Memontum.Com

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang

Konflik Unikama, Pihak Soedjai Minta Dikti Hormati Proses Hukum

  • Sabtu, 25 Agustus 2018 | 08:13
  • / 13 Djulhijjah 1439
Konflik Unikama, Pihak Soedjai Minta Dikti Hormati Proses Hukum
MS Alhaidary SH MH, kuasa hukum Soedja'i. (Ist)

Memontum Kota Malang—-Nampaknya LL (Lembaga Layanan) Dikti dianggap sangat merugikan pihak PPLP PT PGRI (Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia) Unikama yang diketua Soedja’i. MS Alhaidary SH MH, kuasa hukum Soedja’i meminta Dikti supaya menghormati proses hukum yang sedang berjalan. ” Ini negara hukum. Persoalan semuanya masih ada di ranah hukum, Dikti harusnya mentaati itu,” ujar Alhaidary.

Terkait pemanggilan Cristea dan Pieter oleh Dikti beberapa hari lalu di Surabaya, memetik kerancuan. Sebab seperti yang diketahui bahwa pihak PPLP PT PGRI yang diketuai Soedja’i masih mengajukan gugatan perdata di PN Malang.

“Satu sisi Dikti menyatakan Pieter Sahertian sebagai rektor Unikama yang sah. Rektor diangkat oleh PPLP PT PGRI yang diketuai Soadja’i. Tapi sisi lain mereka anggap Christea sebagai ketua PPLP PT PGRI yang sah. Inikan rancu dan tidak akan menyelesaikan masalah. Ini masih dalam permasalahan hukum. Harusnya masih dalam keadaan statua quo. Artinya membiarkan keadaan yang lama, Unikama di bawah pengelolaan Pak Soaedja’i sebagai ketua PPLP PT PGRI yang sah. Sambil menunggu putusan atas perkara yang diajukan Pak Soaedja’i kepada Christea.

Sampai perkara diputus dan bekekuatan hukum tetap mengenai siapa ketua PPLP-PT PGRI Malang yang sah. Bukan seperti pengakuan Dikti yg secara sepihak menyatakan Christea sebagai ketua PPLP-PT PGRI yg sah. Padahal blm ada putusan yangg menyatakan itu,” ujar Alhaidary, Kamis (23/8/2018) sore.

Seperti yang diberitakan sebelumnya ada 2 kubu PPLP PT PGRI Unikama. Yakni antara ketua PPLP PT PGRI Drs H Soedja’i dan pihak Christea Frisdiantara, yang mengklaim dirinya sebagai ketua PPLP PT PGRI yang baru berdasarkan KamenkumHam SK AHU 000.0001. AH.01. 08 Tahun 2018. Pihak Drs H Sudja’i, sangat keberatan dengan kepengurusan baru ini karena kepemimpinan Christea dianggap illegal.

Kini, pihak Soedjai telah mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum di PN Malang. Yakni dengan 4 tergugat dari PPLP PT PGRi Christea diantaranya Christea Friadiantara, H. Soenarto Djojodihardjo, Drs Darmanto dan Dra Andriani Rosita. Sedangkan Menteri Hukum dan Ham dan juga Menteri Riset, Tekonologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) serta Prof. DR. Lilik Kustiani, Drs Selamet Riyadi, DR Susianto dan Budi Pakarti sebagai Turut Tergugat.

Gugatan perdata yang dilayangkan ke PN Malang pada Kamis (16/8/2018) ini setelah PTUN (Pengadilan Negeri Tata Usaha Negara) menolak gugatan Soedjai dikarenakan gugatan tersebut dianggap salah alamat karena di ranah PN. Gugatan ini sudah terdaftar di PN Malang dengan nomer perkara 167/Pdt.G/2018/PN.Mlg tgl. 16 Agustus 2018.
Sedangkan menurut Christea, pihaknya sudah dipanggil oleh Direktur Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi dan Kepala Lembaga Layanan Dikti di Surabaya untuk dimediasi.

” Ketua PPLP PT PGRI Malang yang diakui Pak Mentri adalah Christea dan mengakui Pieter sebagai rektor. Ada 3 point yang disampaikan dalam mediasi itu. Diantaranya kedua belah pihak harus sepakat bahwa ketua PPLP PT PGRI adalah Christea dan Pieter adalah rektornya. Pihak kedua (Pieter) membuka kantor PPLP PT PGRI untuk pihak pertama (Christea) paling lambat Senin 20 Agustus 2018. Apabila pihak ke dua tidak melakukan point 2 maka pihak kedua mengundurkan diri sebagai rektor,” ujar Christea. (gie/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional