Memontum.Com

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang

Pikun Pamit ke Brantas, Mengambang 2 Hari

  • Senin, 9 Juli 2018 | 14:26
  • / 25 Syawal 1439
Pikun Pamit ke Brantas, Mengambang 2 Hari
EVAKUASI : Evakuasi tubuh korban. (foto Humas Polres Malang)

Memontum Malang —Korban terhanyut di sungai Brantas, Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (8/7/2018) kemarin dipastikan meninggal karena pikun dan diduga terpeleset ke sungai.

Minggu malam, korban dipastikan bernama Sunaryo (50) warga Desa Curungrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Minggi (8/7/2018) pukul 10.30, jenazahnya ditemukan di sungai Brantas masuk Dusun Blobo atau berjarak beberapa kilometer saja dari rumahnya.

Kali pertama, tubuh yang mengambang dilihat atau ditemukan Sawidi (38) warga Dusun Ganden, Desa Sukonolo, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Sawidi melihat tubuh korban, di pinggir sungai ketika mencari rumput.

Saat itu hingga sore, belum diketahui identitas korban karena tidak membawa kartu identitas.  “Jenazah dibawa ke RSSA. Lalu dicek saksi-saksi termasuk kakaknya. Ceritanya, sejak Jumat pamit ke sungai, ” ungkap Kompol Bindriyo, Kapolsek Kepanjen kepada Memontum.com, Minggu malam.

Sejak ke sungai, korban tidak kunjung pulang. Padahal, korban tidak dapat berpikir jernih dan pikun. Identitas korban sendiri diketahui berkat pengamatan sang kakak korban di kamar jenazah.

“Tidak ada tanda kekerasan atau yang janggal. Korban diduga terpeleset ke sungai, ” terang Bindriyo. Jelang malam, jenazah korban kemudian dibawa menuju Desa Curungrejo untuk dikebumikan di makam desa tinggalnya. (sos)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional