Connect with us

Kota Malang

Sidang Perdana, Nanik Hindari Kamera Wartawan, Tutupi Wajah dengan Kertas

Diterbitkan

||

Suparmi alias Nanik terus menutupi wajahnya saat berjalan menuju ruang persidangan. (gie)

*Kasus Bendahara Didakwa Mark Up Rp 2 M

 

 

Memontum Kota MalangSuparmi alias  Nanik Indrawati (53) mantan kasir karyawan PT.Sapta Tunggal Surya Abadi (STSA), warga Pondok Blimbing Indah (PBI), Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Rabu (8/11/2017) sekitar pukul 16.25, menjalani sidang perdana di PN Malang dengan agenda dakwaan. Wanita yang diduga mark Up uang pembelian tanah sebesar Rp 2 Miliar ini di dakwa Pasal 374 KUHP jo 55 ayat 1 ke 1, Subsider Pasal 374  KUHP Junto 56 KUHP, atau Pasal 378 KUHP Jo 55  ayat 1 ke 1.

 

 

Persidangan ini sendiri sempat molor. Mulanya Nanik sempat dibawa ke ruang persidangan. Namun setelah melihat kedatangan banyak wartawan, dia memilih untuk menutupi wajahnya. Sambil menunggu antrian sidang, dia akhirnya kembali ke sel transit. Namun hanya sekitar 15 menit kemudian dia dibawa kembali dari ruang transit menuju persidangan di ruang Garuda. Dia terus menutupi wajahnya hingga akhirnya persidangan sendiri baru dimulai sekitar pukul 16.25.

 

 

Dalam persidangan ini kjuasa hukum Nanik tidak mengajukan eksepsi melalinkan mengajukan permohonan penangguhan atau pengalihan penahanan.  Majelis hakim Isnurul Syamsul Arif SH M.Hum, akhirnya melanjutkan persidangan Senin (15/11/2017) siang dengan agenda pemeriksaan saksi dan korban. “Memang kami tidak mengajukan eksepsi karena perlu diketahui seperti yang sudah-sudah, pelaungnya sangat kecil. Jadi langsung nanti pada pokok perkaranya saja. Saat ini kami hanya mengajukan penangguhan atau pengalihan penahanan,” ujar Gunadi Handoko SH MH MHUm, kuasa hukum dari Nanik.

 

 

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Nanik Indrawati alias Suparmi SE telah dilaporkan oleh Aji Prayitno selaku Direktur PT STSA.  Yakni terkait kasus penggelapan dalam jabatan mark up uang pembelian tanah hingga perusahaan merugi sebesar Rp 2 miliar. Bahkan atas laporan itu, Nanik kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

 

 

Kasus tersebut bermula saat perusahaan yang bergerak dibidang proyek perumahan, PT Sapta Tunggal Surya Abadi (STSA), melakukan pembebasan tanah untuk pengembangan lahan milik 27 warga di Kelurahan Buring Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Tim pembebasan tanah dipasrahkan perusahaan kepada Nanik hingga diduga terjadi mark up harga pembelian tanah ini hingga perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 2 miliar

 

 

Tersangka  Nanik,  Senin (9/10/2017) siang, dilimpahkan Tahap II oleh petugas Polres Malang Kota ke Kejaksaan Negeri Malang.           Yakni penyerahan tersangka dan barang bukti. Nanik sendiri terlihat datang dengan ditemani oleh Gunadi Handoko SH MH MM, kuasa hukum. Setelah beberapa jam diruangan Pidum Kejaksaan, Nanik akhirnya ditahan. (gie/yan)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Jawa Timur Pilot Project E-Court Banding

Diterbitkan

||

Wakil Ketua Pengadilan Negeri Malang, Yudi Prasetya, SH, MH, Ketua Pengadilan Tinggi Surabaya, Herri Suantoro, SH, MH dan Ketua PN Malang Nuruli Mahdilis SH MH, usai sosialisasi e-Court Banding di PN Malang. (gie)
Wakil Ketua Pengadilan Negeri Malang, Yudi Prasetya, SH, MH, Ketua Pengadilan Tinggi Surabaya, Herri Suantoro, SH, MH dan Ketua PN Malang Nuruli Mahdilis SH MH, usai sosialisasi e-Court Banding di PN Malang. (gie)

Memontum Kota Malang – Beberapa waktu lalu pendaftaran perkara perdata di pengadilan telah menggunakan sistem aplikasi e-Court. Yakni layanan bagi pengguna terdaftar untuk pendaftaran perkara secara online. Bahkan e-Litigation (Persidangan secara online) juga sudah dilakukan, kini yang terbaru adalah pendaftaran tingkat banding melalui aplikasi e-Court. Bahkan Jawa Timur kini menjadi pilot project e-Court banding.

Pendaftaran tingkat banding melalui e-Court ini mulai dikenalkan di PN Kota Malang pada Jumat (23/10/2020) pagi. Yakni sosialisasi kepada para advokat diantaranya hadir Dian Aminudin SH, Ketua DPC Peradi Malang, Akhmad Siswantoro SH, ketua DPC Peradi RBA Malang, Iwan Kuswardi SH, Ketua DPC Peradi Malang Raya serta beberapa tamu undangan lainnya.

Sebab pendaftaran banding melalui aplikasi e-Court ini adalah hal baru yang harus diterapkan oleh semua advokat jika ingin melanjutkan perkaranya melalui banding. Ketua Pengadilan Tinggi Surabaya Dr. H. Herri Swantoro, SH., MH mengatakan bahwa Jawa Timur menjadi pilot project pendaftaran banding melalui aplikasi e-Court.

“E-Court banding akan dimulai di Jawa Timur. Kalau nantinya pendaftaran perkara banding diwajibkan menggunakan e-Court, manfaatnya adalah akuntable, kredibel, dalam penyelesaian perkara. Menjadi peradilan yang bersih dan modern. Peradilan yang cepat, untuk masyarakat pencari keadilan. Nantinya dengan e-Court banding bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Tidak ada lagi persentuhan. Semua perkara sudah melalui sistem,” ujar Herri.

Ketua PN Malang, Nuruli Mahdilis SH MH bahwa dengan e-Court banding semuanya menjadi lebih praktis.

“Jawa Timur menjadi pilot project, ini sangat membanggakan. Nantinya bisa mendaftar e-Court banding dimanapun. Kalai bisa caranya bisa didaftarkan dari rumah, menghemat biaya. Dengan aplikasi, lebih transparan, bisa dicek masyarakat pencari keadilan. Tidak lagi memerlukan pertemuan antar pihak. Masyarakat pengguna, bisa mengetahui sejauh mana proses kasusnya berjalan,” ujar Nuruli. (gie)

 

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Kasus RSI Unisma Berlanjut, Polisi Pastikan Gelar Perkara

Diterbitkan

||

Iptu Rudi Hidajanto. (gie)
Iptu Rudi Hidajanto. (gie)

Memontum Kota Malang – Gelar perkara kasus kecelakan kerja proyek pembangunan RSI Unisma yang sempat tertunda, dipastikan akan dilaksanakan pada Minggu depan. Hasil dari gelar perkara, nantinya akan menentukan siapa tersangka dari laka kerja lift proyek RSI Unisma yang menewaskan lima pekerja proyek.

Sat Rekrim Polresta Malang dalam gelar perkara ini akan mengumpulkan seluruh Kanit dan pengawas. Hasil penyelidikan dan penyidikan selama ini akan dikumpulkan dan disimpulkan. Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu melalui Plh KBO sekaligus Kasubnit I Unit IV Sat Reskrim Polresta Malang Kota, Iptu Rudi Hidajanto mengatakan bahwa pihaknya siap melakukan gelar perkara pada Minggu depan.

“Gelar Perkara memang sempat tertunda beberapa Minggu. Pada Kamis (22/10/2020) siang ini kami melakukan pemeriksaan tambahan. Satu orang kami periksa. Minggu depan kami sudah siap melakukan gelar perkara,” ujar Rudi, Kamis (22/10) siang.

Dia mengatakan bahwa satu orang yang diperiksa adalah mandor proyek RSI Unisma. “Mandor proyek itu berjumlah tiga orang. Satu orang bertugas sebagai koordinator mandor dan dua orang lainnya bertindak sebagai mandor. Dan pada hari ini kami lakukan pemeriksaan kepada satu mandor, karena dua orang lainnya telah selesai kami lakukan pemeriksaan. Kami menanyakan seputar SOP kerja,” ujar Rudi.

Jika nantinya gelar perkara menghasilakan tersangka maka bisa dikenakan Pasal 359 KUHP subsider 360 KUHP dengan ancamam penjara selama lima tahun.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kecelekaan kerja terjadi di proyek pembangunan RSI Unisma, Selasa (8/9) pukul 12.30. Sebanyak 11 pekerja bangunan terjatuh dari lift rakitan lantai 5 proyek pembangunan gedung baru. Dari 11 orang yang terjatuh 4 diantaranya tewas seketika dan 6 lainnya mengalami luka berat, sedangkan 1 orang selamat karena berhasil melompat dan berbepagangan pada besi.

Adapun identitas para korban meninggal dunia diantaranya Lukman (35) warga, Pakis, Kasianto, (40) warga Pakis, Subeki (30) warga Jabung dan Agus P (30) warga Pakis, Kabupaten Malang. Kasus kecelakaan kerja ini masih dalam penanganan petugas Reskrim Polresta Malang Kota.

Diduga kecelakaan ini akibat seling besi lift rakitan terputus karena tidak kuat menyangga beban berat muatan. Jenazah ke 4 korban kemudian dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.

Informasi Memontum.com bahwa kejadian ini terjadi saat para pekerja bangunan ini selesai istirahat makan siang. Mereka kemudian berencana kembali bekerja ke lantai 5 dengan menaiki lift rakitan.

Para karyawan bangunan ini pun terjatuh secara bersamaan. Mengetahui kejadian itu para pekerja bangunan yang masih berada di bawah segera melakukan pertolongan. Saat itu Lukman, Kasianto, Subeki dan Agus sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan luka parah pada bagian kepala. Sedangkan 6 lainnya luka parah langsung dibawa ke IGD RSI Unisma.

Namun setelah menjalani perawatan, salah seorang pekerja yang alami luka parah akhirnya meninggal dunia hingga total ada 5 pekerja meningal akibat kecelakaan kerja ini. (gie)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement

Terpopuler