Memontum.Com

POLITEKNIK NEGERI MALANG
space ads post kiri

Kadisperindag Lamongan Ungkap Penyebab Kenaikan Harga Telur dan Daging Ayam

  • Kamis, 19 Juli 2018 | 10:00
  • / 6 Djulqa'dah 1439
  • Dibaca : 45 kali
Kadisperindag Lamongan Ungkap Penyebab Kenaikan Harga Telur dan Daging Ayam
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lamongan, M Zamroni.

Memontum Lamongan—–Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lamongan, M Zamroni mengungkapkan penyebab mahalnya harga telur dan daging ayam yang terjadi di Kabupaten Lamongan dalam beberapa pekan ini,  salah diantara faktor yang mempengaruhi yakni karena naiknya harga telur dan daging ayam di tingkat produsen.

“Kenaikan ini terjadi bukan karena stoknya ndak ada atau menipis di Lamongan, akan tetapi kenaikan ini disebabkan dari produsennya. Selama ini telor dan daging ayam, lebih banyak di suplai dari Blitar sebagai produsen terbesar telur dan daging ayam,” kata Zamroni, Rabu, (18/7/2018).

Kemudian, tambah Zamroni tingginya harga pakan ayam menjadi faktor kedua yang mempengaruhi dan penyebab kenaikan harga telor dan daging ayam.

“Selanjutnya juga kenaikan pakan ternak ayam imbas dari kenaikan Dollar jelas akan mempengaruhi harga pakan ternak ayam,” terangnya.

Tak hanya Itu, cuaca ekstrim di sejumlah wilayah yang menjadi sentra peternakan ayam, menurut Zamroni juga turut mempengaruhi produktivitas dan ketersediaan ayam. Sehingga menyebabkan melonjaknnya dua komoditas tersebut.

“Kenaikan ini imbas dari faktor DOC (Day old chicken)-nya yang diperkirakan pada bulan Ramadhan,” ujarnya.

Namun, Zamroni juga menegaskan, meski mengalami lonjakan, hingga saat ini tidak sampai terjadi kelangkaan telor dan daging ayam di Lamongan.

“Tapi di Lamongan stok masih ada dan lancar, meski kondisi ada kenaikan,” tuturnya.

Sedangkan ditambahkan Zamroni, dalam waktu dekat harga telor dan daging ayam diprediksi akan segera mengalami penurunan.

“Panennya sekarang atau pada minggu-minggu ini,” pungkasnya.

Untuk di ketahui, harga per kilogram daging ayam awalnya hanya Rp 28 ribu, kemudian naik menjadi Rp 35 ribu selama bulan puasa hingga Lebaran, dan terus naik hingga saat ini mencapai harga Rp 48 ribu per kilogramnya.

Kondisi yang sama juga terjadi untuk komoditas telor ayam, yang mengalami kenaikan dalam sepekan ini di sejumlah pasar tradisional yang ada di Lamongan. Semula, minggu lalu, harga telor ayambhanya Rp 24,000 per kilogram, kini merangkak naik menjadi Rp 27.000. (ifa/zen/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional