Connect with us

Kota Malang

TNI Kirim Batalyon Kesehatan Bantu Korban Gempa Lombok

Diterbitkan

||

TNI Kirim Batalyon Kesehatan Bantu Korban Gempa Lombok

Memontum Malang – TNI sebagai bagian dari rakyat merasa terpanggil untuk memberikan bantuan korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Salah satunya ditunjukkan oleh Divisi Infanteri 2 Kostrad yang memberangkatkan 64 prajurit Batalyon Kesehatan (Yonkes) 2 Kostrad bergabung bersama Satgas Kesehatan untuk membantu korban gempa berkuatan 7 skala Richter ini, Minggu (5/8/2018) malam.

Dipimpin Komandan Yonkes 2 Kostrad, Letkol Ckm dr. Shohibul Hilmi, SpOT. mengatakan, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin membantu para korban. Batalyon Kesehatan 2 Kostrad membawa berbagai perlengkapan kesehatan, meliputi modul bedah, modul Polum, modul perawatan, modul gawat darurat, modul farmasi, makanan dan tenda rumah sakit lapangan, dengan menggunakan pesawat Hercules jenis C 130 A 1336 milik TNI AU melalui Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Abdurrahman Saleh Malang, Senin (6/8/2018) pukul 07.30 WIB. Hal ini menunjukkan sinergitas antar kesatuan TNI.

Siapkan tenaga kesehatan

Siapkan tenaga kesehatan

“Kami akan mengerahkan satu unit rumah sakit lapangan lengkap dengan modul-modul pendukungnya, disertai berbagai jenis tenda lapangan, meja, kursi, velbet, genset, serta beberapa jenis kendaraan truk maupun ambulans untuk mengangkut para korban,” jelas Letkol Shohibul Hilmi.

Sementara itu, Danlanud Abd Saleh Marsma TNI Andi Wijaya, S. Sos. menjelaskan pesawat Hercules disiagakan untuk mengangkut bahan bantuan bagi korban bencana gempa Lombok, baik makanan, minuman, obat-obatan, tenda, genset dan lain sebagainya, yang dibutuhkan korban gempa. “Pesawat hercules lainnya yang ada di Lanud Abd Saleh disiagakan penuh untuk berangkat sesuai perintah komando atas jika dibutuhkan sewaktu-waktu. Mari kita doakan bersama, semoga proses bantuan, evakuasi, semua berjalan dengan aman dan lancar, serta diberi kekuatan dan perlindungan,” kata Danlanud

Pengiriman bantuan Satgas TNI ini merupakan tindaklanjut dari instruksi Presiden RI Ir. H. Joko Widodo melalui Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. untuk segera memberikan penanganan korban gempa bumi dengan cepat, mengingat masih terjadi gempa-gempa susulan. (rhd/yan)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *