Connect with us

Trenggalek

Kapolres Trenggalek Terjunkan Personil di Ruas Jalan Rawan Bencana

Diterbitkan

||

Kapolres Trenggalek melakukan peninjauan arus lalulintas di perbatasan Trenggalek - Ponorogo

Memontum TrenggalekDi akhir Puncak arus balik lebaran, Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo tampak meninjau arus lalulintas di perbatasan Trenggalek – Ponorogo masuk desa Nglinggis Kecamatan Tugu.

Didampingi Kapolsek Tugu Iptu Bambang Purwanto, dan beberapa personel, orang nomor satu di jajaran Polres Trenggalek ini mengecek langsung kondisi jalan nasional yang tergerus longsor di beberapa titik.

Seperti yang diketahui, terdapat bahu jalan yang tergerus longsor yang cukup curam dengan panjang kurang lebih 50 meter. Guna mengantisipasi kecelakaan, petugas telah memasang pembatas menggunakan tali semacam police line berwarna kuning kombinasi hitam.

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo mengatakan, selama musim mudik dan arus balik, pihaknya telah menurunkan personel baik stationer maupun mobile ke lokasi tersebut.

“Arus balik hari ini sudah mulai mengalami penururan namun bukan berarti kerawanan berkurang. Apalagi beberapa hari ini Trenggalek juga di guyur hujan. Kita tetap siagakan personel agar pengendara yang melintas merasa aman dan nyaman, ” ucapnya, Jumat (22/6/2018).

Pihaknya menghimbau kepada pengendara yang melintas di wilayah tersebut tetap berhati-hati dan waspada mengingat ada beberapa titik yang berpotensi longsor.

“Kepada masyarakat tetap berhati-hati karena di wilayah ini ada beberapa tebing yang berpotensi longsor material. Bagi yang membutuhkan bantuan Kepolisian, kami juga menggelar pos pengamanan di beberapa ruas jalan, ” pungkasnya. (mil/yan)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Empat Kali Berturut-turut Pemkab Trenggalek Raih Opini WTP

Diterbitkan

||

Pjs Bupati Trenggalek menerima Opini WTP dari Kementerian Keuangan RI yang diserahkan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Pjs Bupati Trenggalek menerima Opini WTP dari Kementerian Keuangan RI yang diserahkan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Penilaian Kementerian Keuangan RI

Memontum Trenggalek – Kementerian Keuangan Republik Indonesia kembali memberikan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek atas keberhasilan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan tahun 2019. Opini WTP dari Kemenkeu RI tersebut merupakan yang keempat kalinya secara berturut-turut.

Penghargaan atas capaian opini WTP tersebut diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur dan diterima oleh Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Trenggalek saat rapat koordinasi terkait ketertiban dan keamanan di wilayah Provinsi Jatim yang digelar di Covention Hall Grand City Surabaya.

“Tentunya kita patut berbangga berhasil mempertahankan WTP untuk keempat kalinya,” ucap Pjs Bupati Trenggalek Benny Sampirwanto, Senin (19/10/2020) sore.

Pihaknya juga berharap agar Pemerintah Kabupaten Trenggalek tetap semangat memberikan dedikasi bagi masyarakat. Dan tidak menutup-nutupi pengelolaan keuangan yang ada.

“Saya juga berharap jajaran Pemkab tetap optimis dan semangat untuk tetap memberikan dedikasi kepada seluruh masyarakat Trenggalek dalam memberikan transparansi keuangan,” imbuhnya.

Capaian opini WTP tersebut diberikan karena Pemkab Trenggalek dianggap transparan dalam pengelolaan keuangan daerah, termasuk dalam hal urgensi maupun penempatan priotitas pembangunan.

“Sesuai dengan RPJMD ada tiga priotitas pembangunan di Trenggalek, di antaranya pembangunan infrastruktur penopang ekonomi dan ketahanan bencana, pembangunan pelayanan dasar untuk memenuhi pelayanan minimal, dan yang terakhir adalah pembangunan yang inklusif,” pungkas Pjs Benny. (mil/syn)

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Politik

Mas Ipin Dorong Terwujudnya 100 Desa Wisata di Trenggalek

Diterbitkan

||

KAMPANYE: Calon Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat melakukan kampanye di Kecamatan Gandusari.
KAMPANYE: Calon Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat melakukan kampanye di Kecamatan Gandusari.

Memontum Trenggalek – Calon Bupati Trenggalek nomor urut 2 Mochamad Nur Arifin dorong terwujud program 100 desa wisata di Kota Keripik Tempe. Dengan waktu yang hanya 3 tahun masa administrasi pemerintahan tahun 2021-2024, jika kembali mendapatkan amanah memimpin Trenggalek, Mas Ipin sapaan akrabnya mengatakan, harus mampu melakukan transisi dari masa relief (2020) kearah recovery (2021-2022) bahkan rise di tahun selanjutnya.

“Cara paling cepat membangun ekonomi rakyat adalah dengan adanya desa wisata. Memang di saat pandemi, sektor wisata paling terpukul, akan tetapi pada masa post-covid, orang akan jenuh berdiam di rumah,” ungkap Cabup Arifin saat dikonfirmasi, Minggu (18/10/2020) siang.

Dikatakan suami Novita Hardini ini, perjalanan dan wisata akan menjadi satu terapi, pilihan mereka pun akan mengarah pada low-budget tourism, clean, hygiene, safe, environtmentally sustainable tourism dan high-excitement and high-experiences tourism.

“Memang kia targetkan dari 157 desa yang ada, kita pacu kepala-kepala desa untuk bisa membuat minimal 1 destinasi wisata. Jadi kita target selama 3 tahun ke depan ada 100 desa wisata baru,” imbuhnya.

Kenapa harus desa wisata, lanjut Cabup Arifin, kalau wisata yang dikelola pemerintah, pendapatan yang dihasilkan juga akan diterima pemerintah. Sedangkan masyarakat tidak bisa merasakan langsung.

“Akan tetapi jika desa wisata terbentuk, semua sektor bisa tergerak. Misalnya Putri Maron di Kecamatan Bendungan, saat berwisata disana saya bertemu dengan masyarakat sekitar yang membawa buah rambutan. Apakah biasanya masyarakat berjualan buah rambutan, dan dijawab hanya sekedar menanam buah itu dirumah,” kata Cabup Arifin.

Selama masa panen, Mas Ipin bertanya dibawa kemana buah rambutan itu dan dijawab tidak dijual. Jika ada yang menginginkan juga akan diberikan. Dan berhubungan dengan adanya wisata Putri Maron ini, masyarakat mencoba menjual buah rambutan dengan membuka lapak di sekitar lokasi. Mengingat pengunjung yang datang cukup banyak.

“Hal-hal seperti ini yang diharapkan jika nantinya setiap 1 desa memiliki 1 destinasi wisata. Bukan hanya pihak pengelola yang diuntungkan, tetapi juga masyarakat sekitar akan merasakan dampaknya,” tegasnya.

Masih terang Bupati Trenggalek non aktif ini, merasakan kehidupan warga desa, dengan segala bentuk kearifan lokal dan keindahan tanah dan kebudayaan mereka, akan menjadi satu daya tarik.

“Ketika Desa Wisata berbasis kolaborasi terbangun, bukan sekedar destinasi Wisata Desa, melainkan sebuah ekosistem Desa Wisata. Maka, Desa Wisata ini akan menjadi platform yang mengagregasi sektor on-farm (pertanian, perikanan, budidaya, perkebunan, kehutanan), dan juga off-farm diolah menjadi kuliner, handycraft, bahkan sektor hospitality seperti penginapan, jasa transportasi, dan UMKM lainnya,” pungkas Mas Ipin. (mil/syn)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler