Memontum.Com

iklan Penerimaan Mahasiswa baru universitas wisnuwardhana
space ads post kiri

Apel Gelar Tiga Pilar Kota Malang, Sinergi Brantas Faham Radikalisme

  • Minggu, 10 Juni 2018 | 15:24
  • / 26 Ramadhan 1439
  • Dibaca : 57 kali
Apel Gelar Tiga Pilar Kota Malang, Sinergi Brantas Faham Radikalisme
Apel Tiga Pilar Kota Malang . (gie)

Memontum Kota Malang—-Dalam menjaga Kota Malang agar selalu aman, tentram dan kondusif, 3 pilar di Kota Malang yakni pemerintah daerah, TNI dan Polri selalu menjaga kekompakan dan kebersamaan. Salah satunya yakni mengajak semua lapisan masyarakat baik di tingkat RT/RW untuk ikut menjaga keamanan di wilayahnya masing-masing. Oleh karena itu dalam gelar apel 3 pilar di Pemkot Kota Malang, Jumat (8/6/2018) sore di Pemkot Malang, mengundang juga seluruh camat dan RW se Kota Malang dannjuga hadir Polisi RW se Kota Malang.

PJS Walikota Malang Dr Ir Wahid Wahyudi MT mengatakan bahwa apel 3 pilar ini adalah 1 kesepahaman dannkoordinasi dalam mrnjaga keamanan dan ketertiban di Kota Malang. ” Kota Malang harus selalu kondusif. Kota Malang adalah kota pendidikan, kota pariwisata dan kota jasa dan persagangan. Kota Malang sebagai miniatur Indonesia. Jafi selalu ciptakan rasa aman dan nyaman untuk setiap warga, baik juga yang datang di Kota Malang. Di Kota Malang ada 62 perguruan tinggi semua ras dan agama ada di Kota Malang,” ujar Wahid.

Untuk para RT dan RW diharapkan untuk selalu proaktif dalam menjaga lingkungannya. Inovasi-inovasi menjaga kekimpakan dwngan warganya sangat perlu dilakukan. ” setiap tetangga harus aktif. Mendeteksi setiap ada gangguan. Seperti mendeteksi adanya faham radikalisme. Ciptakan kembali gotong royong. Warga harus saling mengenal. Mari kita potong dan tangkal bibit radikalisme. Tamu 24 jam harus lapor ke RT. Inovasi RT juga harus semakin ditingkatkan. Kalau perlu dipasang CCTV biar tahu siapa saja yang masuk di area kampung dan perumahan. Kalau ada yang mencirgakan bisa langsung di shere di grup WA. Tanyakan langsung ke warganya jika ada yang mencurigakan,” ujar Wahid.

Tentunya agar faham radikalisme tidak sampai masuk ke kampus-kampus di Kota Malang, Pemkot, TNI dan Polri sudah membentuk Forum Rektor Perguruan Tinggi di Kota Malang. ” Untuk memudahkan koordinasi jangan sampai ada faham radikalisme yang menyusup di perguruan tinggi. Mari kita satukan jiwa sebagai warga Kota Malang,” ujar Wahid mengakhiri sambutannya.

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK MH mengatakan bahwa jika tiga pilar kompak maka semua persoalan akan bisa diselesaikan. ” Kita memiliki Polisi RW. Setial apel saya menghimbau agar polisi harus menjadi polisi yang baik. Tugas polisi harus benar-benar baik . Baik untuk dirinya sendiri dan masyarakat. Komunikasi yang baik polisi RW, bersama RT/ RW, tokoh masyarakat, dan semua elemen masyarakat maka semua permasalagan teratasi. Antisipasi Radikalisme, tamu 1 kali 24 jam wajib lapor ke tua RT. Pos kamling diaktifkan lagi,” uiar AKBP Asfuri.

Sementara itu Dandim 0833 Letkol Inf Nurul Yakin mengatakan bahwa bahwa fungsi TNI selain melaksanakan operasi meliter perang, juga membantu pemerintahan di daerah fan juga membantu Polri dalam menjaga keamanan. ” Kita juga menanggulangi radikalisme supaya tetap aman dan kondusif,. Beraama dentan pemerintah Kota Malang, Polri dan juga masyarakat Kota Malang mari selalu ciptakan situasi yang aman dan konduaif” ujar Letkol inf Nurul Yakin. (gie/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional