Memontum.Com

POLITEKNIK NEGERI MALANG
iklan Ucapan Partai Demokrat HUT Kota Batu
iklan Ucapan Partai Gerindra HUT Kota Batu
iklan Ucapan Partai Golkar HUT Kota Batu
iklan Ucapan Partai Keadilan Nurani Nasional HUT Kota Batu
iklan Ucapan PDI HUT Kota Batu
iklan Ucapan KNPI HUT Kota Batu
iklan Ucapan Camat Batu HUT Kota Batu
space ads post kiri

Pasca Didemo Warga JebeKOKO Tak Beraktifias

  • Jumat, 20 Juli 2018 | 14:17
  • / 7 Djulqa'dah 1439
Pasca Didemo Warga JebeKOKO Tak Beraktifias
Tak ada aktifitas karyawan hanya terlihat bersih bersih lingkungan sekitar perusahaan

Memontum Gresik—-Pasca didemo warga Manyar Kecamatan Manyar Gresik sepekan yang lalu, aktifitas kegiatan produksi JeBeKOKO Gresik lumpuh total. Sebanyak 85 karyawan di Bagian Produksi hanya melakukan maintenance, seperti terlihat Jumat (20/7/2018).

Warga menuntut operasional perusahaan pengolahan cokelat itu berhenti lantaran bau yang ditimbulkan dianggap mencemari lingkungan. Noviek Zulianto, Assistance Manager Production JeBeKOKO mengungkapkan jika bau itu muncul akibat penyumbatan dalam alat produksi.

“Beberapa penyumbatan sudah kita perbaiki, lainnya tengah proses perbaikan juga,” ujarnya, Jumat. Sayangnya ia tidak bisa memastikan kapan perbaikan tersebut rampung dan operasional produksi kembali normal.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, sebenarnya pihaknya bekerjasama dengan laboratorium independen yang ditunjuk Pemerintah. Dan pihak laboratorium ini secara periode rutin melakukan pengecekan. Hasilnya, bau yang ditimbulkan masih di bawah ambang batas.

“Tapi kita tidak bisa lepas dengan masyarakat, maka kita berupaya mengakomodir aspirasi dari warga sekitar perusahaan,” ujar Noviek.

Ditya Rachmawati, General Affair & Ext Relation JeBeKOKO menjelaskan, karyawan yang berada di Bagian Produksi hanya melakukan perbaikan-perbaikan mesin. Menurutnya, ini menjadi kesempatan JeBeKOKO untuk melakukan maintenance agar performa mesinnya kembali maksimal.

“Meskipun tidak beroperasional, Manajemen tetap memberikan hak karyawan sebagaimana mestinya,” ungkapnya.

Ia juga tidak bisa memastikan kapan perusahaan akan kembali beroperasi. Tapi Ditya memastikan kalau setiap harinya ia melaporkan kegiatan dan perbaikan kepada Pemerintah. Ia juga akan berupaya menyampaikan progresnya ke masyarakat.

“Saat ini juga ada pihak dari Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kabupaten Gresik tengah melakukan koordinasi,” ungkap Ditya.

Ditambahkannya, saat ini yang berhenti operasional di perusahaannya hanyalah Bagian Produksi. Sedangkan administrasi, distribusi, dan beberapa bagian non-produksi lainnya berjalan normal. “Kita masih punya banyak stok hasil produksi di gudang yang tetap harus didistribusikan, begitu juga dengan bahan baku yang saat ini ada di Pelabuhan, sekarang tengah kita bongkar untuk dibawa ke gudang penyimpanan,” ungkapnya.

Saat ditanya kerugian yang ditimbulkan perusahaan saat tidak berproduksi, Ditya mengaku saat ini pihaknya tengah mengalkulasi. “Masih kita hitung, saya tidak bisa menjawab sekarang,” tandasnya.(sgg/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional