Memontum.Com

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS

Nenek Turen Dirampok Pecandu Playstation (PS)

  • Jumat, 13 Juli 2018 | 17:31
  • / 29 Syawal 1439
Nenek Turen Dirampok Pecandu Playstation (PS)
SADIS : Tersangka saat rilis pers bersama AKBP Yade Setiawan Ujung dan AKP Adrian Wimbarda. (sos)

* Tusuk Dada Kepala Korban, Pisau Bengkok 2X, Patah Sekali

Memontum Malang –Dua pisau bengkok dan satu patah, diayunkan tersangka Cahyo alias Tonyor (27) di dada dan kepala Siti Cholifah (53) warga Jalan Roman RT04/RW03, Dusun Madyorenggo, Desa Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

Nyawa Siti selamat dengan luka jahitan di dada, leher dan tengkuknya. Rabu (11/7/2018) pagi kejadian, Kamis (12/7/2018) malam, perampoknya ditangkap dan tertembus timah peluru. Spesialis garong warung atau rumah kosong itu ternyata tidak sendirian saat beraksi.

 ALAT : Tiga pisau rusak saat aniaya korban. (sos)

ALAT : Tiga pisau rusak saat aniaya korban. (sos)

Yakni tersangka Cahyo, warga Dusun Madyorenggo RT01/RW06, Desa Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang atau asal Rembun Dampit. Temannya selaku pengawas situasi yaitu tersangka Haris Setiawan (28) warga Polaman RT03/RW13, Kelurahan/Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

“Modusnya, pelaku membuntuti korban dan menganiaya korban, kemudian mengambil barang korban. Korban luka tusuk sempat berontak. Kasus ini termasuk street crime, sehingga kamk fokus dan intensif ungkap kejadian, ” urai Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung dalam rilis pers.

Ditanya Ujung, tersangka Cahyo mengaku baru sekali merampok. Aksi lainnya sebanyak 6X, hanya mencuri uang dan rokok di warung kosong daerah Dampit. Ia mengakui, usai aksi, membagi hasil rampokan bersama Haris.

“Awalnya, saya gambar dulu, saya sering maen Playstation di situ. Pisaunya patah karena kena tulang, ” aku polos tersangka Cahyo sembari menyebut dirinya kepepet butuh uang. “Cari uang susah, pinjam juragan gak bisa, ” tambah Cahyo.

Lantaran berontak, tersangka nekat menganiaya korban hingga pisau bengkok dua kali dan pisau lainnya patah. Waktu kejadian, situasi rumah korban sedang sepi. Hanya ada anak kecil bermain Playstation. Supoyo, suami Siti sedang berada di bengkel tambal ban.

Sementara itu, tersangka Cahyo mengakui pernah memakai linggis untuk menyatroni rumah kosong dan warung. Di Desa Jambangan ia mencuri sebanyak 2X dan sekali di Dawuhan Dampit.

“Dapat rokok uang, tabung, Pamotan, uang Rp 1 juta rokok,  Desa Majangtengah, uang Rp 2,5 rokok. Pernah dapat Rp 3 juta, kebanyakan rokok,” aku tersangka. (sos)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional