Connect with us

Blitar

Pemohon SIM di Kota Blitar Dilayani Petugas Berseragam Pejuang

Diterbitkan

||

Pemohon SIM di Kota Blitar Dilayani Petugas Berseragam Pejuang

Memontum Blitar – Menjelang hari kemerdekaan Republik Indonesia, ada yang berbeda dari pelayanan pemohon Surat Ijin Mengemudi (SIM) di Polres Blitar Kota. Para pemohon SIM tersebut dilayani para petugas yang berdandan layaknya pejuang kemerdekaan. Petugas Satlantas Polres Blitar, ada yang menggunakan baju tentara jaman perang, ada juga yang memakai baju jadul lengkap dengan ikat kepala dan bambu runcing.

Kasatlantas Polres Blitar Kota, AKP Yanto Muliyanto mengatakan, penggunaan pakaian serta atribut ala pejuang ini merupakan salah satu cara mengenang jasa pahlawan kemerdekaan. Selain itu, untuk menumbuhkan rasa nasionalisme kepada petugas serta masyarakat yang sedang melakukan pengurusan SIM.

“Seluruh petugas utamanya yang melakukan pelayanan di bidang SIM diwajibkan menggunakam baju pejuang saat melakukan pelayanan kepada masyarakat yang mengurus SIM. Hal ini untuk memperingati hari kemerdekaan RI, 17 Agustus nanti,” kata AKP Yanto Muliyanto, Senin (06/08/2018).

Lebih lanjut Yanto Muliyanto menjelaskan, meski menggunakan pakaian pejuang yang tidak biasa digunakan sehari-hari, namun petugas tetap terlihat sigap melayani pemohon SIM.

“Selain menumbuhkan rasa nasionalisme, kami juga mengajak masyarakat agar mengisi hari kemerdekaan dengan hal-hal positif. Salah satunya adalah tertib berlalu lintas,” tandas Yanto Muliyanto.

Yanto menambahkan, selain menggunakan pakaian pejuang, dalam memperingati hari kemerdekaan RI ke 73 ini, Satlantas Polres Blitar Kota juga memberikan SIM gratis kepada pemohon bernama Agus dan lahir di bulan Agustus. Dengan syarat, pemohon tersebut harus mengurus dan lulus ujian di bulan Agustus.

“Bagi yang bernama Agus dan lahir di bulan Agustus kami bebaskan biaya administrasi pengurusan SIM. Dengan syarat pemohon harus mengurus dan lulus ujian SIM di bulan Agustus,” ujar Kasatlantas Polres Blitar Kota.

Kasatlantas Polres Blitar Kota menandaskan, di Satlantas Polres Blitar Kota, dalam sehari menerima 100 hingga 150 pemohon. (jar/yan)

Blitar

Puluhan Santriwati Ponpes di Blitar Diduga Keracunan Sajian Bakso

Diterbitkan

||

Dari total 94 santriwati yang sakit, 23 diantaranya dibawa ke Puskesmas Nglegok untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut

Memontum Blitar – Puluhan santriwati pondok putri salah satu pesantren di Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar diduga mengalami keracunan. Bahkan, sebagian harus menjalani rawat inap di Puskesmas Nglegok.

Kepala Puskesmas Nglegok, Yudia Supradini mengatakan, total ada 94 santriwati yang diduga mengalami keracunan. Mereka mengalami gejala seperti mual, pusing hingga muntah.

“Pemicunya diduga karena makan bakso hari Jumat kemarin. Mereka kemarin sebagain ada yang puasa jadi mereka buka puasa bersama lalu makan bakso. Kemudian tadi pagi sekitar jam 06.00 mulai ada yang sakit perut,” kata Yudia Supradini, Sabtu (14/9/2019).

Lebih lanjut Yudia Supradini menyampaikan, pihak pondok pesantren sebelumnya menghubungi petugas Puskesmas Nglegok untuk memeriksa santriwati yang sakit. Kemudian setelah diperiksa dari total 94 santriwati yang sakit 23 diantaranya dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Pagi tadi kami dipanggil kesana untuk memeriksa santriwati yang sakit. Kemudian kami periksa lalu santriwati yang membutuhkan penanganan lebih lanjut kita bawa ke Puskesmas,” jelasnya.

Yudia menandaskan, saat ini 23 santriwati yang dirawat kondisinya sudah mulai membaik. (jar/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Blitar

Gelorakan Cintai Papua, Anggota Polres Blitar Gelar Formasi We Love Papua

Diterbitkan

||

Formasi We Love Papua yang dilakukan anggota Polres Blitar di halaman Mapolres Blitar

Memontum Blitar – Sebagai bentuk cinta NKRI dan cinta Papua, anggota Polres Blitar membentuk formasi barisam “We Love Papua” di halaman Mapolres Blitar, Sabtu pagi (14/09/2019). Kegiatan ini melibatkan 220 anggota Polres Blitar, yang dilakukan secara spontanitas setelah melakukan olahraga senam bersama.

Kapolres Blitar AKBP. M. Anissullah M. Ridha mengatakan, presiden Jokowi menggaungkan untuk cinta kepada NKRI dan cinta Papua. Dalam formasi barisan tersebut anggota polres Blitar mengenakan baju olah raga atas berwarna kuning, dan training hitam serta menggunakan peci berwarna putih sementara Polisi Wanita (Polwan) mengenakan kerudung putih.

“Kegiatan yang dilakukan secara spontanitas setelah melakukan olah raga senam bersama ini, sebagai bentuk cinta NKRI dan cinta Papua,’ kata Anissullah M. Ridha.

Lebih lanjut Anissullah M. Ridha menyampaikan, kegiatan seperti ini akan terus dilakukan oleh Polres Blitar untuk menyebarkan semangat kepada masyarakat untuk cinta kepada Papua.

“Gelora cinta kepada Papua, semangatnya sampai Papua, Indonesia Cinta Papua dan Blitar Cinta Papua,” tandas Anissullah.

Saat di foto menggunakan drone, formasi “We Love Papua” tampak cantik. Gelora cinta Papua akan terus di gaungkan oleh Polres Blitar hingga suasana di Papua kembali kondusif, pasca insident kerusuhan beberapa minggu yang lalu. (jar/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Blitar

Penjaringan Bacawali, Anak Samanhudi Gandeng Plt Wali Kota Blitar

Diterbitkan

||

Henry Pradipta Anwar bersama Plt Wali Kota Blitar Santoso mengembalikan formulir pendaftaran Cawali dan Cawawali Kota Blitar 2020 di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Blitar

Memontum Kota Blitar – Henry Pradipta Anwar, anak sukung Wali Kota Blitar nonaktif Samanhudi Anwar mengembalikan formulir penjaringan bakal calon Wali Kota Blitar ke DPC PDI Perjuangan Kota Blitar, Sabtu (14/9/2019). Yang mengejutkan mantan anggota DPRD Kota Blitar ini mengandeng Plt Wali Kota Blitar Santoso sebagai bakal calon wakil wali kota. Padahal sebelumnya, keduanya sendiri-sendiri saat mengambil formulir ke DPC PDIP di Jalan Dr Wahidin Kota Blitar.

“Saya dan Pak Santoso Insyaalah satu paket, saya sebagai bakal calon Wali Kota, Pak Santoso wakil wali kota. Kami satu visi misi meskipun kemarin kita datang mengambil formulis sendiri-sendiri Insyaallah nanti kami satu paket,” kata Henry Pradipta Anwar usai mengembalikan formulir.

Sementara Plt Wali Kota Blitar Santoso mengaku tidak keberatan untuk mendampingi Henry aebagai bakal calon wakil wali kota. Dia mengaku sebagai petugas partai harus siap menjalankan tugas yang diberikan.

“Saya sebagai petugas partai kalau nanti dari DPP menugaskan seperti itu (bacalon wakil wali kota mendampingi Henry) saya mengijuki. Tugas itu harus dipatuhi Insyaallah akan saya jalankan,” tandas Santoso.

Pengembalian formulir Henry dan Santiso ke kantor DPC PDIP Kota Blitar ini sempat mengundang perhatian warga dan para pengendara. Karena ratusan kader dan simpatisan konvoi berjalan kaki dari kediaman Henry di Jalan Kelud menuju kantor DPC PDIP di Jalan Dr Wahidin. (jar/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler