Memontum.Com

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS

Sutiaji Pasrah, Apapun Hasil Pilkada Kota Malang

  • Rabu, 27 Juni 2018 | 17:09
  • / 13 Syawal 1439
Sutiaji Pasrah, Apapun Hasil Pilkada Kota Malang
Calon Walikota Malang Sutiaji bersama istrinya Widayati mencoblos di TPS 04, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang (memo x/ man)

Memontum Kota Malang—– Tahapan Pilkada Kota Malang pada puncaknya. Sebanyak 600.646 pemilih yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilwali Kota Malang menyalurkan hak suaranya disetiap TPS sejak Rabu (27/6/2018) pukul 08.00-13.00.

Tidak terkecuali dengan Sutiaji. Calon Walikota Malang nomor urut 3, mencoblos di TPS 4, Kelurahan Jatimulyo, Kelurahan Lowowaru, Kota Malang ditemani istrinya Widiyati dan keenam anaknya.

Yaitu, Ardiala Damara Pramesty, Almira Dea Dafita, Naila Nihayatur Rohmaniyah, Zulkifli Ali dan J E Tantra Baswara. Rombongan keluarga Sutiaji berangkat dari rumahnya diPuri Bunga 2 Kavling 4, Kelurahan Jatimulyo, Kota Malang sambil berjalan kaki sejauh 700 m.

Selesai mencoblos Sutiaji menegaskan, secara prinsip dia siap menerima hasil Pilkada Kota Malang apapun hasilnya. “Saya khusnudhon saja kepada Allah SWT. Saya siap kalah daripada kemenangan itu akan menimbulkan keburukan untuk keluarga saya dan warga Kota Malang,” tegas dia.


Kata Sutiaji, sejak 13 Februari-23 Juni sudah ikhtiar atau berusaha sekuat tenaga untuk meyakinkan warga Kota Malang bahwa dirinya layak dan cocok untuk dipilih menjadi Walikota Malang periode 2018-2023.

Berikutnya menjelang massa tenang. Tepatnya mulai 20 Juni keluarga Sutiaji menggelar hotmil Quran dirumahnya. Dilanjutkan tanggal 23 Juni hotmil Quran oleh teman temannya serta para simpatisannya.

“Bagi saya Pilkada itu bukan sesuatu yang menghebohkan. Tadi malam saya masih menghadiri pengajian dimasjid Sabillilah Kota Malang. Jadi apapun hasilnya saya dan keluarga sudah siap menerimanya,” tambah Sutiaji.
Dalam pandangan Sutiaji, Pilkada merupakab kewajiban warga Kota Malang untuk dilaksanakan dalam rangka memilih calon pemimpin dikotanya.

Maka kalau ada kelompok masyarakat memilih Golpot menurut Sutiaji tidak benar. Sebab golput itu sama dengan putus asa. “Tekad dan doa kami. Apabila kemenangan itu menimbulkan fitnah untuk saya dan keluarga. Lebih baik saya tidak memilih kemenangan itu,” tambahnya.

Lalu siapapun yang menang dalam Pilkada Kota Malang diharapkan tidak sombong. “Saya selalu berbaik sangka kepada Allah SWT. Misalkan saja ditakdirkan kalah. Berarti ada maksud lain dari Allah SWT yang belum saya ketahui,” ucapnya.

Setelah mencoblos di TPS 4. Sutiaji meninjau pelaksanaan pencoblosan surat suara Pilgub Jatim dan Pilwali Kota Malang di TPS 1, 2 dan 3. “Saya berkunjung bukan atas nama calon walikota. Tapi atas nama Plt Walikota Malang,” ucap Sutiaji sambil menyapa anggota Linmas dan KPPS.

Berikutnya Sutiaji mengajak warga Kota Malang tetap menjaga kerukunan. “Pilihan boleh beda. Setelah Pilkada ini dan siapa pun pemenangnya. Mari kita jaga bersama kerukunan bumi Arema ini,” ajak Sutiaji.

Secara umum, pelaksanaan pemungutan suara di Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang berjalan aman dan tertib. Sayangnya disekitar TPS 1, 2, 3 dan 4 masih banyak menempel pamflet Paslon nomor urut 1 dan 2 dipagar rumah warga, ditiang listrik dan tempat umum lainnya. (man/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional