Connect with us

Kabupaten Malang

Masjid Miliki CCTV Dapat Bongkar Siapa Maling Kotak Amal

Diterbitkan

||

Tersangka tunjukkan aksinya. (foto Humas Polres Malang)

Memontum Malang —Masjid yang memiliki CCTV dapat membongkar aksi pencurian kotak amal. Buktinya, beberapa saat lalu dalam Operasi Pekat Semeru 2018, Polres Malang berhasil meringkus seorang maling dari rekaman Closed Circuit Television (CCTV).

Seperti disampaikan Kasubaghumas Polres Malang, AKP Farid Fathoni pada akhir Mei lalu. Satu tersangka diringkus bernama Edi Riwanto alias Ridwan (50) warga Desa Kasri, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.

Maling ini nekat lantaran membawa senjata clurit untuk jaga diri bila kepergok mencuri. Ia pun mengakui sebagai pelaku maling kotak amal, Kamis (24/5//2018) dini hari di Masjid Sabilul Muttaqin, yang berlokasi di Jalan Raya Dusun Sumbersari, RT02/RW01, Desa Pringu, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.

Kejadian terungkap Sabtu (26/5/2018) pukul 11.00 berkat penyelidikan dan informasi dari masyarakat, terutama rekaman CCTV.  Saat dibekuk, tersangka membawa clurit, linggis kecil dan senter.

Selain barang bukti itu, petugas juga menyita gembok silver, sepeda angin hijau, topi, jaket hitam, tas hitam, kantung plastik dan uang tunai Rp 102.500. Dalam rekaman CCTV, pelaku terbukti beraksi dengan cara merusak gembok memakai linggis.

Dilaporkannya kejadian tersebut, lantaran masjid ini sering kehilangan uang amal dalam kotak amal. Hingga kini, tersangka meringkuk di jeruji besi polisi dan diduga melanggar pasal 363 KUHP Tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan. (sos)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Tetapkan Kasun dan Dua Adiknya Jadi Tersangka, Kapolsek Digugat Praperadilan

Diterbitkan

||

Istiono dan Rochmad bersama tim penasehat hukumnya, Sumardhan SH MH, Imam Syafii SH dan Arahab SH. (gie)
Istiono dan Rochmad bersama tim penasehat hukumnya, Sumardhan SH MH, Imam Syafii SH dan Arahab SH. (gie)

Memontum Malang – Tiga bersaudara, Istiono (47), Rochmad (37) dan Buhori (33) ketiganya, warga Dusun Sidomarto, Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, telah ditetapkan sebagai tersangka di Polsek Ampelgading. Yakni terkait kasus pengeroyokan terhadap Sulistiono (38) yang juga warga Dusun Sidomarto.

Karena merasa tidak pernah melakukan pengeroyokan, Istiono beserta kedua adiknya pun mencari keadilan dengan melakukan gugatan praperadilan di PN Kepanjen. Yakni Kapolsek Ampelgading, AKP Bambang Wahyu Jatmiko sebagai termohon I dan Kajari Kabupaten Malang, Edi Handojo, SH juga ikut menjadi termohon II. Gugatan praperadilan ini sudah terdaftar di PN Kepanjen pada 22 Oktober 2020.

Menurut keterangan Sumardhan SH MH, penasehat hukum Istiono dan dua adiknya, menjelaskan bahwa peristiwa ini berawal pada 21 Mei 2020 pukul 16.30. “Peristiwa itu terjadi di depan rumah Istiono, yang sehari-harinya sebagai Kasun. Saat itu Sulistiono menanyakan keberadaan Buhori kepada Istiono,” ujar Sumardhan.

Sulistiono mencari Buhori untuk menyelesaikan urusan jaminan motor Suzuki Smash milik Sugeng, salah satu warga. “Saat itu Istiono-lah yang didorong hingga jatuh. Namun setelah kejadian itu Sulistiono malah melapor ke Polsek Ampelgading kasus pengeroyokan hingga Istiono ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Sumardhan.

Ironisnya, Rochmad dan Buhori juga ikut diadukan telah melakukan penganiayaan. “Padahal saat adu mulut itu Rochmad dan Buhori tidak ada di lokasi kejadian. Rochmad sedang bekerja di rumah Udik, yang jaraknya sekitar 1 km dari TKP. Sedangkan Buhori saat kejadian sedang berada di rumahnya yang jaraknya dari tempat kejadian sekitar 100 meter. Ada empat saksi yang menerangkan bahwa Rochmad dan Buhori tidak ada di lokasi kejadian. Walaupun Rochmad dan Buhori tidak ada di lokasi kejadian, namun keduanya ikut ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Sumardhan.

Kasus yang dialami oleh Istiono, Rochmad dan Buhori saat ini sudah P21. “Dengan P21 di Kejaksaan Negeri Kepanjen ini, termohon II tidak meneliti berkas perkara aquo secara cermat,” ujar Sumardhan.

Dalam gugatan Praperadilan ini pihaknya memohon kepada majelis hakim agar memerintahkan para termohon untuk menghentikan proses penyidikan dan penuntutan terhadap Istiono, Rochnad dan Buhori.

“Bahwa tindakan termohon I yang menetapkan Istiono, Rochmad dan Buhori sebagai tersangka adalah perbuatan sewenang-wenang yang melanggar hak asasi manusia. Kami memohon kepada majelis hakim untuk menyatakan tidak sah penetapan tersangka terhadap Istiono, Rochmad dan Buhori,” ujar Sumardhan.

Selain melakukan gugatan praperadilan, Sumadhan juga telah telah melakukan pengaduan ke Polsek Ampelgading. “Kami juga telah mengadukan Sulistiono ke Polsek Ampelgading terkait laporan palsu. Sebab saat kejadian tidak ada pengeroyokan. Rochmad dan Buhori tidak ada dilokasi namun kenapa ikut dilaporkan melakukan pengeroyokan,” ujar Imam Syafii SH, salah satu tim penasehat hukum Istiono.

Sementara itu Kapolsek Ampelgading AKP Bambang Wahyu Jatmiko saat dihubungi melalui ponselnya oleh Memontum.com pada Jumat (23/10/2020) sekitar pukul.19.15, belum bisa dikonfirmasi. Baik melalui ponselnya maupun melalui pesan WhatsApp. (gie)

 

 

Lanjutkan Membaca

Kabupaten Malang

Kemenparekraf Tekankan Peningkatan Promosi Wisata

Diterbitkan

||

Dadang Rizki Ratman saat dikonfirmasi.
Dadang Rizki Ratman saat dikonfirmasi.

Memontum Malang – Beragam potensi wisata yang tersebar di wilayah Kabupaten Malang, mendapat perhatian lebih dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Melalui staf Ahli Bidang Pengembangan Usaha Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dadang Rizki Ratman, mengatakan bahwa potensi-potensi yang ada tersebut butuh peningkatan dalam hal promosi wisata.

Kabupaten Malang ini wisatanya bagus-bagus dan sangat beragam. Tinggal, tingkat promosinya yang lebih ditingkatkan lagi. Ada atau tidak ada pandemi, promosi wisata harus jalan terus,” kata Dadang, Jum’at (23/10) tadi.

Dadang menambahkan, pemerintah dalam hal ini Dinas Pariwisata (Malang), harus bisa berperan penting dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas wisata. Salah satu caranya, selain media sosial juga lewat promosi-promosi.

“Seperti orang Malang sendiri, sekarang pasti belum tentu tahu wisata di sini (kabupaten) apa saja. Apalagi, seperti saya yang orang luar Malang kan. Orang luar Malang, itu perlu tahu. Caranya bagaimana, ya memanfaatkan media yang ada atau Sosmed. Nah, itu yang menjadi acuan kita saat ini. Jadi, harus dibenahi lagi dan Dinas
Pariwisata harus membantu itu,” tambahnya.

Selain promosi tempat-tempat wisata, Dadang menjelaskan, tentang pentingnya tempat-tempat wisata agar selalu bersih. Dengan begitu, potensi yang ada bisa cepat berkembang.

“Tingkatkan promosi, itu penting. Promosi sekarang bukan cuma jualan tempat, tetapi juga harus menjaga kebersihan. Jadi, nanti biar bisa meyakinkan orang dari luar Malang, selama berkunjung merasa aman dan nyaman,” tutupnya. (riz/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement

Terpopuler