Connect with us

Kabupaten Malang

4 Pasangan Mesum Losmen Mekarsari Slorok Diamankan Polres & Pol PP Malang

Diterbitkan

||

Diamankan: Polres dan Satpol PP Kabupaten Malang amankan Pasangan Mesum. (Ist)

Memomtum Malang—– Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1439 Hijriyah,Polres Malang bersama Satpol PP Kabupaten Malang mulai melakukan razia disejumlah Losmen dan penginapan yang terindikasi jadi ajang mesum. Seperti Sabtu (12/5/2018) kemaren, dua truk polisi dibantu Satuan Polisi Pamong Praja(Satpol PP) Kabupaten Malang, melanjutkan penyisiran di Kecamatan Kromengan.

Hasilnya, di Losmen Mekarsari, Jalan Kalibiru, Desa Slorok, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, mengamankan 4 orang pasangan mesum bukan suami istri yang kedapatan berasyik masuk di dalam kamar losmen.

Cukup lama Polisi mengetuk pintu losmen agar mereka segera membukakan pintu. Setelah pintu terbuka, keempat pasangan mesum pun langsung menyembunyikan wajahnya. Setelah identitas di data, ke empat pasangan mesum tersebut langsung dibawa ke Polres Malang.

“Dari hasil penyisiran losmen, penginapan dan komplek Suko, ada 4 orang pasangan bukan suami istri yang kita amankan. Mereka akan kita kenakan pasal Tipiring,” ungkap AKP Edi Purnama Sunyata, Kasubag Dal Ops Polres Malang, Sabtu (12/5/2018) kemaren saat memimpin jalanya Operasi Pekat 2018.

Kata Edi, razia akan terus dilakukan sampai H-1 Bulan Ramadan tahun ini. Sasaran razia adalah tempat mesum, narkoba, senjata tajam dan juga minuman keras.

“4 orang pasangan mesum ini rata-rata warga luar Malang. Mereka kita data dan kita bina agar tidak mengulangi lagi perbuatanya,” terangnya.(sur/yan)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabupaten Malang

Kemendikbud Bersama KEK Singhasari Siap Cetak SDM Unggul

Diterbitkan

||

Saryadi, bersama beberapa perwakilan saat berfoto bersama dalam kegiatan workshop. (ist)
Saryadi, bersama beberapa perwakilan saat berfoto bersama dalam kegiatan workshop. (ist)

Memontum Malang – Kawasan ekonomi khusus (KEK) Singhasari terus berkomitmen untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang nantinya bisa diharapkan menjadi daya saing utama di era digital ekonomi.

Sebagai KEK pertama di bidang digital, KEK Singhasari bersama-sama dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jendral (Ditjen) Pendidikan Vokasi, menggandeng Amazon Web Service (AWS) guna melakukan upskilling kepada guru-guru SMK tingkat Nasional dalam kegiatan ‘Workshop Peningkatan Kompetensi Guru SMK bidang Cloud Computing’.

Workshop tersebut, bertempat di Pendopo Museum KEK Singhasari, Senin (19/10), yang merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman terkait pengembangan Pendidikan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi dan juga perjanjian kerjasama peningkatan kompetensi SDM bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi pada pendidikan Vokasi dan KEK Singhasari.

“Ini adalah salah satu bentuk komitemen untuk mewujudkan link and match, antara pendidikan vokasi, dalam hal ini merupakan SMK dengan dunia industri yang dimana representasinya adalah KEK Singhasari yang memang perlu SDM terampil di jenjang pendidikan menengah yang bisa disuplai oleh SMK,” ujar Kasubdit Penyelarasan Kejuruan dan Kerja Sama Industri Direktorat Pembinaan SMK, Kemendikbud, Saryadi, Senin.

Pada kesempatan itu, Direktur Kementrian dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Indsutri, Ditjen Pendidikan Vokasi, Ahmad Saufi, melalui video conference menjelaskan, salah satu bidang dalam teknologi informasi dan komunikasi yang paling populer dan dibutuhkan saat ini adalah cloud computing. Sebuah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengola Big Data yang memudahkan untuk interaksi dan aktivitas.

“Oleh karena itu, cloud computing menjadi sebuah solusi untuk menjawab tantangan revolusi industri 4.0 ini. Saya juga apresiasi pihak AWS yang telah mau untuk mengimplementasikan dalam pelaksanaan workshop ini, sehingga berdampak pada peningkatan kualitas peserta didik SMK,” tambahnya.

Saryadi menambahkan, kegiatan ini akan lebih mengarah pada teknologi agar guru dan anak-anak nantinya bisa di arahkan untuk menjadi praktisioner.

“Jadi nanti tidak lagi sekolah di haruskan mempunyai hardware yang mahal, tapi cukup dengan komputer standart pun itu sudah bisa dalam mengimplementasikan cloud computing. Ini juga diharapkan nanti bisa memangkas biaya di sekolah juga,” tutupnya. (riz/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Home Industri Makaroni Ludes Terbakar

Diterbitkan

||

Personel PMK Kabupaten Malang berupaya memadamkan api yang melahap home industri makaroni milik H Samsul berlokasi di Jalan Raya Desa Codo.
Personel PMK Kabupaten Malang berupaya memadamkan api yang melahap home industri makaroni milik H Samsul berlokasi di Jalan Raya Desa Codo.

Memontum Malang – Industri rumahan yang memproduksi camilan makaroni milik H Samsul di Jalan Raya Desa Codo Rt 44 Rw 13, Kecamatan Wajak, dilalap si jago merah, Minggu (18/10) tadi. Beruntung, dalam kejadian itu tidak sampai mengakibatkan korban jiwa.

“Kami menerima laporan tersebut sekitar 09.10 WIB,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPK) PMK Kabupaten Malang, Goly Karyanto.

Untuk memadamkan api, sedikitnya empat unit mobil pemadam, dikerahkan ke lokasi. Termasuk, satu unit kendaraan PMK dari PT Pindad.

“Api baru berhasil kami padamkan sekitar pukul 10.37 WIB. Sementara di lokasi, api telah membakar seluruh isi home industri,” paparnya.

Terkait dengan penyebab kebakaran, dirinya menjelaskan, tengah ditangani oleh petugas kepolisian. “Kemungkinanya, bisa dari aliran listrik atau tempat untuk memasak makaroni. Tapi untuk pastinya, masih diselidiki petugas kepolisian,” imbuhnya. (riz/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler