Connect with us

Situbondo

Pelari Nasional Keluhkan Jalur Situbondo International Trail Hill Run

Diterbitkan

||

Ruth Theresia pelari trail hill run asal Bandung.(cw)

Memontum Situbondo—- Sejumlah pelari nasional yang mengikuti lomba Situbondo International Trail Hill Run tahun 2018, di Kabupaten Situbondo mengeluhkan tidak adanya klasifikasi untuk peserta, dan jalur lintasan yang kurang menantang ditempuh para peserta, Minggu (22/7/2018).

Menurut pelari nasional putri asal Bandung, Jawa Barat, Ruth Theresia (28) mengatakan, bahwa rute yang dilalui terlalu banyak jalan aspalnya ketimbang area pegunungannya. Sehingga pada lomba trail hill run itu kurang menantang. Padahal, potensi untuk sport yang ada disekitar pegunungan p untuk trail hill masih banyak yang lebih bagus dan lebih menantang.

“Kecewa sih tidak, karena rutenya tidak terlalu tehnikel. Tapi menurut saya pribadi jalan rute untuk trailnya hanya 20 persen saja. Selebihnya banyak jalan aspal, jadi tantangannya itu kurang. Padahal kalau saya lihat banyak potensi di pegunungan itu bisa dimanfaatkan,”katanya kepada sejumlah wartawan.

Selain itu lanjutnya, klasifikasi untuk peserta itu juga sangat penting. Sebab kalau digabung dengan peserta yang berasal dari luar negeri tentunya yang sudah Internasional, para peserta pemula dari lokal akan ciut nyalinya sebelum bertanding.

Reno Widigdyo,SH Ketua KONI Kabupaten Situbondo saat diwawancarai Wartawan Memontum.com

Reno Widigdyo,SH Ketua KONI Kabupaten Situbondo saat diwawancarai Wartawan Memontum.com

“Klasifikasi peserta itu penting misalnya, 5, 10 Kilometer untuk pemula dan lokal. Kalau sudah digabung seperti ini, begitu melihat pelari kaliber Internasional, pelari yang pemula dan berasal dan lokal akan ciut nyalinya,”imbuhnya.

Senada dengan Ruth Theresia, pelari nasional asal Kabupaten Jember, Yonis, bahwa rute trailnya memang kurang menantang dan belum standar Internasional. Sebab, menurutnya jika trail hill run itu harus banyak jalur yang menantang dan panitia itu juga harus menyediakan buah – buah untuk peserta.

“Belum standar nasional, jalurnya juga kurang menantang. Panitia juga tidak menyediakan buah untuk peserta. Saya sarankan untuk kedepannya panitia agar siap dan lebih matang lagi persiapannya, dengan merubah jalur dan tersedianya buah,”ujarnya.

Dikonfirmasi oleh sejumlah wartawan, Ketua KONI Kabupaten Situbondo, Reno Widigdyo,SH mengatakan, bahwa tidak benar jika rute aspalnya yang ditempuh peserta trail hill mencapai 80 persen itu tidak benar. Menurutnya, 16 Kilometer untuk trail hill run dan sudah diukur, sedang selebihnya jalan rata. Tujuannya adalah, agar semua peserta tidak gagal masuk finish. Sebab, rata-rata para pelari kelas 10 kilometer dan kalau sudah diatas 10 kilo staminanya sudah menurun, dan lomba ini 25 kilometer jadi sudah masuk kelas elite.

“Kalau 20 persen untuk trail hillnya itu tidak benar. Dari rute 25 kilometer, 16 kilonya itu untuk trail hill dan selebihnya jalan offrout meskipun agak rata. Tujuannya agar jangan sampai peserta gagal masuk finish,”pungkasnya.(cw/im/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Dua Pemotor Terlibat Kecelakaan di Jalur Pantura Banyuputih Situbondo

Diterbitkan

||

KECELAKAAN: Kondisi 2 pengendara saat kecelakaan di TKP. (tik)

Memontum Situbondo – BRAAKK! Dua pemotor dari arah yang sama mengalami laka lantas di jalan raya Pantura Banyuputih tepatnya di Km 229.9 arah Surabaya, Keduanya dilarikan ke Puskesmas Banyuputih dengan luka luka disekujur tubuh. Selasa (24/9/2019) siang.

Wahet (30) warga Dusun Blangguan, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, mengemudikan Sepada motor Honda scoopy nopol. AE 3622 NB melaju dari arah Banyuwangi, tepatnya pada pukul 10.25 Wib di KM 229.9 mendadak sepeda motor pedagang penthol ( tanpa platnomer) yang dikemudikan oleh Kikik (35) asal Dusun dan Desa yang sama, menyebrang jalan, karena jarak terlalu dekat, keduanya hingga terjadi benturan tidak bisa dihindari.

Sehingga membuat keduanya terkapar ditengah jalan, dibantu warga sekitar kedua korban akibat kecelakaan dilarikan ke Puskesmas Banyuputih, sementara dua unit kendaraan diamankan di Mapolsek Banyuputih.

Kapolsek Banyuputih AKP Didik Rudianto SH saat ditemui Wartawan Memontum.com dikantornya membenarkan kejadian tersebut.

“Untuk sementara ini tidak ada korban jiwa, keduanya langsung dilarikan ke Puskesmas Banyuputih untuk mendapatkan perawatan dan dua kendaraan langsung kami amankan di Polsek Banyuputih, ” kata Kapolsek AKP Didik Rudianto. (tik/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Situbondo

Kunjungi Polsek Jajaran, Kasi Propam Tekankan Netralitas dalam Pilkades Serentak

Diterbitkan

||

Kasi Propam Polres Situbondo, IPDA Harsono SH saat kunjungi Polsek Kapongan Situbondo dan tampak memberikan arahan kepada Kapolsek serta pada semua anggotanya. (im)

Memontum Situbondo – Propam Polres Situbondo melaksanakan safari keliling pada Polsek Jajaran dalam rangka sosialisasi dan pemasangan banner penekanan Kapolres Situbondo terkait netralitas Polri dalam Pilkades serentak tahun 2019 di Kabupaten Situbondo, Selasa (24/9/2019) pagi.

Kegiatan sosialisasi dipimpin langsung oleh Kasi Propam Ipda Harsono SH yang menindaklanjuti dan meneruskan penekanan Kapolres Situbondo AKBP Awan Hariono SH SIK MH terkait netralitas anggota Polri dalam pelaksanaan Pilkades dimana netralitas Polri dalam pilkada diatur dalam pasal 28 UU No.2/2002 tentang Polri.

“Tugas Polri adalah pengamanan, ada sangsi tegas bagi yang melanggar atau tidak netral mulai dari teguran, demosi hingga dipecat, ” terang Ipda Harsono, kepada Memontum.com.

Selain itu, Kasi Propam juga menyampaikan pesan Kapolres Situbondo kepada para Bhabinkamtibmas, bahwa di masing-masing desa agar meningkatkan komunikasi, koordinasi lintas sektoral.

“Untuk mencegah sekecil apapun permasalahan, agar dapat diselesaikan secara bersama-sama sebelum timbul konflik yang besar, ” pungkasnya.

Kegiatan sosialisasi dan pemasangan banner netralitas anggota Polri dalam Pilkades tersebut dilaksanakan di 17 Polsek Jajaran Polres Situbondo. (im/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Situbondo

Gebyar Expo Pengambilan Barang Bukti Hasil Kejahatan di Mapolres Situbondo

Diterbitkan

||

BARANG BUKTI : Kapolres Situbondo menunjukkan barang bukti hasil kejahatan. (im)

Memontum Situbondo – Kepolisian Resort (Polres) Situbondo menggelar gebyar expo pengambilan barang bukti hasil kejahatan berupa, 10 unit sepeda motor berbagai merk curanmor dan 4 unit sepeda motor laka lantas serta 1 unit mobil Honda Brio, 1 unit mobil Toyota New Avanza dan 2 unit Toyota Calya hasil dari kejahatan bermodus penipuan mobil rental di Mapolres Situbondo, Selasa (24/9/2019) pagi.

Kapolres Situbondo AKBP Awan Hariono SH SIK MH dalam rilisnya mengatakan, pengambilan barang bukti hasil kejahatan tersebut tidak dipungut biaya se peser pun.

“Untuk bisa mengambil kendaraan tersebut, pemilik harus bisa menunjukan bukti BPKB. Apabila BPKB sedang dianggunkan, maka pemilik harus minta surat keterangan dari pihak lessing atau lembaga peminjam, ” kata Kapolres Awan.

Dihadapan sejumlah awak media, Kapolres Awan menjelaskan, dalam proses penanganan hukum, penyidik Polres Situbondo mengedepankan transparansi yang mengacu pada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dan UU Keterbukaan Informasi Publik No14 Tahun 2008.

“Seluruh penyidik Polres Situbondo dalam menangani proses pidana selalu mengedepankan unsur transparansi dan akuntabilitas, ” tegas Kapolres Awan.

Lebih lanjut, Kapolres Awan mengatakan, bahwa barang bukti berupa 4 unit kendaraan roda empat dan 14 unit kendaraan roda dua atau sepeda motor, mulai hari ini dan hari hari berikutnya bisa diambil ke Mapolres Situbondo.

“Barang bukti yang diserahkan kepada pemiliknya, tentunya bisa dipertanggungjawabkan oleh penyidik dan prosesnya sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, ” ujarnya.

Bukan hanya itu saja yang disampaikan Kapolres. Namun, Kapolres Awan Hariono juga menegaskan bahwa, kegiatan Expo pengambilan barang bukti hasil kejahatan yang di sita oleh Polres Situbondo tidak di pungut biaya sepeserpun.

“Silahkan bagi masyarakat yang kendaraan bermotornya hilang bisa langsung datang ke Polres Situbondo untuk melihatnya dan sambil membawa surat – surat tanda kepemilikan kendaraannya, ” pungkasnya.

Dikatakan Kapolres Awan Hariono pada akhir rilisnya, bagi pemilik kendaraan yang hendak mengambil kendaraan tersebut diharuskan membawa surat kendaraan berupa STNK dan BPKB serta surat tanda laporan polisi yang telah dibuat.

“Harus membawa BPKB, STNK serta persyaratan lain. Kemudian petugas akan cek, jika sesuai maka akan langsung diberikan. Pengambilan ini gratis tanpa dipungut biaya, ” tambahnya.

Salah satu pemilik kendaraan yang mengambil yakni Rubiyanto (52) warga Dusun Langai, RT 001 RW 001, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo yang hadir pada acara Gebyar Expo Pengambilan Barang Bukti tersebut mengucapkan terima kasih kepada Polres Situbondo yang telah berhasil menemukan kendaraan bermotornya yang hilang beberapa waktu lalu.

“Alhamdulillah, sepeda motor saya telah ketemu. Untuk itu, saya ucapkan terima kasih kepada Polres Situbondo yang telah menindak lanjuti laporan polisi Nomor STPL/K/172/V/RES.1.8./2019/JATIM/RES SITUBONDO hingga berhasil mengungkapnya, ” tutur Rubiyanto. (im/oso)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler