Memontum.Com

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang

UB-Japfa Bangun Ground Breaking Canopy Walk UB Forest

  • Selasa, 31 Juli 2018 | 19:01
  • / 18 Djulqa'dah 1439
UB-Japfa Bangun Ground Breaking Canopy Walk UB Forest
Peletakan batu pertama Ground Breaking Canopy Walk UB Forest, oleh Rektor UB Prof Nuhfil Hanani dan Ir Rakhmad Indrajaya, Direktur Social Corporate PT Japfa Comfeed. (rhd)

Memontum Malang—-Guna melengkapi fasilitas edukasi dan ekowisata yang ada di Universitas Brawijaya Forest (UBF), UB melakukan kerjasama dengan Japfa Comfeed. Perusahaan multi nasional berbasis usaha pakan ternak ini memberikan bantuan berupa pembangunan sebagian Canopy Walk dari 1,5 kilometer yang direncanakan di UB Forest. Rektor UB Prof Nuhfil Hanani meletakkan batu pertama pembangunan Canopy Walk, Selasa (31/7/2018), dengan disaksikan pejabat teras UB dan Japfa.

 Penyerahan cinderamata. (rhd)

Penyerahan cinderamata. (rhd)

UB Forest (UBF) merupakan hutan pendidikan terdiri dari Hutan Produksi dan Hutan Lindung seluas 544 ha dari Menteri Kehutanan yang diberikan hak kelola kepada UB dengan peruntukan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) guna keperluan pendidikan dan pelatihan, yang terletak di Desa Sumbersari Desa Tawang Argo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Pembangunan sebagian bangunan canopy ini menghabiskan anggaran sebesar Rp. 350 juta dan biaya sepenuhnya ditanggung oleh Japfa. Tujuan pembangunan canopy, untuk memfasilitasi aktivitas edukasi, research, dan ekowisata berbasis lingkungan.

Sinergi UB, Japfa, dan Kemensos. (rhd)

Sinergi UB, Japfa, dan Kemensos. (rhd)

“UB Forest merupakan amanah dari pemerintah, yaitu Menteri Kehutanan. Dalam perkembangan, UB Forest juga melibatkan Kemensos dan masyarakat sekitar. Pun fakultas-fakultas harus ikut terlibat. UB diminta Menristekdikti untuk menjadi PTN-BH, dengan menggali banyak sumber untuk men-triple helix. Karena negara bisa maju jika ada sinergi antara pemerintah, peengusaha, akademisi, dan masyarakat,” terang Rektor UB Prof Nuhfil Hanani, dalam sambutannya.

“UB sebagai mitra dan sahabat Japfa.  Teaching farm di Jatikerto dan Sumbersekar, merupakan observasi flora dan fauna yang menarik pada sektor pariwisata berbasis konservasi. Sudah sepatutnya keterlibatan Japfa dalam UB Forest,” jelas Ir Rakhmad Indrajaya, Direktur Social Corporate PT Japfa Comfeed.

“Harapan Mensos, program desa sejahtera mandiri berjalan sukses. Makanya beliau memberikan apreasiasi yang luar biasa. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak bisa kerja sendiri, harus bermitra dengan swasta dan masyarakat,” ungkap Latifah Ningrum, Kasubdit Potensi Dunia Usaha Kemensos.

Diharapkan dengaan pembangunan ini civitas academika UB (mahasiswa, dosen, dan staf) serta masyarakat dapat menikmati fasilitas UB Forest sebagai sarana edukasi maupun rekreasi. (rhd/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional