Memontum.Com

POLITEKNIK NEGERI MALANG

DLH Banyuwangi Awasi Uji Lingkungan PT BSI

  • Jumat, 20 Juli 2018 | 13:10
  • / 7 Djulqa'dah 1439
  • Dibaca : 75 kali
DLH Banyuwangi Awasi Uji Lingkungan PT BSI
Tim Independen uji lingkungan sedang mengambil sampel (contoh) air sungai di sekitar tambang emas Gunung Tumpang Pitu, Kecamatan Pesanggaran, Kamis (19/7/2018)

Memontum Banyuwangi Masyarakat sekitar tambang emas Tumpang Pitu tidak perlu khawatir dampak limbah tambang emas Gunung Tumpang Pitu yang dikelola oleh PT Bumi Suksesindo (BSI). Pasalnya Untuk menjaga lingkungan ini, PT BSI selalu melakukan uji lingkungan setiap 3 (tiga) bulan sekali.

Bahkan dalam melakukan uji lingkungan ini, PT BSI menghadirkan tim lingkungan independen dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Banyuwangi, seperti yang dilakukan pada, Kamis (19/7/2018).


Kepala Bidang (Kabid) Lingkungan dan Pengendalian pada DLH kabupaten Banyuwangi, Budi Wahono mengaku sangat apresiasi sekali atas kepedulian lingkungan yang dilakukan oleh PT. BSI.

“Anjuran dari pemerintah uji AMDAL, untuk pemantauan lingkungan dalam satu tahun harus dilakukan dua kali, atau enam bulan sekali. Namun PT. BSI melakukan monitoring lingkungan ini, setiap tiga bulan sekali,”ujar Budi Wahono.

Dari uji lingkungan ini, lanjut Budi Wahono hasilnya akan diberikan kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi, Pemerintah Kabupaten, hingga Pemerintah Desa.

“Dari hasil uji lingkungan ini, untuk wilayah ini (sekitar tambang emas) sangat baik, tidak ada yang menghawatirkan, sangat aman,”tandasnya.

Sementara, Manajer Departemen Lingkungan PT. BSI, Ismet Siregar mengatakan Sebagai wujud ketaatan terhadap aturan perundang-undangan yang berlaku, PT Bumi Suksesindo (BSI) menggelar pemantauan lingkungan di sekitar area operasi perusahaan di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi mulai 13 – 22 Juli 2018.

“Pemantauan kali ini rutin dilakukan dan merupakan yang ketiga pada tahun ini,” terang Manajer Departemen Lingkungan PT BSI, Ismed Siregar.

Pemantauan ini, lanjutnya sesuai dengan Rencana Kelola Lingkungan dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL-RPL) PT BSI yang telah disusun dan dilaporkan kepada pemerintah.

“Kegiatan ini merupakan wujud ketaatan kami terhadap aturan yang berlaku sesuai dengan AMDAL,” tegas Ismed.
Pemantauan lingkungan oleh PT BSI meliputi kualitas air permukaan, kualitas air tanah, kualitas air laut, kualitas udara, tingkat kebisingan, debu, keanekaragaman hayati, kualitas tanah, aquatic biota, tanaman hasil reklamasi, metereologi lokal dan timbulan limbah.

Untuk menjamin independensi dan akurasi pemantauan, dalam setiap pelaksanaannya PT BSI melibatkan konsultan independen, akademisi, pengawas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), media serta masyarakat.
Secara garis besar, hasil pemantauan lingkungan menunjukan tidak ada perubahan yang signifikan sejak pengambilan data rona awal pada tahun 2009, 2012 dan 2014.

“Untuk komponen fisik, kimia dan biologi lingkungan sampai pada kegiatan pemantauan lingkungan yang terakhir pada triwulan II tahun 2018 masih cukup stabil,” kata Ismed.

Selain itu kondisi fauna maupun biota aquatic dalam habitatnya masih dalam kondisi stabil.
“Detil hasil pemantauan lingkungan lengkap dapat dilihat pada Laporan Pelaksanaan RKL�RPL yang PT BSI sampaikan kepada pemerintah setiap triwulannya,” imbuh Ismed.

PT BSI secara rutin melakukan kegiatan pemantauan lingkungan operasionalnya. Pemantauan ini dilakukan secara berkala dari yang harian, mingguan, bulanan, triwulan, persemester dan tahunan. (tut/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional