Memontum.Com

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS

611 Makam Desa Muneng Kidul yang Terkena Jalur Tol Pas-Pro Mulai Dibongkar

  • Jumat, 10 November 2017 | 20:42
  • / 20 Safar 1439
611 Makam Desa Muneng Kidul yang Terkena Jalur Tol Pas-Pro Mulai Dibongkar
Salah satu makam yang masih utuh setelah 9 tahun dikubur (pix)

*Ditemukan Jasad yang Masih Utuh sejak 2009

 

Memontum ProbolinggoSebanyak 611 makam di Desa Muneng Kidul Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo, dipindahkan karena terdampak proyek pembangunan jalan tol Pasuruan Probolinggo. Kepala Desa Muneng Kidul, Untung, mengatakan di Desa Muneng Kidul ada 611 makam yang terkena proyek pembangunan jalan tol itu. Pemindahan mayat atau kerangka telah dilakukan tim dimulai Jumat (10/11/2017) sejak pagi.

 Pengedukan makam yang akan di pindahkan oleh tim relokasi (pix)

Pengedukan makam yang akan di pindahkan oleh tim relokasi (pix)

 

Untung menuturkan 611 makam itu berada di tempat pemakaman umum Desa Muneng dan akan dipindah ke lahan yang sudah di sepakati yang tidak berjauhan. “Karena terkena pembangunan jalur tol Pas-Pro ini, sehingga saat ini di Muneng Kidul ada 611 makam yang dibongkar dan dipindahkan ke lokasi yang tidak terdampak tol,” jelas Untung.

 

 

Salah satu ahli waris yang datang untuk menyaksikan pembongkaran almarhum ibu dan bapaknya merasa terharu karena ingat dengan masa silamnya. “Sudah sejak tadi pagi saya di sini. Karena sekarang mulai pemindahan makam ibu dan bapak saya,” ungkap Edi Halianto (43) warga Dusun Timur 2 Desa Muneng Kidul.

 

 

“Saya terharu karena teringat sewaktu masih hidup. Saya juga ikhlas pemindahan makam ini karena ini adalah untuk kepentingan umum. Dan untuk orang banyak,” tambahnya.

 

 

Di tempat terpisah, Camat Sumberasih, Ugas, mengatakan kepada memontum.com, bahwa kegiatan pemindahan makam ini sudah dilakukan ritual adat. Dan semua ahli waris sudah mendapatkan haknya.

 

 

“Pemindahan makam Muneng Kidul ini sudah tidak ada masalah dan mulai hari ini dilakukan oleh tim. Semalam kami juga sudah mengadakan ritual adat di depan makam yang akan dipindahkan,” tuturnya.

 

 

“Alhamdulillah tidak ada permasalahan karena ganti rugi sudah sesuai dengan permintaan warga ahli waris. Dan sudah disalurkan,” tambah Ugas.

 

 

Saat pengedukam makam tersebut, ada hal yang membikin warga bershalawat. Karena ada salah satu makam ketika dikeduk ternyata mayatnya masih utuh. Bahkan kain kafannya tidak berubah. Dipatok makam tertulis telah meninggal sejak 2009. (pix/yan)

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional