Memontum.Com

iklan Penerimaan Mahasiswa baru universitas wisnuwardhana
space ads post kiri

Wajib Bunting Digeber di Kota Malang, DPKP Gelar Upaya Khusus

  • Selasa, 5 Juni 2018 | 10:48
  • / 21 Ramadhan 1439
  • Dibaca : 65 kali
Wajib Bunting Digeber di Kota Malang, DPKP Gelar Upaya Khusus

Memontum Kota MalangDinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemerintah Kota Malang terus menggalakkan berbagai program guna mempertahankan dan meningkatkan populasi sapi. Hal ini penting dilakukan, karena sebagai kawasan perkotaan dengan jumlah lahan pertanian dan peternakan yang semakim sempit, maka perlu ada beberapa inovasi untuk mempertahankan populasi sapi demi kebutuhan masyarakat Kota Malang.

Salah satu upaya yang terus digalakkan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan adalah dengan menjalankan program nasional dari Kementrian Pertanian Direktorat Jendral Peternakan yakni terus menggeber program “Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting”(Upsus Siwab) yang sudah dilaunching pada 6 April lalu.

Program Upsus Siwab dari Kementerian Pertanian ini meliputi kegiatan Inseminasi Buatan (IB), Pemeriksaan Kebuntingan (PKB), Pencatatan Kelahiran dan Gangguan Reproduksi (Gangrep).

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Sri Winarni, Upsus Siwab ini disentralkan pada peternak sapi milik Supi’i, warga Kelurahan Buring, Kecamatan Kedung Kandang dan sudah berjalan dengan baik selama ini.

“Ketua pelaksanan kegiatan adalah drh. Anton Pramujiono selaku Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan dibantu 11 orang anggota Tim Upsus Siwab dari seluruh Seksi di Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang,” kata Sri Winarni.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, saat ini populasi sapi di Kota Malang berjumlah 800 ekor sapi betina yang meliputi sapi potong maupun sapi perah. Karenanya, program Upsus Siwab yang sudah berjalan mulai tahun 2017 ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah populasi sapi atau minimal mempertahankannya.

“Kami berharap minimal jumlah populasi sapi di Kota Malang ini bisa dipertahankan,” tukasnya.

Lebih lanjut Sri Winarni menjelaskan, Program Upsus Siwab dengan memberikan pelayanan kegiatan Inseminasi Buatan ditujukan unuk Penanggulangan Gangguan Reproduksi yaitu penanganan gangguan reproduksi bagi sapi betina yang mengalami kesulitan untuk bunting meskipun sudah di Inseminasi Buatan (IB) atau dikawinkan secara alami. Sedangkan Pemeriksaan Kebuntingan (PKB) adalah pemeriksaan bagi sapi betina telah di Inseminasi Buatan (Kawin Suntik) untuk mengetahui apakah sapi sudah bunting atau belum.

“Semua kegiatan tersebut dlaksanakan tanpa dipungut biaya atau Gratis bagi masyarakat peternak di Kota Malang,” imbuhnya.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang menargetkan program Upsus Siwab Tahun 2018 ini yakni Inseminasi Buatan (IB) kepada sebanyak 500 ekor sapi, Pemeriksaan Kebuntingan (PKB) sebanyak 200 ekor sapi, Pencatatan Kelahiran 100 ekor sapi dan Penanggulangan Gangguan Reproduksi (Gangrep) sebanyak 100 ekor sapi.

“Harapan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang meskipun dari tahun ke tahun lahan pertanian peternakan semakin sempit, tetapi dengan melihat antusiasme peternak di Kota Malang yang masih mempunyai semangat untuk beternak terutama ternak sapi maka dengan sudah sewajarnyalah kita ikut semangat membangun dunia peternakan melalui program Upsus Siwab,” pungkasnya. (hms/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional