Connect with us

Kabupaten Malang

Dongkrak Pendapatan, Optimalkan Wahana Wisata

Diterbitkan

||

Sugeng Siswantoro Junior Manager Bisnis Perum Perhutani KPH Malang.

*Perhutani KPH Malang Terus Bebenah

Memontum Malang——Perum Perhutani KPH Malang terus melakukan pembenahan seluruh coban maupun pantai seluruh wilayah Malang Raya.Hal itu dilakukan untuk mendongkrak pendapatan perusahaan negara dibawah pengelolaan Meneg BUMN Ini. Sugeng Siswantoro,junior Manager Bisnis Perum Perhutani KPH Malang menjelaskan,saat ini Pihaknya sedang kelola 20 coban dan 26 pantai. Namun dari jumlah tersebut,beberapa diantaranya belum dilengkapi wahana wisata.

“Untuk mendongkrak pendapatan disejumlah coban maupun pantai,kami terus optimalkan wahana wisata.Hal yang tak kalah penting juga insfratruktur akses masuk kawasan.Tetapi,khususnya untuk wilayah Malang selatan kami harus menunggu hingga pembangunan Jalan Lintas Selatan (JLS)selesai”,ujar Sugeng Senin (9/7/2018)kemaren.

Seperti halnya Goa Djepang di Coban Talun. Di mana Goa ini sudah ada dan diketahui oleh penduduk sekitar sejak puluhan tahun lalu. Diperkirakan menjadi tempat persembunyian pada zaman perang.Namun itu hanya dibiarkan saja oleh warga, tidak ada yang berani mengelola ataupun merawat goa ini. Melihat potensi wisata, maka masyarakat desa wisata itu mengelola dan menjadikannya wahana wisata.Didalam Goa itu memiliki luas sekitar 10 meter persegi dan tinggi 2 meter. Bahkan langit-langitnya jika disentuh masih sangat dingin, hawa di dalam goa juga dingin. Tanahnya pun masih bisa mengeluarkan sumber mata air.

Coban Talun ini ada beberapa wahana wisata, seperti Pagupon, Apache, Terjun, Ayunan, hingga Berkuda. Ada juga Coban Jahe di wilayah Kecamatan Tumpang.Derasnya debit air yang meluncur dari ketinggian tidak kurang dari 45 meter menyentilkan percikan air yang mengenai berbagai benda yang terdapat dibawahnya. Bagi bebatuan dan obyek lain yang dekat dengan posisi jatuhnya air seakan tidak sedikitpun merasakan kekeringan, sedang yang berlokasi sedikit jauh dari air terjun yang dirasakan adalah hawa dingin dari percikan kecil yang terkadang menyentuh kulit dan memberikan kesan dingin pada kulit. “Untuk coban Tundo di wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan(Sumawe)sementara waktu kami tutup.Karena disitu sering terjadi kecelakaan”,ulas Sugeng mengakhiri(Sur/yan)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *