Memontum.Com

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS

Kapolres Trenggalek Pantau Langsung Penanganan Longsor KM 16

  • Minggu, 2 September 2018 | 16:16
  • / 21 Djulhijjah 1439
Kapolres Trenggalek Pantau Langsung Penanganan Longsor KM 16
Kapolres Trenggalek pimpinan apel gabungan bersama tim gabungan penanganan longsor

Memontum Trenggalek—-Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, meninjau langsung lokasi longsor di Kilometer 16 Desa Nglinggis Kecamatan Tugu. Orang nomor 1 di jajaran kepolisian Resort Trenggalek ini juga memantau penanganan longsor yang memang kerap terjadi di jalan penghubung antar kabupaten Trenggalek dan Ponorogo tersebut.

Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam tercatat terjadi dua kali longsor yang mengakibatkan jalan nasional tersebut ditutup total.
Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo juga memimpin langsung apel gabungan petugas lapangan yang terdiri dari personel Polri, TNI, Dishub, BPBD, Tagana, Perhutani, komunitas radio Orari, Kepala desa Nglinggis dan tim pelaksana proyek.

Penanganan longsor yang terjadi terus menerus tersebut tidak bisa parsial melainkan harus dalam bentuk team work. Tugas utama dan mendesak saat ini adalah membuat parameter atau batas aman sejauh 200 M baik dari arah Ponorogo maupun Trenggalek. Ia pun memerintahkan Kapolsek Tugu berkoordinasi dengan Danramil untuk melakukan pengamanan gabungan.

“Siapapun tidak diperbolehkan masuk ke area pengerjaan material longsor. Buat batas aman agar tidak ada jatuh korban, ” ucap Didit, Minggu (02/8 /2018).

Terkait jalan alternatif, Didit menegaskan memang perlu dikomunikasikan dengan pihak Wika (penyelenggara proyek) melalui jalur proyek bendungan namun dibatasi hanya kendaraan kecil. Sedangkan kendaraan roda 6 keatas diminta untuk menunggu pembersihan hingga selesai mengingat kondisi tebing masih labil dan masih banyak batu yang berjatuhan dari atas tebing.

“Karena pembangunan bendungan adalah proyek strategis nasional, maka jalur alternatif wajib di tempatkan petugas pengamanan, ” imbuhnya.

Kepada pengendara yang melintas, Didit menghimbau agar tetap berhati-hati. Meskipun ada jalur alternatif namun kondisinya sempit sehingga rentan terjadi kecelakaan. Sedangkan kepada masyarakat sekitar, ia meminta agar tidak mendekati lokasi longsor mengingat kondisi tanah yang masih labil. (mil/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional