Memontum.Com

POLITEKNIK NEGERI MALANG

Ini Loh Kasus di Lumajang yang Belum Terungkap

  • Senin, 30 Juli 2018 | 18:14
  • / 17 Djulqa'dah 1439
  • Dibaca : 276 kali
Ini Loh Kasus di Lumajang yang Belum Terungkap

Memontum LumajangAksi keganasan begal yang terjadi pada Jum’at (27/7/2018) sekitar jam 19:30 wib. di jalan raya Ranuyoso kabupaten Lumajang yang menewaskan Deny Nugraha Pratama (22) warga Desa Mangunharjo Kecamatan Mayangan Kabupaten Probolinggo kian menambah sederetan kasus kejahatan yang belum terungkap, terbilang banyak kasus-kasus yang belum terungkap, masyarakat lumajang berharap agar kasus-kasus tersebut, mulai dari kasus pembunuhan, kasus bom dan pembondetan hingga kasus perusakan tempat ibadah dan kasus penemuan mayat serta kasus curwan di beberapa tempat bisa di ungkap oleh pihak aparat kepolisian.

Problematika terkait keamanan di kabupaten Lumajang sudah mempengaruhi sosial ekonomi masyarakat, problem ini harusnya menjadi prioritas dari pemerintah untuk segera membuat formula yang bisa menyelesaikan atau paling tidak meminimalisir angka kejahatan yang selalu saja terjadi.

Diantara kasus-kasus yang sampai saat ini terpantau oleh awak media belum terungkap, beberapa diantaranya yang menimpa Mattali (62) warga Desa Wonoayu Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang. Mattali tewas setelah berhadapan dengan keganasan begal pada Selasa tanggal 27 Maret 2018 sekitar pukul 20.20 Wib bertempat di Jl Raya Ranuyoso tepatnya di depan Masjid Miftahul Abidin. Dulhari alias Pak Sulis (55) warga Desa Mlawang Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang, tewas mengenaskan saat akan menolong Saihu (46) warga Wates Kulon Ranuyoso yang saat itu akan diambil sepeda motornya oleh kawanan begal di Jl Raya Klakah, Kamis 6 April 2017 pagi. Perusakan Pure Mandaragiri Semeru Agung, Untuk Curwan Selasa 3 April 2018 dalam satu kecamatan saja ada 9 ekor sapi yang digarong, dari angka tersebut terjadi pada 3 TKP. Lima ekor terjadi di Desa Penawungan dan 4 ekor di Desa Ranuyoso Kecamatan Ranuyoso dan pelemparan bondet (barang peledak) di tiga tempat baru-baru ini, di rumah warga bernama Shareh di Dusun Karangsari RT 06 RW 02 Desa Karanganyar Kecamatan Yosowilangun, Selasa 3 Juli 2018 dini. Lalu terjadi lagi pelemparan bondet dan menimpa rumah Buyar(51) warga Dusun Karanganom RT 12 RW 04 Desa Karanganyar Kecamatan Yosowilangun Sabtu 14 Juli 2018 sekitar pukul 02. 15 Wib dan Lagi-lagi aksi pelemparan bondet (Bom Ikan) terjadi, kali ini rumah Supar (55 ) warga Rt. 02 Rw. 05 Dusun Lor Kanal Desa Sukosari Kecamatan Jatiroto menjadi korban pelemparan Bondet Rabu 18 Juli 2018 pukul 01.40 WIB.

Sementara Kapolres Lumajang AKBP Rahmad Iswan Nusi melalui Paur Subbag Humas Ipda Catur Budi Bhaskoro, kepada awak media berkata, pihaknya meminta masyarakat untuk turut serta dalam memberikan informasi.

”Yang jelas tanpa masyarakat kita, tanpa informasi dari mereka, kita tidak akan mampu untuk segera mengungkap. Oleh karenanya pihak Satreskrim Polres Lumajang melakukan upaya – upaya pendekatan kepada masyarakat lingkungan untuk mencari informasi pelaku atau dalangnya itu siapa,’’ ucapnya Senin (30/7/2018).

Masih kata Catur, dirinya meminta masyarakan jika mendengar informasi sekecil apapun dipersilahkan untuk segera menyampaiikan informasi tersebut kepada Satreskrim Polres Lumajang atu Polsek terdekat.

“Akan kami jamin kerahasiaan juga keamanan pelapor tersebut,’’ imbuhnya.

Di sisi lain Melansir pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada Detik News yang akan mencopot kapolres hingga kapolda yang gagal mengatasi masalah kejahatan jalanan. Hasil analisis dan evaluasi (anev) polda di Indonesia yang kelak jadi patokannya dalam melakukan pertimbangan.

“Kalau banyak yang nggak terungkap, ya nanti saya lihat yang bertanggung jawab siapa. Apa kapolresnya, kasat sersenya, dir resersenya atau kapoldanya. Nanti saya lihat levelnya,” tegas Tito usai acara Dies Natalies STIK/PTIK ke-72 di STIK/PTIK, Jalan Tirtayasa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/7/2018).

Tito selalu menaruh atensi pada hal-hal yang menjadi keluhan masyarakat. Sistem pemberian penghargaan dan hukuman menjadi sikap dia.

“Jelas saya selalu gitu, setiap ada keluhan masyarakat, pasti saya atensi dan nanti saya lakukan anev dalam rangka reward and punishment. Contoh misal HUT Bhayangkara, yang paling banyak kegiatan dari Polda Banten. Ya saya sampaikan kemarin, nanti Kapolda Banten akan saya reward,” sambung Tito.

Tito mengaku tak peduli bagaimana strategi polisi di wilayah-wilayah menyelesaikan masalah kejahatan jalan. Yang terpenting, lanjut Tito, hasil dari operasi tersebut.

“Mau bentuknya Tim Jaguar, Tim Resmob, Tim Buru Sergap, apa aja silahkan. Yang penting bagi saya adalah hasil. Kalau misalnya dalam satu bulan ini ada kejadian, nggak terungkap dengan profesional, ya ganti lah. Ganti kapolres, dirserse, kasat serse. Berarti dia nggak bisa kerja. (Jabatannya) Ditawarkan kepada yang mau, yang bisa kerja,” tandas Tito.(adi/yan)

1 Komentar

  1. Suhat Selasa, 31 Juli 2018

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional