Memontum.Com

POLITEKNIK NEGERI MALANG
iklan Ucapan Partai Demokrat HUT Kota Batu
iklan Ucapan Partai Gerindra HUT Kota Batu
iklan Ucapan Partai Golkar HUT Kota Batu
iklan Ucapan Partai Keadilan Nurani Nasional HUT Kota Batu
iklan Ucapan PDI HUT Kota Batu
iklan Ucapan KNPI HUT Kota Batu
iklan Ucapan Camat Batu HUT Kota Batu
space ads post kiri

Dilengserkan dari Pengurus Perindo Jombang, Medan Amrullah Berencana Ambil Jalur Hukum

  • Rabu, 18 Juli 2018 | 13:26
  • / 5 Djulqa'dah 1439
Dilengserkan dari Pengurus Perindo Jombang, Medan Amrullah Berencana Ambil Jalur Hukum

Memontum Jombang—–Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Perindo Kabupaten Jombang Medan Amrullah diberhentikan secara resmi oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Pemberhentian itu atas usulan Ketua Partai Perindo Jombang Ahmad Tohari lewat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perindo Jatim dan diteruskan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Pemberhentian itu tertuang dalam surat pemberitahuan yang ditanda tangani oleh Ketua Umum Partai Perindo Hary Taneosoedibjo dengan nomor surat 2215-SK/DPP-PARTAI PERINDO/VI/2018, tertanggal 21 Juni 2018. Pengajuan pergantian pengurus ini dilakukan sejak 28 April 2018.

Dalam surat tersebut, alasan dilakukan pergantian karena sosok Medan Amrullah dinilai tidak dapat menunjukkan sikap kerja sama, sehingga menimbulkan suasana yang tidak kondusif dikalangan internal kepengurusan DPD Partai Perindo Jombang. Medan Amrullah kemudian digantikan oleh Yasmiati.

Menurut Medan Amrullah, pergantian ini dirasakannya sarat kepentingan dari Ketua Umum Ahmad Tohari. Hal ini dikarenakan ia baru tahu jabatannya dicopot ketika hendak mengantar berkas ke KPU Jombang.

“Saya baru tahu hari ini sekitar pukul 09.00 WIB kalau jabatan saya dicabut. Saat itu saya mau berangkat ke KPU menemani Ketua Umum Ahmad Tohari menyerahkan berkas bakal calon legislatif (bacaleg). Saya dapat infonya juga tidak secara resmi dan pergantiannya tanpa ada alasan yang jelas serta tidak pernah di ajak bicara masalah ini,” jelasnya

Medan Amrullah mengaku kaget atas keputusan pelengseran jabatannya dari Sekretaris Partai Perindo Jombang. Apalagi beberapa minggu terakhir ia sibuk menjadi tim seleksi bacaleg yang maju lewat Perindo. Selain itu, Medan menuding pihak Tohari tidak terbuka dalam masalah perombakan pengurus baru.

Hal ini terlihat dari surat keputusan yang diberikan DPP Partai Perindo yang sudah turun hampir sebulan tapi ia tak dikasih tahu. Selain itu, dalam setiap rapat Medan juga mengatakan dirinya masih memimpin sebagai sekretaris dan Tohari tak pernah mempermasalahkan hal itu.

“Selain sekretaris saya juga tim seleksi bacaleg Partai Perindo. Saya tahu secara resmi kalau saya diganti setelah saya lacak ke KPU ternyata SK-nya sudah turun sejak 21 juni 2018. Artinya selama ini saya di bohongi. Dan ini perbuatan yang tidak menyenangkan karena setiap rapat saya selalu mimpin rapat sebagai sekretaris,” ujar Medan.

Kedepan Medan berencana membawa permasalahan ini keranah hukum karena dinilai banyak kejanggalan. Terutama alasan yang disebutkan di surat keputusan yang menyebutkan Medan tak bisa diajak kerjasama.

“Alasan saya tidak bisa bekerjasama itu mengada-ngada. Yang benar adalah Tohari tidak pernah memfungsikan saya sebagai sekretaris. Maka saya memikirkan untuk mempersiapkan menempuh jalur hukum. Sekarang waktu sudah mepet, saya mau menyalurkan hak politik saya terbatas, apalagi saya mau tarik berkas belum di kasih,” pungkas Medan.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Perindo Jombang Ahmad Tohari saat dihubungi terpisah lewat telfon belum menjawab dan menanggapi kasus ini.(rif/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional