Memontum.Com

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS

Densus Gemparkan ITB, Geledah Rumah Terduga

  • Minggu, 5 Agustus 2018 | 14:01
  • / 23 Djulqa'dah 1439
Densus Gemparkan ITB, Geledah Rumah Terduga

Memontum Jember—-
Warga Perumahan Istana Tegal Besar (ITB) kelurahan Tegal Besar dikejutkan kedatangan anggota Densus 88 yang menggeledah dan menyita sejumlah laptop, Handphone dan beberapa barang lainnya di salah satu rumah yang dikontrak AR terduga teroris bersama dengan istri dan 3 anaknya yang ada di perumahan tersebut, Kamis sore (2/8/2018).

Ketua RT perumahan Istana Tegal Besar Nur Cahyo menyampaikan kedatangan Densus 88 ini tidak banyak diketahui warga.

“Ada Penggeledahan pada kamis sore sekitar jam 3, saat itu saya didatangi intel polres Jember yang saya kenal, untuk ikut rapat, setelah saya bilang iya, intel tersebut langsung menghubungi orang melalui telepon, dan bilang siap ndan, bisa dilaksanakan, lalu saya di ajak ke rumah AR untuk menjadi saksi penggeledahan,” ujarnya.

Nur Cahyo mengaku diajak dalam penggeledahan untuk dijadikan saksi. Dia melihat langsung apa saja barang yang diamankan dari dalam rumah tipe 36 plus itu.

“Yang pertama diamankan adalah sejumlah benda tajam, seperti pisau dan gunting,” jelasnya.

Selanjutnya, petugas mengamankan laptop yang di dalam kamar. Selain itu, petugas juga menyita dua buah HP.

“Ada HP dan laptop, terus juga ada kartu perdana,” kata Nur Cahyo.

Mengenai kartu perdana yang disita, jumlahnya ada 8 buah. Namun Nur Cahyo mengaku tidak tahu dari operator seluler apa saja kartu perdana tersebut.

“Yang jelas jumlahnya ada 8 buah, kartu apa saja saya nggak tahu persis,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Nur Cahyo, petugas juga menyita dua buku. Bentuk buku mirip sebuah diary.

“Ada dua buku bentuknya seperti diary. Semuanya disita,” katanya.
Nur cahyo menambahkan kemudian sejumlah berkas juga ikut diamankan. “Ada beberapa berkas, isinya apa saya nggak tahu. Yang jelas ikut disita juga,” terangnya.


Penggeledahan berlangsung sekitar 1,5 jam. Selama penggeledahan berlangsung, penjagaan sekitar rumah dilakukan secara ketat.

“Setiap jalan menuju rumah dijaga petugas. Saya tidak tahu jumlah yang menjaga di luar rumah. Banyak sekali,” ungkapnya

Nur Cahyo menceritakan, saat penggeledahan rumah yang dikontrak AR ada puluhan petugas bersenjata lengkap, beberapa jalan masuk juga dijaga petugas.

“Saat itu saya disuruh menjadi saksi penggeledahan rumah AR, awalnya 5 orang permisi masuk dan dibukakan pintu oleh istri AR, kemudian petugas langsung mengamankan barang-barang senjata tajam yang ada mulai gunting, pisau dan sabagainya, setelah itu 15 petugas masuk melakukan penggeledahan di rumah AR,” kenang Nur Cahyo.

Nur Cahyo menambahkan, saat petugas dari Densus 88 masuk ke rumah AR, istrinya tidak kaget dan biasa saja.

“Yang saya tahu waktu itu petugas dari Densus 88 menyuruh istri AR duduk, dan menyampaikan ke istrinya kalau suaminya diamankan karena diduga terlibat jaringan teroris,” ujar Nur Cahyo menirukan ucapan petugas.

Sementara Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo saat di konfirmasi media ini, terkait adanya terduga teroris yang ditangkap di Jember, enggan memberikan keterangan. (cw3/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional