Memontum.Com

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang

Pelari Nasional Keluhkan Jalur Situbondo International Trail Hill Run

  • Selasa, 24 Juli 2018 | 15:50
  • / 11 Djulqa'dah 1439
Pelari Nasional Keluhkan Jalur Situbondo International Trail Hill Run
Ruth Theresia pelari trail hill run asal Bandung.(cw)

Memontum Situbondo—- Sejumlah pelari nasional yang mengikuti lomba Situbondo International Trail Hill Run tahun 2018, di Kabupaten Situbondo mengeluhkan tidak adanya klasifikasi untuk peserta, dan jalur lintasan yang kurang menantang ditempuh para peserta, Minggu (22/7/2018).

Menurut pelari nasional putri asal Bandung, Jawa Barat, Ruth Theresia (28) mengatakan, bahwa rute yang dilalui terlalu banyak jalan aspalnya ketimbang area pegunungannya. Sehingga pada lomba trail hill run itu kurang menantang. Padahal, potensi untuk sport yang ada disekitar pegunungan p untuk trail hill masih banyak yang lebih bagus dan lebih menantang.

“Kecewa sih tidak, karena rutenya tidak terlalu tehnikel. Tapi menurut saya pribadi jalan rute untuk trailnya hanya 20 persen saja. Selebihnya banyak jalan aspal, jadi tantangannya itu kurang. Padahal kalau saya lihat banyak potensi di pegunungan itu bisa dimanfaatkan,”katanya kepada sejumlah wartawan.

Selain itu lanjutnya, klasifikasi untuk peserta itu juga sangat penting. Sebab kalau digabung dengan peserta yang berasal dari luar negeri tentunya yang sudah Internasional, para peserta pemula dari lokal akan ciut nyalinya sebelum bertanding.

Reno Widigdyo,SH Ketua KONI Kabupaten Situbondo saat diwawancarai Wartawan Memontum.com

Reno Widigdyo,SH Ketua KONI Kabupaten Situbondo saat diwawancarai Wartawan Memontum.com

“Klasifikasi peserta itu penting misalnya, 5, 10 Kilometer untuk pemula dan lokal. Kalau sudah digabung seperti ini, begitu melihat pelari kaliber Internasional, pelari yang pemula dan berasal dan lokal akan ciut nyalinya,”imbuhnya.

Senada dengan Ruth Theresia, pelari nasional asal Kabupaten Jember, Yonis, bahwa rute trailnya memang kurang menantang dan belum standar Internasional. Sebab, menurutnya jika trail hill run itu harus banyak jalur yang menantang dan panitia itu juga harus menyediakan buah – buah untuk peserta.

“Belum standar nasional, jalurnya juga kurang menantang. Panitia juga tidak menyediakan buah untuk peserta. Saya sarankan untuk kedepannya panitia agar siap dan lebih matang lagi persiapannya, dengan merubah jalur dan tersedianya buah,”ujarnya.

Dikonfirmasi oleh sejumlah wartawan, Ketua KONI Kabupaten Situbondo, Reno Widigdyo,SH mengatakan, bahwa tidak benar jika rute aspalnya yang ditempuh peserta trail hill mencapai 80 persen itu tidak benar. Menurutnya, 16 Kilometer untuk trail hill run dan sudah diukur, sedang selebihnya jalan rata. Tujuannya adalah, agar semua peserta tidak gagal masuk finish. Sebab, rata-rata para pelari kelas 10 kilometer dan kalau sudah diatas 10 kilo staminanya sudah menurun, dan lomba ini 25 kilometer jadi sudah masuk kelas elite.

“Kalau 20 persen untuk trail hillnya itu tidak benar. Dari rute 25 kilometer, 16 kilonya itu untuk trail hill dan selebihnya jalan offrout meskipun agak rata. Tujuannya agar jangan sampai peserta gagal masuk finish,”pungkasnya.(cw/im/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional