Connect with us

Kabupaten Malang

Bengkel Mobil Tua Terbakar Gara-Gara Sampah

Diterbitkan

||

PADAM : Gara-Gara tong sampah. (foto Humas Polres Malang)

Memontum Malang —Bengkel mobil tua yang terbakar, Minggu (3/6/2018) jelang petang, dipastikan akibat pembakaran sampah dalam tong. Sejumlah saksi dimintai keterangan dan korban hanya rugi Rp 5 juta rupiah.

Kompol Untung Bagyo Riyanto SH, Kapolsek Singosari, memastikan dari hasil keterangan saksi bahwa penyebab kebakaran adalah bekas sampah kertas dan tong.  “Sampah dibakar oleh saksi sore pukul 15.00. Kemungkinan memercik ke bangunan dan api membesar, ” terang Untung.

Untung memastikan pula, tidak ada korban jiwa. Kebakaran menyebabkan kerugian korban sebesar Rp 5 juta. Selaku korban yakni Hendra Budi Hartanto (59) warga Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Hartanto merupakan pemilik bengkel mobil tua yang berada di Jalan Raya Karanglo, Desa Banjararum, Kecamatan Singosari atau berdempetan dengan Hotel Solaris Singosari. Lokasinya tepat di pinggir jalan raya Malang-Surabaya sehingga mengundang perhatian pemakai jalan.

Dua orang jadi saksi yaitu Feri Krisdianto (31) sekuriti Hotel Solaris, warga Desa Sumberagung, Kecamatan Sumbermanjingwetan dan Jaseran (61) warga Karanglo Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Saksi ini sempat berusaha menyemprotkan tabung pemadam untuk menjinakkan api. Kobaran api berangsur padam usai datang mobil PMK Kabupaten Malang. Datang pula, anggota Satuan Lalu Lintas di lokasi dan Polsek Singosari, termasuk Kompol Untung Bagyo Riyanto SH.  (sos)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabupaten Malang

Kemendikbud Bersama KEK Singhasari Siap Cetak SDM Unggul

Diterbitkan

||

Saryadi, bersama beberapa perwakilan saat berfoto bersama dalam kegiatan workshop. (ist)
Saryadi, bersama beberapa perwakilan saat berfoto bersama dalam kegiatan workshop. (ist)

Memontum Malang – Kawasan ekonomi khusus (KEK) Singhasari terus berkomitmen untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang nantinya bisa diharapkan menjadi daya saing utama di era digital ekonomi.

Sebagai KEK pertama di bidang digital, KEK Singhasari bersama-sama dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jendral (Ditjen) Pendidikan Vokasi, menggandeng Amazon Web Service (AWS) guna melakukan upskilling kepada guru-guru SMK tingkat Nasional dalam kegiatan ‘Workshop Peningkatan Kompetensi Guru SMK bidang Cloud Computing’.

Workshop tersebut, bertempat di Pendopo Museum KEK Singhasari, Senin (19/10), yang merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman terkait pengembangan Pendidikan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi dan juga perjanjian kerjasama peningkatan kompetensi SDM bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi pada pendidikan Vokasi dan KEK Singhasari.

“Ini adalah salah satu bentuk komitemen untuk mewujudkan link and match, antara pendidikan vokasi, dalam hal ini merupakan SMK dengan dunia industri yang dimana representasinya adalah KEK Singhasari yang memang perlu SDM terampil di jenjang pendidikan menengah yang bisa disuplai oleh SMK,” ujar Kasubdit Penyelarasan Kejuruan dan Kerja Sama Industri Direktorat Pembinaan SMK, Kemendikbud, Saryadi, Senin.

Pada kesempatan itu, Direktur Kementrian dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Indsutri, Ditjen Pendidikan Vokasi, Ahmad Saufi, melalui video conference menjelaskan, salah satu bidang dalam teknologi informasi dan komunikasi yang paling populer dan dibutuhkan saat ini adalah cloud computing. Sebuah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengola Big Data yang memudahkan untuk interaksi dan aktivitas.

“Oleh karena itu, cloud computing menjadi sebuah solusi untuk menjawab tantangan revolusi industri 4.0 ini. Saya juga apresiasi pihak AWS yang telah mau untuk mengimplementasikan dalam pelaksanaan workshop ini, sehingga berdampak pada peningkatan kualitas peserta didik SMK,” tambahnya.

Saryadi menambahkan, kegiatan ini akan lebih mengarah pada teknologi agar guru dan anak-anak nantinya bisa di arahkan untuk menjadi praktisioner.

“Jadi nanti tidak lagi sekolah di haruskan mempunyai hardware yang mahal, tapi cukup dengan komputer standart pun itu sudah bisa dalam mengimplementasikan cloud computing. Ini juga diharapkan nanti bisa memangkas biaya di sekolah juga,” tutupnya. (riz/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Home Industri Makaroni Ludes Terbakar

Diterbitkan

||

Personel PMK Kabupaten Malang berupaya memadamkan api yang melahap home industri makaroni milik H Samsul berlokasi di Jalan Raya Desa Codo.
Personel PMK Kabupaten Malang berupaya memadamkan api yang melahap home industri makaroni milik H Samsul berlokasi di Jalan Raya Desa Codo.

Memontum Malang – Industri rumahan yang memproduksi camilan makaroni milik H Samsul di Jalan Raya Desa Codo Rt 44 Rw 13, Kecamatan Wajak, dilalap si jago merah, Minggu (18/10) tadi. Beruntung, dalam kejadian itu tidak sampai mengakibatkan korban jiwa.

“Kami menerima laporan tersebut sekitar 09.10 WIB,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPK) PMK Kabupaten Malang, Goly Karyanto.

Untuk memadamkan api, sedikitnya empat unit mobil pemadam, dikerahkan ke lokasi. Termasuk, satu unit kendaraan PMK dari PT Pindad.

“Api baru berhasil kami padamkan sekitar pukul 10.37 WIB. Sementara di lokasi, api telah membakar seluruh isi home industri,” paparnya.

Terkait dengan penyebab kebakaran, dirinya menjelaskan, tengah ditangani oleh petugas kepolisian. “Kemungkinanya, bisa dari aliran listrik atau tempat untuk memasak makaroni. Tapi untuk pastinya, masih diselidiki petugas kepolisian,” imbuhnya. (riz/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler