Memontum.Com

POLITEKNIK NEGERI MALANG
space ads post kiri

Debit Air di Bengawan Jero Susut Drastis, Ratusan Petani Terancam Gagal Panen

  • Senin, 23 Juli 2018 | 12:18
  • / 10 Djulqa'dah 1439
Debit Air di Bengawan Jero Susut Drastis, Ratusan Petani Terancam Gagal Panen
Bengawan Jeru yang sudah tidak ada airnya lagi.

Memontum Lamongan—-Para petani tambak yang beralih tanam padi di sejumlah wilayah di Kabupaten Lamongan terutama yang berada di kawasan bengawan jero dihantui alami kekeringan dan gagal panen. Hal tu dikarenakan areal perairan di bengawan jero dan waduk-waduk mengalami penyusutan debit air yang sangat fantastis. Bahkan sepanjang kawasan bengawan jero sudah tidak berair dan sudah tidak mampu lagi mencukupi kebutuhan untuk area pertanian disekitar lokasi.

“Petani di sini benar-benar membutuhkan air. Tidak seperti tahun lalu yang cukup, meskipun sempat mengambil air dengan cara memindahkan dari bengawan jero ke areal sawah (mengumbal). Tapi saat ini bengawan jero tidak ada airnya lagi,” keluh salah satu petani asal Kecamatan Glagah, Ahmad Rojik. Minggu, (22/7/2018).

Keluhan senada juga disampaikan oleh petani asal Kecamatan Deket, Sulaiman yang mengungkapkan bahwa  air di anak sungai yang biasanya diandalkan untuk pengairan lahan tanam padi sudah tidak tersedia lagi. Bahkan sisa air dalam lahan yang baru ditanami dan rata rata baru berumur 45 hari dikhawatirkan tidak ideal mencukupi.

“Anak sungai dari Glagah hingga Kaliotik sudah kering. Para petani  saling berebut memasukkan air ke lahan,” ungkapnya.

Kondisi ini, dikatakan Sulaiman pada tahun-tahun sebelumnya tidak pernah dialami oleh petani. Biasanya air di sejumlah anak sungai masih cukup banyak saat usia tanam padi sangat muda.

“Dengan ninimnya persediaan air saat ini dikhawatirkan akan mempengaruhi produksi saat masa panen nanti,” ujarnya.

Beberapa wilayah yang tidak biasanya kekurangan air saat musim tanam padi, diantaranya, Kecamatan  Glagah, Deket, Kalitengah, Turi dan Karangbinangun.

Di sisi lain, Sekretaris Dinas PU Pengelolahan Sumber Daya Air Lamongan, Jupri mengatakan jika faktor kekurangan air merupakan faktor musim saja. Iapun menuturkan pihaknya terus berupaya untuk mengatasi kekurangan air tersebut. Diantaranya melakukan suplai dari beberapa waduk yang ada dan juga melakukan normalisasi sungai.

“Sebagaimana saat ini di Karanggeneng dan Desa Melik dan Bedungan Kalitengah dilakukan pengerukan untuk akses air dari beberapa Sluice yang ada. Untuk itu masyarakat harus sabar karena debit air yang kurang memungkinkan. Selain itu kami terus melakukan koordinasi dengan Provinsi, ” ujarnya. (ifa/zen/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional