Memontum.Com

POLITEKNIK NEGERI MALANG

Mendikbud Resmikan Museum Mpu Purwa Malang, Arca Ganesha Tikus Satu-satunya di Indonesia

  • Minggu, 15 Juli 2018 | 18:05
  • / 2 Djulqa'dah 1439
  • Dibaca : 172 kali
Mendikbud Resmikan Museum Mpu Purwa Malang, Arca Ganesha Tikus Satu-satunya di Indonesia
Mendikbud menandatangani prasasti, sebagai tanda peresmian. (rhd)

Memontum Kota MalangMenindaklanjuti UU nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, untuk dilindungi dan dikembangkan melalui berbagai kajian dan promosi dimanfaatkan untuk kepentingan edukatif dan promotif. Serta Perda Kota Malang nomor 1 tahun 2018 tentang Cagar Budaya. Gedung Balai Penyelamatan Benda Purbakala Mpu Purwa yang sebelumnya diresmikan oleh Walikota Malang Drs. Peni Suparto pada 2 Mei 2004, melalui revitalisasi sejak 2014, kini berubah nama menjadi Museum Mpu Purwa.

Sebagai penanda, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud RI) Prof. Dr. Muhajir Effendy, MAP. meresmikan Museum Mpu Purwa, yang berada di jalan Soekarno Hatta Perumahan Griya Shanta blok B-210, Kota Malang, Sabtu (14/7/2018).

Mendikbud mengatakan, jika Amerika sebagai negara super power dengan senjatanya, sedangkan Indonesia super power dengan budayanya, seperti mengutip pernyataan UNESCO. Sebagai pemelihara, pembina kebudayaan dan pariwisata, dirinya bertugas melakukan promosi wisata. Dimana poin wisata difokuskan pada kekayaan alam dan kekayaan budaya. “Kami telah merintis kalender wisata budaya untuk para wisatawan, sehingga tahu kapan ada pagelaran budaya,” jelas Muhajir, dalam sambutannya.

Pemotongan pita, simbolis Museum Mpu Purwa dibuka untuk umum. (rhd)

Pemotongan pita, simbolis Museum Mpu Purwa dibuka untuk umum. (rhd)

Sebagai bentuk penghargaan kepada para budayawan, yakni diberikan kesejahteraan dan pembiayaan untuk terus berkembang. “Selama 35 tahun, RUU tersebut telah dibahas, namun belum ada kebijakan. Baru terealisasi tahun ini. Rencananya diajukan anggaran sekitar Rp 1 triliun,” tambah mantan Rektor UMM ini.

Hadir dalam kesempatan tersebut, diantaranya Plt Walikota Malang Drs Sutiaji, Kadisbudpar Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni, SH, MSi, Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud RI, Kasubdit Program Evaluasi dan Dokumentasi Direktorat Kebudayaan Kemendikbud RI, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Kepala UPT Taman Budaya Provinsi Jawa Timur, dan undangan lainnya.

 Mencermati pesan pada batu prasasti. (rhd)

Berkeliling melihat diorama 3D. (rhd)

Bangsa Indonesia harus bisa menghormati budaya dan melestarikannya untuk menghargai orang-orang terdahulu yang telah mengukir sejarah. “Indonesia memiliki tingkat baca yang masih tergolong rendah. Adanya museum ini, diharapkan dapat menjadi wadah dan wahana edukasi bahwa Indonesia penuh kreasi, bukan hanya sekadar rekreatif tapi juga edukasi. Semoga adanya Museum Mpu Purwa ini, semakin menguatkan karakter ke-Indonesia-an dengan banyak inovasi dan improvisasi,” ungkap Plt Walikota Malang Sutiaji.

Sejak 1980-2000, Benda Cagar Budaya (BCB) tersebut sempat berpindah-pindah dari DPU Jl. Halmahera, Tawira, Rumah Makan Cahyaningrat, Perpustakaan Umum Kota Malang. Tahun 2000 Perpustakaan Umum direnovasi, dan Pemkot Malang memberikan gedung bekas SDN 2 Mojolangu sebagai tempat penyimpanan BCB dengan nama Balai Penyelamatan Cagar Budaya.

Berkeliling melihat diorama 3D. (rhd)

Mencermati pesan pada batu prasasti. (rhd)

“Tahun 2013, kami mengajukan proposal kepada Mendikbud cq. Ditjen Kebudayaan untuk Revitalisasi Museum dan di ACC. Revitalisasi pembangunan pertama tahun 2014 dengan dana TP sebesar Rp 1 milyar, tahap kedua tahun 2015 diberikan bantuan Rp 1,5 milyar. Tahap ketiga tahun 2016 bantuan Rp 5 milyar untuk revitalisasi gedung penunjang termasuk Tata Pamer. Tahap keempat tahun 2017 pengerjaan Lanscape dengan alokasi dana Rp 1 milyar. Hingga total Rp 8,5 milyar,” urai Dayu, sapaan akrab Kadisbudpar Kota Malang.

Mendikbud apresiasi Mbah Rasimoen (80), kedua dari kiri, pengrajin payung seni. (rhd)

Mendikbud apresiasi Mbah Rasimoen (80), kedua dari kiri, pengrajin payung seni. (rhd)

Museum Mpu Purwa berdiri di atas tanah seluas 1.800 m2 dengan luas bangunan 1.200 m2, memiliki koleksi sebanyak 136 buah yang berasal dari Kerajaan Mpu Sindok sampai Kerajaan Majapahit, 58 buah koleksi dipamerkan untuk para pengunjung, sedangkan sisanya tersimpan di storage. Selain Museum Mpu Purwa menyajikan beragam arca, hal unik lainnya memiliki Arca Ganesha Tikus sebagai satu-satunya arca di Indonesia, selain banyak ditemukan di India. “Arca Ganesha menggambarkan sang dewa mengendarai wahana tikus berukuran kecil,d dimana Ganesh digambarkan sedang duduk diatas musaka sekor tikus kecil,” tukas Dayu.

Kedepan, selain sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, di halaman ada sebuah pendopo kecil yang bisa dipergunakan sebagai tempat latihan dan berekspresi secara rutin bagi para seniman yang dapat ditampilkan untuk wisatawan bekerjasama dengan stake holder pariwisata seperti Travel Agent, Guide Tour, PHRI, BPPD, ASITA, MTC, HPI. (mg1/mg4/mg5/rhd/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional