Connect with us

Kabupaten Malang

Nganggur Istri Kerja Jadi PRT, Suami Curi Sepeda Mini “Sekampung”

Diterbitkan

||

CURIAN : Tersangka pegang sepeda angin curian dan Iptu Ronny Margas SH. (foto Humas Polres Malang)

Memontum Malang —Terungkap sudah, siapa pencuri sepeda mini yang gentayangan di Desa Bakalan, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Pelakunya adalah tersangka Dedi Supriyadi (48). Sebulanan, ia mencuri 6 sepeda angin.

Ya dia bukan warga asli Desa Bakalan, melainkan asal Dusun Pasrikaliki RT07/RW11, Desa Genteng, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang. Namun ia berdomisili di desa setempat. Sebanyak 6 X aksi tersangka akui dan semuanya mengincar sepeda angin mini “jengki”.

“Kami sudah periksa semua dan ada 6 titik aksi pencurian. Sasarannya sepeda angin mini yang diparkir di halaman rumah warga, ” ungkap Kanit Reskrim Polsek Bululawang, Iptu Ronny Margas SH, kepada Memontum.com, Selasa (7/8/2018) siang.

Selama sebulan, tersangka mencuri sepeda mini biru di rumah Masliha, sepeda Phoenix biru di Ismayah Uma, Phoenix biru di rumah Anang Zubaidi, Phoenix merah di rumah Misnali, Phoenix di rumah Maisaroh dan sepeda mini merah di rumah Umiyati.

Sepeda-sepeda angin itu dijual kisaran Rp 230 ribu – Rp 240 ribu. Bapak satu anak mengaku menjual sepeda angin untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pasalnya, tersangka menganggur meski sang istri bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Kota Malang.

Senin (6/8/2018) pukul 14.30, Polsek Bululawang menerima informasi dari perangkat desa. Informasi tersebut terkait keberadaan sepeda mini yang sempat amblas. Sepeda mini curian, ternyata dijual ke Pasar Turen.

Dalam pemeriksaan, tersangka mengakui mencuri pada malam hari dan sesegera mungkin menjualnya ke Turen. “Dia dikenai dugaan pelanggaran pasal 363 KUHP Tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan,” terang Iptu Ronny Margas SH, Selasa (6/8/2018) siang.  (sos)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabupaten Malang

Sasar Warga Usia Produktif, Disnaker Beri Pelatihan Tata Rias Wajah dan Rambut

Diterbitkan

||

Penyerahan alat latihan secara simbolis. (Ist)
Penyerahan alat latihan secara simbolis. (Ist)

Memontum Malang – Dinas Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang kembali memberikan pelatihan kepada warga dan masyarakat. Kali ini memberikan pelatihan tata rias dan tata kecantikan rambut.

Kepala Seksi Pelatihan dan Produktivitas, Lilik Faridah menjelaskan, tata rias dan tata kecantikan rambut dipilih karena lebih mudah diaplikasikan. Sehingga lebih mampu lebih cepat memberikan pemasukan bagi warga peserta pelatihan.

Dijelaskan Lilik,tujuan dari digelarnya kegiatan yang didanai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) ini adalah untuk memberikan kemampuan bagi warga masyarakat. Sehingga diharapkan bisa membantu menciptakan lapangan kerja baru dengan berwirausaha.

Lanjut Lilik, sesuai dengan program dari Pemerintah Kabupaten Malang. Yakni mengentaskan angka kemiskinan, lingkungan hidup dan optimalisasi pariwisata.

“Dengan memberikan bekal dan kemampuan bagi masyarakat, harapannya dapat mengentaskan kemiskinan karena membantu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat,” terang Lilik, saat pembukaan kegiatan di LPK Sandra Rashika, Kromengan, Kamis (14/11/2019) siang.

Juga dijelaskan Lilik, kegiatan ini digelar di tiga LPK yang berbeda. Yakni LPK Sandra Rashika, Kromengan, LPK Saraswati, Kepanjen dan LPK Rasmita Asri, Singosari.

“Kalau belajar tata rias dan tata rambut kan bisa langsung diaplikasikan. Memotong rambut tetangga misalnya, kan lumayan busa dapat income. Usaha itu tidak harus bermodal besar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Kromengan, Bambang Zazuli meminta kepada Disnaker agar sering menggelar kegiatan pelatihan di desanya. Dia berharap agar warganya memiliki lebih banyak kemampuan.

“Jika ada kegiatan pelatihan lain, mungkin bukan hanya untuk tata rias tapi juga pelatihan yang lain,” katanya.

Bambang juga berpesan agar para warga peserta pelatihan mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya. Karena selain bermanfaat bagi warga, juga mampu membantu warga membuka lapangan pekerjaan baru.

“Diikuti dengan serius, jangan sampai absen. Tren kecantikan, tata rias dan tata rambut selalu berkembang. Jadi harus diikuti dengan benar,” tegasnya.

Sementara itu, pemimpin LPK Saraswati, Sandra Permana menjelaskan ada beberapa materi yang diberikan. Diantaranya, make up dasar, tata rambut dasar dan creambath.

“Termasuk potong rambut sehingga lebih mudah diaplikasikan,” katanya. (Sur/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Kabupaten Malang

Pemkab Malang Jajaki Kerjasama Literasi Keuangan dengan BNI

Diterbitkan

||

Pemkab Malang Jajaki Kerjasama Literasi Keuangan dengan BNI

Memontum Malang – Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Tenaga Kerja menjajaki literasi keuangan dengan BNI. Hal itu dilakukan untuk Menjalin kerja sama dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. dalam rangka literasi keuangan bagi para Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI)dari Wilayah Kabupaten Malang.

Tegap Hardjadmo SH dari PT Tegar Ayu Mandiri menjelaskan, melalui program literasi keuangan ini para Calon PMI diharapkan akan mendapatkan pengetahuan dan pengenalan tentang produk dan jasa perbankan.

Selain itu juga bagaimana mengatur keuangan sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 18 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Pasal 35.

Isinya, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya wajib melakukan pelindungan ekonomi bagi Calon Pekerja Migran Indonesia dan atau Pekerja Migran Indonesia melalui pengelolaan remitansi dengan melibatkan lembaga perbankan atau lembaga keuangan non bank dalam negeri dan negara tujuan penempatan, edukasi keuangan agar Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya dapat mengelola hasil remitansinya dan edukasi kewirausahaan.

Sebagai informasi, PT Tegar Ayu Mandiri merupakan Konsultan Koperasi Simpan Pinjaman Karsa Mandiri, yang merupakan Mitra Linkage Bank BNI dalam penyaluran KUR Penempatan TKI.

“Kami akan bekali para Calon PMI dengan pengetahuan tentang jasa perbankan, mengatur keuangan dari pendapatan selama menjadi PMI serta tata cara pengiriman uang dan beberapa fungsi lembaga keuangan. Jadi selama PMI bekerja di luar negeri, hasil kerja dapat disimpan dan atau di investasikan. Kebanyakan selama ini para PMI yang bekerja di luar negeri belum mampu mengelola penghasilannya secara bijaksana sehingga uangnya habis untuk kebutuhan konsumtif,” urai Tegap, Kamis (3/10/2019) siang.

Rapat Literasi Keuangan Pekerja Migran Indonesia. (ist)

Rapat Literasi Keuangan Pekerja Migran Indonesia. (ist)

Dijelaskan Tegap, melalui kerjasama literasi keuangan antara Pemkab Malang dengan BNI, nantinya akan memberikan kemudahan akses bagi para Calon PMI atau PMI maupun keluarga dalam pengajuan pembiayaan baik pembiayaan penempatan maupun purna penempatan dengan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang berbunga rendah dengan persyaratan yang tidak memberatkan.

Guna mematangkan program kerjasama literasi keuangan antara Pemkab. Malang dengan salah satu bank BUMN terkemuka tersebut, Dinas Tenaga Kerja, BNI serta Pemkab Malang telah melakukan Rapat Koordinasi dengan para pemangku kebijakan yang dilakukan di Hotel Atria pada Kamis (26/9/2019 lalu.

Tidak berhenti disitu, lanjut Tegap, Pihak BNI dan Pemkab Malang juga melakukan study banding ke Pemkab Cirebon untuk mempelajari lebih detil pola kerjasama serta mekanisme implementasi atas kerjasama yang akan mereka lakukan nantinya. Rombongan Pemkab Malang bertolak ke kabupaten yang khas dengan empal gentongnya itu pada Kamis (3/10/2019) kemarin.

“Pemkab Cirebon telah lebih dahulu melakukan kerjasama tentang Literasi keuangan bagi Calon PMI atau PMI dan keluarganya dengan Bank BNI,” katanya.

Pria yang aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan ini menambahkan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan baik teknis maupun administrasi, serta persiapan terkait prosedur maupun sistem pendukung untuk registasi para Calon PMI dalam program tersebut. Termasuk diantaranya dalam pembukaan rekening, permohonan KUR, payment secara non tunai maupun transaksi perbankan lainnya termasuk dalam hal pengurusan dokumen para Calon PMI.

Melalui program Literasi keuangan,Tegap kepada PMI maupun keluarganya yang akan dikerjasamakan antara Pemkab. Malang dengan BNI dapat memberi kesejahteraan bagi para PMI dan keluarganya warga Kabupaten Malang.

Adapun target berikutnya tandas Tegap, bahwa melalui PT Tegar Ayu Mandiri akan menarik investor asing untuk melakukan investasi peningkatan kualitas SDM untuk mengisi peluang kerja baik di dalam negeri maupun negara penempatan PMI. (Sur/oso)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Cukai Pemkot Batu
Advertisement Iklan BNN Kota Malang
Advertisement Terkunci Pandemi Corona
Advertisement SBMPN POLINEMA MALANG
Advertisement

Terpopuler