Connect with us

Kabupaten Malang

Residivis Keranjingan Game Online HP, Game Moba?

Diterbitkan

||

KOAS TAHANAN : tersangka ditahan di Polsek Singosari. (foto Humas Polres Malang)

Memontum Malang —Sejak bocah sampai berusia 19 tahun, tersangka M Sandi Prasetyo, telah berurusan dengan hukum sebanyak 3 Kali. Kamis (21/6/2018) dini hari, Pemuda Jalan Simpang Suropati, RT04/RW01, Kelurahan Losari, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, kembali berulah.

Sekitar 02.30, tersangka segera diamankan anggota Reskrim Polsek Singosari di Jalan Anusopati, No 32, RT06/RW 07, Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Malam itu, ia kepergok mencuri di rumah keluarga Wawan Sofyan (42).

“Barang bukti juga kami amankan dari lokasi dan dalami keterangan tersangka, ” ungkap Iptu Supriyono, Kanit Reskrim Polsek Singosari, kepada Memontum.com.

Mantan KBO Satuan Reskrim Polres Malang ini kemudian menyebut barang bukti berupa, uang tunai Rp 3.049.000, tas wanita berbahan rajut coklat, dompet wanita  coklat MONT BLANC, dompet laki-laki warna coklat berlambang huruf ” D ” dan HP merk HAIER, tipe Andromax A26C4H putih silver.

Dari hasil pemeriksaan penyidik terungkap, tersangka bukan pemain lawas. “Tersangka sudah 6 kali melakukan pencurian dan 3 kali masuk LP.

Aksinya di Singosari semua, sejak kasus anak dibawah umur, hingga sekarang dewasa,” terang Supriyono.

Lalu apa motif tersangka tak jera melakoni pencurian? Iptu Supriyono menjelaskan, dalam pemeriksaan, tersangka mengaku senang berhura-hura dan bermain game online.

“Uangnya hanya untuk senang, termasuk main game. Aksinya bisa jadi pengaruh HP untuk main game online,” terang Supriyono sembari tak menyebut nama game yang disukai tersangka. (sos)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabupaten Malang

Kemendikbud Bersama KEK Singhasari Siap Cetak SDM Unggul

Diterbitkan

||

Saryadi, bersama beberapa perwakilan saat berfoto bersama dalam kegiatan workshop. (ist)
Saryadi, bersama beberapa perwakilan saat berfoto bersama dalam kegiatan workshop. (ist)

Memontum Malang – Kawasan ekonomi khusus (KEK) Singhasari terus berkomitmen untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang nantinya bisa diharapkan menjadi daya saing utama di era digital ekonomi.

Sebagai KEK pertama di bidang digital, KEK Singhasari bersama-sama dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jendral (Ditjen) Pendidikan Vokasi, menggandeng Amazon Web Service (AWS) guna melakukan upskilling kepada guru-guru SMK tingkat Nasional dalam kegiatan ‘Workshop Peningkatan Kompetensi Guru SMK bidang Cloud Computing’.

Workshop tersebut, bertempat di Pendopo Museum KEK Singhasari, Senin (19/10), yang merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman terkait pengembangan Pendidikan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi dan juga perjanjian kerjasama peningkatan kompetensi SDM bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi pada pendidikan Vokasi dan KEK Singhasari.

“Ini adalah salah satu bentuk komitemen untuk mewujudkan link and match, antara pendidikan vokasi, dalam hal ini merupakan SMK dengan dunia industri yang dimana representasinya adalah KEK Singhasari yang memang perlu SDM terampil di jenjang pendidikan menengah yang bisa disuplai oleh SMK,” ujar Kasubdit Penyelarasan Kejuruan dan Kerja Sama Industri Direktorat Pembinaan SMK, Kemendikbud, Saryadi, Senin.

Pada kesempatan itu, Direktur Kementrian dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Indsutri, Ditjen Pendidikan Vokasi, Ahmad Saufi, melalui video conference menjelaskan, salah satu bidang dalam teknologi informasi dan komunikasi yang paling populer dan dibutuhkan saat ini adalah cloud computing. Sebuah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengola Big Data yang memudahkan untuk interaksi dan aktivitas.

“Oleh karena itu, cloud computing menjadi sebuah solusi untuk menjawab tantangan revolusi industri 4.0 ini. Saya juga apresiasi pihak AWS yang telah mau untuk mengimplementasikan dalam pelaksanaan workshop ini, sehingga berdampak pada peningkatan kualitas peserta didik SMK,” tambahnya.

Saryadi menambahkan, kegiatan ini akan lebih mengarah pada teknologi agar guru dan anak-anak nantinya bisa di arahkan untuk menjadi praktisioner.

“Jadi nanti tidak lagi sekolah di haruskan mempunyai hardware yang mahal, tapi cukup dengan komputer standart pun itu sudah bisa dalam mengimplementasikan cloud computing. Ini juga diharapkan nanti bisa memangkas biaya di sekolah juga,” tutupnya. (riz/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Home Industri Makaroni Ludes Terbakar

Diterbitkan

||

Personel PMK Kabupaten Malang berupaya memadamkan api yang melahap home industri makaroni milik H Samsul berlokasi di Jalan Raya Desa Codo.
Personel PMK Kabupaten Malang berupaya memadamkan api yang melahap home industri makaroni milik H Samsul berlokasi di Jalan Raya Desa Codo.

Memontum Malang – Industri rumahan yang memproduksi camilan makaroni milik H Samsul di Jalan Raya Desa Codo Rt 44 Rw 13, Kecamatan Wajak, dilalap si jago merah, Minggu (18/10) tadi. Beruntung, dalam kejadian itu tidak sampai mengakibatkan korban jiwa.

“Kami menerima laporan tersebut sekitar 09.10 WIB,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPK) PMK Kabupaten Malang, Goly Karyanto.

Untuk memadamkan api, sedikitnya empat unit mobil pemadam, dikerahkan ke lokasi. Termasuk, satu unit kendaraan PMK dari PT Pindad.

“Api baru berhasil kami padamkan sekitar pukul 10.37 WIB. Sementara di lokasi, api telah membakar seluruh isi home industri,” paparnya.

Terkait dengan penyebab kebakaran, dirinya menjelaskan, tengah ditangani oleh petugas kepolisian. “Kemungkinanya, bisa dari aliran listrik atau tempat untuk memasak makaroni. Tapi untuk pastinya, masih diselidiki petugas kepolisian,” imbuhnya. (riz/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler