Memontum.Com

POLITEKNIK NEGERI MALANG
space ads post kiri

Doa Bersama Untuk Kondusifitas Indonesia

  • Selasa, 15 Mei 2018 | 15:35
  • / 29 Sya'ban 1439
  • Dibaca : 18 kali
Doa Bersama Untuk Kondusifitas Indonesia
Suasana doa bersama untuk kebaikan bangsa

Memontum Jember Situasi akhir-akhir ini yang diwarnai meledaknya bom di beberapa tempat di Surabaya membuat sejumlah tokoh lintas agama berkumpul di Aula Pendapa Wahyawibawagraha, untuk mendoakan Indonesia damai.“Inilah yang kita butuhkan. Kita berdoa supaya bangsa ini menjdi bangsa yang kuat. Terbebas dari terror, aman dari segala bentuk gangguan,” kata Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo.

Dia menegaskan peristiwa di Mako Brimob Jakarta dan meledaknya bom di beberapa tempat di Surabaya, tidak ada kaitannya antara kelompok agama satu terhadap kelompok agama lainnya.“Jangan sampai ini menjadi faktor pemecah belah persatuan dan kesatuan di negara kita,” ujarnya. Aksi teroris itu, menurut Kapolres, merupakan perbuatan biadab yang dikutuk semua pihak. Oleh karena itu, kapolres mengajak semua pihak untuk menunjukkan bahwa tidak ada dampak dari teror yang telah terjadi. “Kita sampaikan keluar, tidak ada dampak akibat terror. Kita tetap bersatu. Kita tingkatkan toleransi diantara kita, saling menjaga. Kita semua adalah saudara. Teroris adalah musuh kita bersama,” tuturnya.

Wakil Bupati Jember Drs. KH Abdul Muqit Arief menyatakan tindakan teror bom tidak bisa diterima dari nalar maupun kacamata agama manapun.“Dari rasa kemanusiaan manapun, itu sama sekali tidak bisa kita toleransi dan tidak bisa kita terima,” ujar Wabup KH Muqiet dalam sambutannya.“Ini betul-betul mencedarai kemanusiaan kita,” imbuh pria yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Kecamatan Silo ini.

Dalam agama mana pun, menurut dia, tidak ditemukan ajaran pembenaran terhadap tindakan teroris semacam itu.Jatuhnya korban yang meninggal dari aksi teroris, Wabup Jember atas nama Pemerintah Kabupaten Jember menyampaikan duka sedalam-dalamnya.

Doa bersama lintas agama menunjukkan kerukunan para tokokh agama. Oleh karena itu, harap Wabup, perlu ditularkan ke umat maupun jamaah masing-masing. “Kerukunan ini harus kita tularkan kepada umat kita,” tuturnya.

Selain doa bersama, lima tokoh lintas agama membacakan pernyataan sikap melawan terorisme dan radikalisme. Setelah itu tokoh agama dari Islam, Katolik, Kristen, Hindu, dan Budha secara bergiliran membaca doa. Hadir dalam acara tersebut unsur Forkopimda. Camat , Kapolsek, dan Danramil se-Kabupaten Jember, serta kepala OPD di Lingkungan Pemkab Jember. (ren/min)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional