Memontum.Com

POLITEKNIK NEGERI MALANG
space ads post kiri

Jika Apes, Nyawa Jambret di Malang Bakal Terancam Maut

  • Rabu, 18 Juli 2018 | 16:53
  • / 5 Djulqa'dah 1439
  • Dibaca : 88 kali
Jika Apes, Nyawa Jambret di Malang Bakal Terancam Maut
GERAM : Aksi jambret terekam CCTV ini dikecam nitizen. (ist)

Memontum Malang–Aksi jambret sadis di Jalan Raya Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Rabu (18/7/2018) pagi banyak dikecam nitizen dan masyarakat. Aksi pelaku bersenjata pancor itu terbilang nekat dan sadis saat merampas gelang emas korban.

GERAM : Aksi jambret terekam CCTV ini dikecam nitizen. (ist)

GERAM : Aksi jambret terekam CCTV ini dikecam nitizen. (ist)

Musibah menimpa Rasifah (57) warga setempat, saat ia menuju pedagang sayur atau mlijo depan rumahnya. Aksi penjambretan itu terekam kamera Closed Circuit Television (CCTV) toko depan rumah korban.

Rekaman CCTV tersebut menjadi viral di media sosial Fesbuk (FB). Sejumlah nitizen mengecam aksi itu dan sejumlah orang menjadi emosi. Komentar mengancam keselamatan pelaku pun banyak bermunculan.

Dalam rekaman berdurasi 45 detik yang tersiar, pelaku sempat menjatuhkan korban. Korban bergulingan di atas permukaan tanah depan toko. Pelaku menarik tangan korban. Pelaku juga mengacungkan pancor pada warga sekitar.

TEGAR : Korban di rumahnya. (sos)

TEGAR : Korban di rumahnya. (sos)

Setidaknya ada 3 lebih orang di lokasi kejadian, pagi itu. Dua orang di pinggir jalan seberang hanya melihat. Sementara warga dekat lokasi seolah berusaha mengambil “sesuatu” untuk menolong korban. Tapi apa daya, aksi pelaku berakhir dengan perampasan gelang korban.

 LOKASI : lokasi kejadian depan toko. (sos)

LOKASI : lokasi kejadian depan toko. (sos)

Korban sendiri tidak mengalami luka parah akibat bacokan senjata tajam. Ia menderita luka lecet di kakinya saat berguling di tanah. Kasus ini pun telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Sejumlah anggota polisi siang kemarin mendatangi rumah korban.

“Saya pakai kalung juga. Yang diambil gelang 15 gram. Luka sedikit di kaki, ” ucap Rasifah berusaha tegar. Sore kemarin, ia dikunjungi warga sekitar. Warga turut prihatin.

Yudi (37)  putra korban saat kejadian tidak berada di rumah. Seandainya ia di rumah, tentu Yudi akan berusaha duel dengan pelaku. “Saya ada kerja bongkar tebu pagi. Kalau ketemu saya, sudah habis itu jambret,” geram Yudi saat ditemui di rumahnya.

Aksi penjambretan ini, kata Yudi baru pertama kali di Sepanjang. Namun, berdasar Catatan Memontum.com, ada 3 kejadian serupa terjadi. Dua kali terjadi di perbatasan Pagelaran – Gedangan dan sekali terjadi di Turen pada tengah bulan Januari.

Ada anggapan, aksi tiga kali jambret ini dilakoni pelaku yang sama. Tiap aksi, pelaku memakai sepeda motor Suzuki Satria FU. Incarannya pun sama. Gelang emas. Aksi kejadian di Talok Turen, nyaris sama dengan aksi jambret di Gondanglegi. (sos)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional