Memontum.Com

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS

Pemkot Malang Digugat Terkait Tanah Oro-Oro Dowo, Hakim Mediasi Terpisah

  • Selasa, 31 Juli 2018 | 18:58
  • / 18 Djulqa'dah 1439
Pemkot Malang Digugat Terkait Tanah Oro-Oro Dowo, Hakim Mediasi Terpisah
tanah tanah sudah terbangun ruko inilaj yang dijadikan Objek sengketa di Oro-oro Dowo. (Ist)

Memontum Kota Malang—–Sidang gugatan perdata Leonardo Wiebowo Soegio MBA (31) warga Jl Buring No 45 , Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang yang menggugat Pemkot Malang terkait tanah di Jl BS Riadi, Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, kembali berlangsung di PN Malang.

Pada Selasa (31/7/2018) sekutar pukul 09.00, masih agenda mediasi. Saat itu Leonardo ditemani oleh kuasa hujunnya yakni Beni Ruston SH MH dan M Ali Amran SH MH. Penggugat memihon sistem mediasi Kaukus yakni mediasi dilakukan secara terpisah. Hakim mediator terlebih dahulu menampung mediasi dari penggugat.

Selanjutnya baru pihak Pemkot Malang sebagai tergugat melanjutkan mediasi bersama hakim mediator. Hakim.mediator menampung keinginan dari kedua helah pihak dan akan melanjutkan mediasi pada Selasa depan.
Usai persidangan M Ali Amron SH mengatakan bahwa permohonan mediasi kaukus dilakukan karena kliennya ada keperluan yang bersamaan. ” Tadi kita meduasi Kaukus. Mediasi secara terpisah. Setelah pihak kami dimediasi selanjutnya baru giliran tergugat yangbdi mediasinoleh hakim mediator,” ujar Ali Amron.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kasus dugaan penjualan aset Pemkot berupa tanah seluas 346 meter di Jl Brigjen Slamet Riyadi, Kelurahan Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, semakin memanas. Bagaimana tidak, Pemkot Malang yang mengklaim sebagai pemilik aset digugat oleh Leonardo Wiebowo Soegio MBA (31) warga Jl Buring No 45 , Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Sebab akibat kasus tanah yang di klaim sebagai milik Pemkot Malang ini, rumah Leonardo ikut digeledah tanpa pemberitahuan sebelumnya oleh pihak Kejaksaan Kota Malang, pada 12 Juli 2018. Sidang gugatan perbuatan melawan hukum dengan tergugat Pemkot Malang ini sudah berlangsung pada Selasa (24/7/2018) pagi di PN Malang dengan agenda acara upaya mediasi. Pihak Pemkot Malang dihadiri Fulan dari staf bagian hukum.

Usai persidangan A Wahab Adhinegoro SH MH dan Benny Ruston SH MH, selaku kuasa hukum Leonardo, mempertanyakan terkait siapa sebenarnya pemilik tanah tersebut. “Kalau Pemkot mengaku sebagai pemilik nya dari mana dan mulai kapan. Kalau Pemkot mengatakan punya dokumen sewa menyewa itu bukan menunjukan hak atas tanah. Itu hanya membuktikan pernah terjadi sewa menyewa dan pemkot yang menyewakan. Pertanyaanya yangbkamu sewakan itu milik siapa. Karena dari data krawangan desa (keterangan desa) bahwa tanah itu milik Mukijan dihibahkan kepada R Sucipto,” ujar Wahab.

Diceritakan oleh Wahab, bahwa tanah tersebut adalah milik Mukijan dihibahkan kepada Sucipto pada tahun 1963. Kemudian dari Sucipto diberikan kepada ahli warisnya. Yakni Mulyaning Rina, Ines Gunung Sari Wahyuni, Yohanes Susilo Agung, Mukti Nastiti dan Nurtekad Sembodo.

“Tahun 2012 ahli waris mengajukan permohonan sertifikat kepada BPN dan keluar 2016. Keluarlah sertifikat induk No 1603 atas nama ahli waris. Sertifikat itu kemudian di plot lagi menjadi sertifikat no 1606 dan sertifikat 1607,” ujar Wahab.

Dari sinilah Leonardo mendapat kuasa untuk menjualkan sertifikat 1607 seluas 274 m2 di Jl BS Riadi No 129. ” Klien kami mendapat kuasa menjual kepada 3 orang. Kemudian sertifikat 1607 dipecah menjadi 1612, 1613 dan 1614,” ujar Wahab.

Pihaknya meminta supaya Kejaksaan Negeri Kota Malang untuk menghentikan sementara terkait kasus pidana penyidikan dugaan penjualan aset ini. “Sesuai Pasal 1 Peraturan Mahkamah Agung RI No 1 Tahun 1956 yang menyatakannbahwa apabila ada 2 perkara perdata dan pidana terkait sengketa hak, maka perkara pidananya berhenti dulu,” ujar Wahab.

Perlu diketahui , Kejaksaan Negeri Kota Malang nampaknya terus memberu para pelaku tindak pidana korupsi. Salah satunya saat ini yang sedang dikejar adalah dugaan penyalahgunaan/ pelepasan aset Pemkot Kota Malang berupa tanah seluas 346 meter di Jl Brigjen Slamet Riyadi, Kelurahan Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Bahkan informasinya, aset tersebut sudah dibangun 5 ruko 3 lantai.

Penyelidikan pemindah tanganan aset pemkot ini sudah sejak beberapa bulan ini. Bahkan salah satu saksi yakni staf Kelurahan Oro-oro Dowo, Wiyono (54) warga Jl. Janti Selatan, Kelurahan Bandung Rejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang ditemukan tewas gantung diri di kantor Kelurahan Oro-Oro Dowo, Selasa (19/06/2018) pagi. Tentunya Wiyono hanyalah salah seorang saksi dari 30 saksi yang sudah diperiksa oleh penyidik Kejaksaan Kota Malang.

Tentunya di balik pelepasan aset Pemkot ini ada aktor intelektualnya yang kini identitasnya masih dicari oleh petugas.(gie/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional