya juga koordinasi baik dengan pemerintah desa,kecamatan termasuk Kabupaten.Menurut saya selama ini,koordinasi itu tidak ada.Jika ternyata,aspirasi kami tidak digubris,kami sepakat menggempur bangunan ini”,pungkas Sudarsono(Sur/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Terpopuler