Memontum.Com

POLITEKNIK NEGERI MALANG

Dituding Maling Gedang, Dihajar Massa Berdarah-Darah

  • Senin, 20 Agustus 2018 | 14:26
  • / 8 Djulhijjah 1439
  • Dibaca : 155 kali
Dituding Maling Gedang, Dihajar Massa Berdarah-Darah
TERSEBAR : Screenshoot video keramaian Minggu siang. (ist) blur/hitam putih

Memontum MalangGara-Gara mencuri pisang warga, pria berusia 30 tahunan babal belur dihajar massa, Minggu (19/8/2018) siang di Ngebuk, Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

Meski warga berhasil menangkap sang maling, banyak orang mengecam aksi main hakim sendiri itu. Terlebih di dunia media sosial. Pasalnya, informasi terkait maling dibacok karena mencuri pisang, tersebar di Fesbuk (FB) dan medsos lainnya.

Informasi tersebar hanya mencantumkan foto, video selama 24 detikan dan lokasi kejadian di Lawang. Dalam video itu, ada warga yang menghalangi provokasi seseorang yang ingin kembali memukuli pelaku. Adapula anggota Bhabinkamtibmas mengamankan sekitar lokasi.

Hingga kini, masih belum diketahui kondisi pria yang diduga si panjang tangan alias maling itu. Sebab, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan. Seperti dijelaskan Kompol Gaguk Sulistyo, selaku Kapolsek Lawang.

“Benar ada kejadian tersebut. Masih kami laksanakan pemeriksaan terhadap dia, ” ujar Kapolsek Lawang, Kompol Gaguk Sulistyo, saat dikonfirmasi lewat ponsel, Senin (20/8/2018) siang.

Pihak kepolisian, baik Kapolsek Lawang, Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, beberapa kali menghimbau kepada masyarakat agar tidak main hakim sendiri. Pihak kepolisian berharap, warga dapat memahami resiko main hakim sendiri.

Sementara itu, beragam komentar muncul. Beberapa mengecam aksi main hakim sendiri dan menyayangkan adanya kejadian. Ada pula yang mengaitkannya dengan pelaku kejahatan “besar” seperti koruptor.

CS dalam akun fesbuk menanggapi postingan informasi maling pisang dibacok di Lawang dengan kembali menyadarkan bahwa negara Indonesia adalah negara hukum. “Stop kekerasan, negara kita negara hukum, kalau kita sadar, siapa pencuri sesungguhnya adalah para koruptor, ” tulisnya. (sos)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional