Memontum.Com

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS

Usai Pemaparan, 3 Calon Rektor Lolos Pilrek UM

  • Sabtu, 25 Agustus 2018 | 08:17
  • / 13 Djulhijjah 1439
Usai Pemaparan, 3 Calon Rektor Lolos Pilrek UM
Para bakal calon Rektor UM bersiap memaparkan visi, misi, dan program kerja. (rhd)

*Menristekdikti Bakal Berikan Suara Bulan September

Memontum Kota MalangSuasana serius tapi santai nampak dalam adu visi, misi, dan program kerja antar Bakal Calon Rektor (Bacarek) Universitas Negeri Malang (UM) periode 2018-2022. Tampil empat Bacarek UM secara bergantian sesuai nomor urut yang didapat untuk memaparkan visi, misi, dan program kerja bacarek. Diantaranya (1) Dr. Isnandar, MT, (2) Prof. Dr. Nurul Murtadho, MPd, (3) Prof. Dr. AH Rofiuddin, dan (4) Prof. Dawud, MPd.

Dalam Sidang terbuka Senat UM tahap penyaringan Pemilihan Rektor Universitas Negeri Malang (Pilrek UM), yang berlangsung di Graha Cakrawala UM, Kamis (23/8/2018) pagi ini, dihadiri Ketua dan anggota Senat UM, dosen, tenaga pendidik dan kependidikan, perwakilan mahasiswa, dan panelis dari eksternal UM, diantaranya mantan Rektor UPI Bandung Prof. Dr. Sunaryo Kartadinata, mantan Rektor Unesa Surabaya Prof. Dr. Haris Supratno, dan Sekjen Kemenristekdikti Prof. Ainun Naim, PhD.

Selain pemaparan, di hari yang sama pada siang harinya, Senat UM menggelar Sidang Tertutup Senat UM untuk kembali menyaring 4 bacarek menjadi 3 calon rektor (carek), yang nantinya akan dipilih dalam rapat sidang tertutup senat UM dalam Pilrek UM. “Kurang lebih sebulan dari sekarang. Nantinya ketiga calon rektor akan dipilih 60 anggota senat UM dan perwakilan dari Kemenristekdikti, dengan komposisi perbandingan suara 65 persen anggota Senat UM, dan 35 persen suara Kemenristekdikti,” jelas Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd, Ketua Panitia Pilrek UM, kepada Memo X.

Dalam pemaparan visi, misi, dan program kerja antar Bacarek UM tersebut, masing-masing Bacarek diberikan kesempatan waktu 15 menit untuk memaparkannya. Tak lupa, sebelum pemaparan wajib melantunkan password “Hanyalah bagimu, hanyalah untukmu, seluruh hidup dan cintaku” dari tembang Cinta Yang Tulus, yang dipopulerkan oleh Gito Rollies, sebagai selingan guyonan agar tidak terlalu tegang. Diawali Dr. Isnandar, MT, yang memaparkan UM Siap Menjadi Perguruan Tinggi Unggul, Rujukan, Mandiri, dan Berdaya Saing Global; disusul Prof. Dr. Nurul Murtadho, MPd, yang memaparkan UM Kita Untuk Dunia; selanjutnya Prof Dr AH Rofiuddin memaparkan UM ‘Guru’ Asia, Dikenal Dunia; dan dipamungkasi Prof. Dawud, MPd memaparkan Menjadikan UM Memiliki Keunggulan Inovatif Berkelanjutan.

Dari hasil pemaparan, panelis langsung memberikan tanggapan atas visi, misi, dan program Bacarek, untuk menjadikan tanggapan bacarek, sekaligus penilaian anggota Senat dalam tahap selanjutnya. “Bacarek telah menyampaikan visi misi dan tantangan bagi perguruan tinggi dan masyarakat secara umum, seperti tantangan industri 4.0, dan lainnya. Namun tidak banyak yang menyentuh pendidikan di level bawahnya, padahal pelayanan dan peran UM menyangkut pendidikan dan guru. Bagaimana evaluasi kinerja dan karir lulusan UM, baik di bidang pendidikan maupun di non kependidikan? Hal ini harus menjadi perhatian tersendiri,” ungkap Prof Ainun Naim, PhD, Sekjen Kemenristekdikti.

Dari hasil pemaparan, dalam Sidang Senat Tertutup UM siang harinya, para bacarek mendapatkan penilaian sesuai nomor urut, yaitu (1) Dr. Isnandar, MT, mendapat 3 suara; (2) Prof. Dr. Nurul Murtadho, MPd, mendapat 4 suara; (3) Prof. Dr. AH. Rofiuddin, mendapat 34 suara, dan (4) Prof. Dawud, MPd, mendapat 17 suara. “Total yang hadir 59 anggota senat UM. Satu tidak hadir karena sakit, dan satu suara abstain tidak sah karena mencoblos semua bacarek. Jadi pak Dr. Isnandar, MT, gugur ke tahap selanjutnya. Sementara 3 Calon Rektor akan dipilih bersama Menristekdikti untuk menduduki jabatan Rektor UM 2018-2022,” pungkas Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd, melalui sambungan telepon. (rhd/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional