Connect with us

Kota Malang

Dirut BPJS Tinjau Pelayanan JKN KIS Malang

Diterbitkan

||

Fachmi Idris berperan menjadi peserta JKN-KIS.

Memontum Kota MalangMenuju HUT BPJS Kesehatan ke-50 yang jatuh 15 Juli nanti, Direkur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris memastikan peserta JKN-KIS mendapat pelayanan terbaik dengan meninjau pelayanan di sejumlah Kantor Cabang BPJS Kesehatan, salah satunya di Kantor Cabang Malang, Kamis (12/7/2018).

Kegiatan ini merupakan suatu rangkaian agenda eksekutif frontliner, dimana mulai jajaran Kepala Cabang hingga Direksi melayani langsung peserta JKN-KIS. “Kegiatan ini merupakan salah satu wujud komitmen kami dalam menjaga dan mengoptimalkan mutu pelayanan kepada peserta JKN-KIS. Kepuasan dan loyalitas peserta menjadi prioritas kami. Untuk itu, ke depannya, kami berharap para Duta BPJS Kesehatan makin terpacu untuk memaksimalkan layanan. Kualitas layanan tidak boleh stagnan, karena ekspektasi peserta akan terus meningkat,” jelas Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, usai melayani peserta JKN-KIS di Kantor Cabang Malang.

Dalam kesempatan tersebut, Fachmi Idris meninjau langsung dan memastikan pelayanan kepada peserta JKN-KIS maupun masyarakat umum yang mendatangi Kantor Cabang BPJS Kesehatan, khususnya di Loket Fast Track (Pelayanan Cepat). Fachmi turut berperan menjadi peserta JKN-KIS yang hendak mendaftar menjadi peserta mandiri, mulai dari mengambil nomor antrian, mengisi formulir, hingga dilayani oleh petugas BPJS Kesehatan.

Menurut Fachmi, jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang menerapkan sistem jaminan sosial, pertumbuhan peserta program jaminan kesehatan di Indonesia terbilang amat pesat. Hanya dalam waktu 4 tahun, program JKN-KIS mampu meng-cover hampir 80 persen total penduduk Indonesia. Sebagai pembanding, beberapa negara yang menjalankan program jaminan sosial sejak lama, diantaranya Jerman sekitar 120 tahun mengcover 85 persen populasi penduduk; Austria menjalankan selama 79 tahun mengcover 99 persen populasi penduduk, sementara Jepang memerlukan waktu 36 tahun dan Belgia membutuhkan 118 tahun untuk mencakup 100 persen populasi penduduk.

“Jika melihat jumlah kepesertaan yang melampaui 198,8 juta dan dilaksanakan melalui pendekatan single payer institution, maka program JKN-KIS telah menjadi program jaminan kesehatan terbesar di dunia. Dipastikan terus bertambah hingga tercapai cita-cita Universal Health Coverage (UHC), alias Cakupan Kesehatan Semesta. Nantinya seluruh penduduk Indonesia akan terlindungi oleh jaminan kesehatan JKN-KIS yang berkualitas dan berkesinambungan. Oleh karena itu, semangat Duta BPJS Kesehatan untuk mengabdi pada negeri tak boleh surut. Pelayanan prima harus tetap jadi yang utama,” urai Fachmi.

Hingga saat ini, BPJS Kesehatan Kantor Cabang Malang telah bekerja sama dengan 219 FKTP yang terdiri atas 61 Puskesmas, 60 Dokter Praktik Perorangan, 74 Klinik Pratama, serta 24 Dokter Gigi. Sementara itu, di tingkat FKTRL, BPJS Kesehatan Cabang Malang telah bermitra dengan 41 RS dan 5 Klinik Utama. (rhd/yan)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *