Memontum.Com

POLITEKNIK NEGERI MALANG
iklan Ucapan Partai Demokrat HUT Kota Batu
iklan Ucapan Partai Gerindra HUT Kota Batu
iklan Ucapan Partai Golkar HUT Kota Batu
iklan Ucapan Partai Keadilan Nurani Nasional HUT Kota Batu
iklan Ucapan PDI HUT Kota Batu
iklan Ucapan KNPI HUT Kota Batu
iklan Ucapan Camat Batu HUT Kota Batu
space ads post kiri

Permudah Kinerja Aparatur Desa, Pemkab dan Kejari MoU

  • Senin, 28 Mei 2018 | 16:47
  • / 13 Ramadhan 1439
Permudah Kinerja Aparatur Desa, Pemkab dan Kejari MoU
Bupati Jember dr Hj Faida bersama Kajari Jember H. Ponco Hartanto menandatangani naskah MOU

Memontum Jember Pemerintah Kabupaten Jember bersama Kejaksaan melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dalam pengawalan, pengamanan pemerintah dan pembangunan pada pemerintah kabupaten, serta penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata usaha negara, bertempat di Pendopo Wahyawibawa Graha, Senin (28/5/2018).

 

Hadir dalam kegiatan tersebut yakni seluruh kepala OPD, camat dan kades se Kabupaten Jember. “MoU antara Pemkab Jember dengan Kejaksaan pada tahun 2017 bisa dikatakan berhasil, dimana pembangunan berjalan sesuai dengan yang diperuntukan, memang ada sebagian kecil desa yang tidak sempurna dalam mengalokasikan dana desa, namun hal ini bisa diatasi,” ujar Kajari Jember H. Ponco Hartanto.

Untuk penggunaan tahun anggaran 2018, Kejari mengatakan bahwa pihaknya dalam melakukan pengawasan terhadap pengelolaan dana desa, akan segera meluncurkan aplikasi yang diberi nama AKUD kepanjangan dari ‘Ayo Kawal Uang Desa’ dengan adanya aplikasi ini, selain memudahkan pemantauan juga bisa diakses oleh seluruh masyarakat.

“Memang idealnya 1 desa ada 1 pendamping dari kejaksaan, tapi melihat luas wilayah dan banyak desa di Jember, hal ini tidak mungkin dilakukan, makanya dalam waktu dekat, kalau tidak ada kendala setelah lebaran kami bersama dengan Pemkab akan segera meluncurkan aplikasi AKUD,” tambah Kajari.

Sementara Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR dalam sambutannya mengatakan bahwa saat dirinya bersama dengan Wakil Bupati Drs. KH. Abdul Muqiet Arif menjabat, kondisi jalan di Jember mengalami kerusakan hingga 85%, sehingga secara bertahap bisa diselesaikan dengan target tahun 2019 seluruh jalan di Jember 100% sudah bebas dari kerusakan.“Saat awal saya menjabat, kondisi jalan di Jember mengalami kerusakan mencapai 85%, dan pada tahun ke dua baru bisa direalisasikan perbaikan mencapai 60% dan tahun ini target 80% selesai, sehingga tahun depan bisa tuntas 100%,” ujar bupati.

Sementara tujuan diadakannya MoU ini dilakukan bukan untuk mengawasi penggunaan dana desa, akan tetapi melakukan pengawalan, sehingga pembangunan di Jember bisa benar-benar sesuai kebutuhan dengan tanpa ada penyimpangan. (ren/min)

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional